Ketua MK Suhartoyo Menangis di Sidang Terakhir Arief Hidayat yang Pensiun Besok
- Dengan suaranya yang sesenggukan, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo menutup sidang pengucapan putusan/ketetapan yang digelar di Ruang Sidang Pleno, Gedung MK, Jakarta, pada Senin (2/2/2026).
Tangis Suhartoyo pun pecah dalam sidang terakhir bagi Hakim Konstitusi Arief Hidayat yang akan pensiun pada Selasa (3/2/2026).
Momen tangis Suhartoyo terjadi setelah MK membacakan 14 putusan/ketetapan yang ditutup pada pukul 15.49 WIB.
Baca juga: Hakim MK Arief Hidayat Cerita Pernah Jadi Anak Pungut Taufik Kiemas
"Demikian pengucapan putusan, 14 permohonan. Untuk salinan putusan akan dikirim pada para pihak melalui email masing-masing setelah persidangan ini selesai atau selambat-lambatnya dua hari kerja setelah persidangan ini ditutup," ujar Suhartoyo, Senin.
"Terima kasih semuanya dan terima kasih untuk Yang Mulai Prof Arief telah membersamai kita semua. Sidang selesai dan ditutup," sambungnya menutup sidang dengan suara sesenggukan.
Sebagai informasi, Arief Hidayat menjadi Hakim Konstitusi sejak 1 April 2013, di mana mengucapkan sumpah jabatannya di hadapan Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Baca juga: Cerita Hakim MK Arief Hidayat Hampir Jadi Caleg PDI pada 1998
Arief Hidayat pernah diamanatkan menjadi Wakil Ketua MK periode 6 November 2013 sampai 12 Januari 2015.
Setelah itu, ia dipercaya menjadi Ketua MK periode 14 Januari 2015 hingga 14 Juli 2017 dan berlanjut dari 14 Juli 2017 sampai 1 April 2018.
Arief Hidayat sebagai Hakim MK akan pensiun pada Selasa (3/2/2026). Di MK, ia akan digantikan oleh Adies Kadir yang telah ditetapkan oleh DPR.
Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat dalam pidato sambutan kegiatan Peluncuran dan Bedah Buku dalam Rangka Purna Tugas YM Hakim Konstitusi Bapak Prof Dr Arief Hidayat, setelah 13 Tahun Mengabdi sebagai Hakim Konstitusi, Senin (2/2/2026).
Profil Arief Hidayat
Arief Hidayat merupakan pria yang lahir pada 3 Februari 1956, di Semarang, Jawa Tengah. Ia merupakan lulusan SMA Negeri 1 Semarang, kemudian S1 Fakultas Hukum Universitas Diponegoro pada 1980.
Ia pun menerima gelar Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara dari Universitas Diponegoro (Undip) pada 2008. Tercatat, ia juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Undip.
Usai menjadi dekan, Arief Hidayat kemudian mendaftar sebagai hakim MK melalui jalur DPR. Saat itu, ia mendapat dukungan 42 suara dari 48 anggota Komisi III DPR.
Baca juga: Respons Mahfud MD soal Adies Kadir Gantikan Posisi Arief Hidayat Jadi Hakim MK
Dilansir dari laman resmi MK, Arief Hidayat menjadi Hakim Konstitusi sejak 2013. Ia mengambil sumpah jabatan di hadapan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 1 April 2013.
Setelah dua tahun menjadi Hakim Konstitusi, Arief dipercaya menjadi Ketua MK periode 2014-2017 setelah terpilih secara aklamasi.
Arief Hidayat menggantikan Hamdan Zoelva yang sudah habis masa jabatannya pada 7 Januari 2015.
Baca juga: Kelakar Arief Hidayat Usulkan Gaji Pensiunan Hakim MK Naik 10 Persen
Selain itu, Arief Hidayat juga pernah mendapatkan beragam penghargaan tanda jasa seperti Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden RI, Bintang Demokrasi dari Presiden Kazakhstan, Satya Lencana Karya Satya sebanyak tiga kali, dan Satya Lencana Pengabdian 25 Tahun dari Universitas Diponegoro.
Tag: #ketua #suhartoyo #menangis #sidang #terakhir #arief #hidayat #yang #pensiun #besok