Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjadi keynote speaker di Indonesia Semiconductor Summit yang diselenggarakan di Bandung, Kamis (29/1/2026).(DOK. Humas Kemenperin)
20:58
29 Januari 2026

Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat fondasi pengembangan industri semikonduktor nasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang peningkatan daya saing industri manufaktur Indonesia. 

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ekosistem semikonduktor yang terintegrasi, dengan menempatkan pengembangan desain chip dan sumber daya manusia (SDM) sebagai fokus utama pada tahap awal.

Industri semikonduktor diketahui memiliki peran strategis sebagai penopang bagi berbagai sektor prioritas, mulai dari elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga transformasi digital. 

Kebutuhan nasional terhadap komponen semikonduktor juga terus meningkat seiring dengan tingginya aktivitas industri hilir. 

Pada sektor elektronik, produksi ponsel nasional berada di kisaran 30–60 juta unit per tahun, sedangkan kebutuhan laptop ditargetkan mencapai 1,57 juta unit pada 2026. 

Baca juga: Perkuat Desain Chip, Indonesia Bidik Jadi Pemain Semikonduktor Dunia

Di sektor otomotif, produksi kendaraan bermotor Indonesia pada 2025 tercatat sebanyak 803.867 unit.

Angka itu termasuk kendaraan listrik dan hibrida yang memiliki kandungan semikonduktor hingga tiga kali lebih besar dibandingkan kendaraan konvensional.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan industri semikonduktor nasional tidak dapat dilakukan secara instan.

“Pengembangan industri semikonduktor ditempuh melalui pendekatan bertahap dan realistis dengan menempatkan pengembangan talenta dan desain chip sebagai langkah utama pada tahap awal,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis. 

Hal itu disampaikan Agus dalam sambutannya pada Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026 di Bandung, Kamis.

Baca juga: Perkuat Industri Semikonduktor, Kemenperin Konsisten Bangun Ekosistem “Chip Design” Nasional Sejak 2023

Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki sejumlah fondasi penting dalam ekosistem semikonduktor, antara lain fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor yang telah masuk dalam global value chain (GVC), perusahaan desain integrated circuit, serta basis industri hilir seperti electronic manufacturing services (EMS), original equipment manufacturer (OEM), dan industri otomotif nasional.

Namun demikian, Agus menyoroti tingginya ketergantungan impor semikonduktor sebagai tantangan strategis bagi ketahanan industri nasional. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor semikonduktor Indonesia meningkat hampir dua kali lipat, dari 2,33 miliar dollar Amerika Serikat (AS) pada 2020 menjadi 4,87 miliar dollar AS pada periode Januari–November 2025.

Pertumbuhan itu seiring meningkatnya kebutuhan industri nasional terhadap komponen strategis tersebut.

Baca juga: Airlangga: Pemerintah Gelontorkan Stimulus Rp 110,7 Triliun di 2025, Tekstil hingga Semikonduktor Jadi Andalan 2026

Agus mengatakan, tingginya ketergantungan impor semikonduktor menjadi sinyal penting bagi ketahanan industri nasional. 

“Kondisi ini perlu direspons melalui penguatan ekosistem dalam negeri, khususnya pada aspek desain chip dan pengembangan kekayaan intelektual, sebagai fondasi awal kemandirian teknologi,” jelasnya.

Peta jalan pengembangan industri semikonduktor

Sebagai bagian dari strategi pengembangan tersebut, Kemenperin telah menetapkan roadmap pengembangan industri semikonduktor nasional dengan visi menjadikan Indonesia berperan aktif dalam rantai pasok global. 

Roadmap tersebut mencakup penguatan empat pilar utama, yaitu material, desain, fabrikasi (front end), serta assembly, testing, and packaging (back end).

Peta jalan itu didukung oleh pengembangan SDM, riset dan inovasi, infrastruktur, serta kebijakan industri yang kondusif.

Baca juga: Konsorsium AS–Jerman Siap Bangun Kawasan Semikonduktor Rp 444 Triliun di Pulau Galang

Agus mengatakan, peta jalan pengembangan semikonduktor nasional menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengejar investasi.

“Pengembangan ini juga untuk menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat kemandirian teknologi, serta memastikan Indonesia terintegrasi secara berkelanjutan dalam ekosistem semikonduktor dunia,” paparnya.

Dalam rangka mendukung implementasi kebijakan tersebut, pembentukan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) menjadi langkah strategis penguatan ekosistem desain semikonduktor nasional. 

Inisiatif tersebut diprakarsai Kemenperin bersama PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan para pakar desain chip dari 13 universitas.

Tindak lanjut dari prakarsa itu adalah pembentukan organisasi nonprofit sebagai fondasi penguatan kapasitas nasional, serta berperan sebagai simpul kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi dengan dukungan 16 perguruan tinggi mitra.

Baca juga: Kemenperin Targetkan Industri Manufaktur Tumbuh 5,51 Persen pada 2026

Oleh karenanya, ISS 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi global, alih teknologi, dan peningkatan kapasitas industri semikonduktor nasional. 

Kemenperin pun menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat daya saing industri manufaktur serta meningkatkan peran Indonesia dalam rantai pasok global.

Tag:  #kemenperin #perkuat #ekosistem #semikonduktor #nasional #melalui #pengembangan #desain #chip

KOMENTAR