Mengintip ''Mata'' di Punggung Abang Grab, Sang Penakluk Gang Tikus Jakarta
Mitra driver Grab menggunakan kamera action KartaCam 2 di helm untuk membantu mapping jalan GrabMaps.(Grab)
13:51
20 Januari 2026

Mengintip ''Mata'' di Punggung Abang Grab, Sang Penakluk Gang Tikus Jakarta

Ringkasan:

  • Alat misterius di motor mitra Grab adalah KartaCam 2, kamera pemetaan canggih yang dipakai GrabMaps untuk memetakan gang sempit dan jalan tikus yang tak terjangkau mobil.
  • KartaCam 2 dibekali 4 kamera 48 MP dan Edge AI, mampu merekam visual 360 derajat, memproses data langsung di perangkat, serta otomatis memburamkan wajah dan pelat nomor demi privasi.
  • Pemetaan ini membuat navigasi Grab lebih akurat di area padat, membantu pengantaran makanan dan penjemputan penumpang agar tidak nyasar, terutama di gang-gang perumahan Jakarta.

– Pemandangan itu mungkin pernah Anda lihat sekilas di tengah kemacetan Jakarta, seorang pengemudi ojek online (ojol) melaju santai, namun ada yang tak biasa di bagian belakang motornya.

Bukan membawa penumpang, bukan pula tumpukan paket kardus. Di jok belakangnya, terpasang sebuah tiang besi kokoh yang menjulang tinggi.

Di ujung tiang itu, bertengger sebuah kotak hitam misterius dengan lensa-lensa yang menatap ke segala arah, mirip periskop kapal selam atau robot pengintai dari film sci-fi.

Pemandangan ganjil ini sempat bikin geger warganet di media sosial Threads. Akun @sriwisnu membagikan potret sang "Abang Grab" dengan alat aneh tersebut, memantik ribuan spekulasi liar.

"Itu alat penyadap sinyal?" tanya seorang netizen. "Google Street View versi hemat?" timpal yang lain. Bahkan tak sedikit yang berkelakar itu adalah alat pendeteksi jodoh.

Namun, di balik riuh rendah komentar kocak netizen, alat yang digendong sang mitra pengemudi itu ternyata menyimpan misi serius.

Alat itu bukan sekadar aksesori, melainkan KartaCam 2, sebuah "mata" digital canggih yang ditugaskan untuk memetakan labirin jalanan Indonesia yang tak terjangkau satelit biasa.

Penampakan abang Grab membawa kamera KartaCam 2 untuk mapping jalan untuk dipakai di GrabMaps.Threads/ @sriwisnu Penampakan abang Grab membawa kamera KartaCam 2 untuk mapping jalan untuk dipakai di GrabMaps.Pasukan khusus "blusukan"

Pihak Grab Indonesia akhirnya membuka kartu. Mitra pengemudi yang viral tersebut adalah bagian dari pasukan khusus kontributor GrabMaps.

Tugas mereka sederhana tapi vital, melakukan mapping atau pemetaan jalan. Namun, pertanyaannya, kenapa harus pakai motor? Bukankah mobil pemeta jalan seperti milik raksasa teknologi lain sudah sering wara-wiri?

Di sinilah letak kejeniusan strategi "kearifan lokal" ini.

Karakteristik jalanan di kota-kota Asia Tenggara, khususnya Indonesia, didominasi oleh gang-gang sempit, "jalan tikus", dan lorong perumahan padat yang mustahil ditembus mobil.

Padahal, justru di gang-gang sempit itulah jutaan pesanan makanan atau titik jemput penumpang berada.

Dengan KartaCam 2 yang ringkas dipasang di motor, "Abang Grab" bisa blusukan ke gang selebar satu meter sekalipun.

Mereka merekam apa yang luput dari pantauan mobil pemeta, jalan satu arah di kampung, portal perumahan yang ditutup jam tertentu, hingga rute potong jalan yang hanya diketahui warga lokal.

KartaCam 2 dirancang untuk merekam street-level imagery aluas citra jalan dari sudut pandang pengendara. Kamera ini biasanya dipasang di helm atau bagian belakang motor, lalu dipakai keliling kota, menyusuri jalan dan gang-gang semput.Youtube/ Grab Official KartaCam 2 dirancang untuk merekam street-level imagery aluas citra jalan dari sudut pandang pengendara. Kamera ini biasanya dipasang di helm atau bagian belakang motor, lalu dipakai keliling kota, menyusuri jalan dan gang-gang semput.

Jangan tertipu dengan bentuk kotaknya yang terlihat kaku. KartaCam 2 adalah "monster" kecil dalam dunia kartografi digital. Saking canggih desainnya, alat ini bahkan menyabet penghargaan bergengsi Red Dot Design Award.

Di dalam kotak hitam itu, tertanam empat lensa kamera beresolusi 48 MP yang bekerja simultan menangkap citra 360 derajat. Namun, kekuatan utamanya bukan pada lensa, melainkan pada otak buatan yang tertanam di dalamnya.

Grab membekalinya dengan teknologi Edge AI. Ini artinya, kamera tersebut bisa "berpikir" sendiri.

Saat motor melaju, AI di dalam kamera langsung memproses gambar. Ia memilah mana foto yang jernih dan mana yang buram.

Lebih penting lagi, AI ini menjadi penjaga privasi yang taat. Ia secara otomatis mendeteksi wajah orang di pinggir jalan dan pelat nomor kendaraan, lalu memburamkannya (blur) sebelum data tersebut dikirim ke pusat data (cloud).

Tak hanya mata yang tajam, alat ini juga punya indra perasa lokasi yang sensitif. Berbekal sinyal GNSS (Global Navigation Satellite System) L1 dan L5, KartaCam 2 punya akurasi posisi tingkat dewa.

Jika GPS ponsel kita sering meleset 10-20 meter saat diapit gedung tinggi, alat ini diklaim tetap presisi hingga rentang 1-3 meter.

Demi martabak yang tak nyasar

Kehadiran KartaCam 2 adalah simbol kemandirian Grab. Sejak 2022, lewat inisiatif GrabMaps, perusahaan ini perlahan melepaskan ketergantungan pada peta pihak ketiga berbayar (seperti Google Maps atau OpenStreetMap) yang terkadang kurang akurat untuk konteks lokal.

Data yang dikumpulkan para "ksatria bermotor" ini kemudian diolah menjadi peta digital yang kita pakai sehari-hari di aplikasi.

Jadi, jika suatu malam pesanan martabak Anda tiba dengan cepat meski rumah Anda berada di gang buntu yang rumit, Anda mungkin harus berterima kasih pada "Abang Grab" dengan tiang kamera aneh yang pernah lewat di depan rumah Anda itu.

Berkat mereka, setiap jengkal jalan tikus di Jakarta kini punya nama dan titik koordinat yang pasti.

Grab menerapkan pengaburan otomatis pada elemen sensitif. Wajah orang, plat nomor kendaraan, dan objek lain yang berpotensi mengandung data pribadi akan diblur secara otomatis. Youtube/ Grab Official Grab menerapkan pengaburan otomatis pada elemen sensitif. Wajah orang, plat nomor kendaraan, dan objek lain yang berpotensi mengandung data pribadi akan diblur secara otomatis.

Tag:  #mengintip #mata #punggung #abang #grab #sang #penakluk #gang #tikus #jakarta

KOMENTAR