ChatGPT Intip Kita? Saya Tes dengan Pertanyaan “Ya-Tidak”, Begini Jawabannya
Ringkasan:
- Isu ChatGPT bisa mengintip pengguna lewat kamera ramai di media sosial, terutama lewat uji coba mode Voice dengan pertanyaan “Ya–Tidak” tentang kondisi real-time. Asumsi ini muncul hanya karena beberapa jawaban kebetulan benar.
- Hasil percobaan menunjukkan jawaban ChatGPT tidak konsisten, dengan lebih banyak jawaban keliru dibanding yang benar.
- Secara teknis, ChatGPT tidak bisa mengakses kamera tanpa izin pengguna, karena mode Voice maupun Chat tetap memerlukan persetujuan eksplisit dan tindakan manual untuk berbagi video.
- Beberapa waktu belakangan, di media sosial (medsos) seperti TikTok, ramai orang-orang membagikan video yang dianggap menunjukkan ChatGPT dapat mengintip atau mengawasi pengguna lewat kamera ponsel.
ChatGPT dinilai bisa mengintip kita karena mampu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi terkini pengguna. Namun, dari hasil percobaan yang saya lakukan sendiri, jawaban ChatGPT ternyata cenderung asal.
Asumsi ChatGPT intip pengguna lewat pertanyaan “Ya-Tidak”
Dalam video yang ramai dibagikan di medsos, untuk membuktikan asumsi ChatGPT mengintip lewat kamera ponsel, pengguna perlu mengobrol dan mengajukan pertanyaan pada chatbot AI.
Namun, obrolan dengan ChatGPT tidak dibuat melalui mode Chat, tetapi mode Voice yang memungkinkan pengguna berbincang langsung bersama bot dengan suara. Obrolan untuk menguji ChatGPT mengintip kita atau tidak dijalankan dalam dua tahap.
Tahap pertama, pengguna dapat mengobrol bebas dengan topik sembarang. Selanjutnya, pada tahap kedua, pengujian baru berjalan. Di tahap ini, pengguna harus meminta ChatGPT untuk hanya boleh menjawab pertanyaan dengan jawaban “Ya” atau “Tidak”.
Kemudian, pengguna mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi real-time atau terkini seperti “apakah saya sedang di dalam ruangan?”.
Jika bisa menjawab pertanyaan itu dengan “Ya” atau “Tidak” secara tepat maka ChatGPT diasumsikan bisa mengintip pengguna. Jawaban yang tepat itu dinilai bisa muncul karena ChatGPT mengakses kamera sehingga tahu kondisi terkini pengguna.
Beberapa video yang diunggah di medsos menunjukkan ChatGPT bisa menjawab secara tepat pertanyaan “Ya-Tidak” dari kondisi terkini pengguna. Namun, percobaan yang saya lakukan menunjukkan hasil yang berbeda.
Jawaban ChatGPT tidak konsisten
Saya sudah mencoba mengobrol dengan ChatGPT lewat mode Voice menggunakan bahasa Inggris dan mengikuti prosedur pengujian yang dilakukan banyak orang di medsos, yaitu berbicang bebas dulu, lalu mengajukan pertanyaan “Ya-Tidak”.
Setidaknya, saya mengajukan lima pertanyaan “Ya-Tidak” ke ChatGPT untuk mengetahui apakah chatbot tersebut mengakses kamera ponsel diam-diam sehingga menghasilkan jawaban yang tepat, sebagaimana yang ramai dibagikan di medsos.
Percobaan pertama, saya buka dengan pertanyaan bebas seputar universitas terbaik di dunia. Setelah ChatGPT menuntaskan jawabannya, saya kemudian memintanya hanya boleh menjawab “Ya” atau “Tidak”.
Ilustrasi obrolan dengan ChatGPT dalam mode Voice untuk memastikan mengintip lewat kamera HP atau tidak. Pada percobaan pertama, ChatGPT salah menjawab pertanyaan soal kaos hitam. Di percobaan kedua, ChatGPT benar menjawab soal rambut pendek.
Kemudian, saya bertanya apakah saya menggunakan kaos atau t-shirt berwarna hitam.
ChatGPT jawab “Tidak”, padahal sebenarnya saya tengah menggunakan kaos warna hitam. Dari percobaan pertama ini, ChatGPT sudah keliru.
Menariknya, pada obrolan kedua, ChatGPT bisa memberikan jawaban yang benar. Jadi, saya bertanya apakah rambut saya pendek. ChatGPT menjawab “Ya” dan seolah mengonfirmasi kondisi rambut saya.
Pada obrolan ketiga, ChatGPT juga bisa memberikan jawaban yang benar. Di obrolan ini, saya bertanya apakah saya memakai topi. ChatGPT menjawab “Tidak” dan saya memang tidak sedang memakai topi.
Ilustrasi obrolan dengan ChatGPT dalam mode Voice untuk memastikan mengintip lewat kamera HP atau tidak. Pada percobaan ketiga, ChatGPT benar menjawab pertanyaan soal topi.
Selanjutnya, saya membuka percakapan dengan bertanya sebuah tempat wisata. Kemudian, saya bertanya apakah saya memiliki kumis. ChatGPT salah dengan menjawab “Tidak” yang tidak menggambarkan kondisi saya sebenarnya.
Ilustrasi obrolan dengan ChatGPT dalam mode Voice untuk memastikan mengintip lewat kamera HP atau tidak. Pada percobaan keempat, ChatGPT salah menjawab pertanyaan soal kumis.
Pada percobaan kelima, saya membuat ruang obrolan baru. Saya mulai percakapan dengan bertanya dampak buruk globalisasi. Lalu, saya bertanya apakah jari saya menunjukkan angka tiga. ChatGPT menjawab “Tidak” dan tidak sesuai dengan kondisi jari saya.
Ilustrasi obrolan dengan ChatGPT dalam mode Voice untuk memastikan mengintip lewat kamera HP atau tidak. Pada percobaan kelima, ChatGPT salah menjawab pertanyaan soal jari yang menunjukkan angka.
Setiap pertanyaan “Ya-Tidak” yang selalu saya lontarkan dalam dua kali. Dari dua kali kesempatan itu, jawaban ChatGPT tidak pernah berubah, jawaban pada kesempatan kedua selalu persis dengan jawaban pada kesempatan pertama.
Dalam semua percobaan itu, setelah mengajukan pertanyaan “Ya-tidak”, saya selalu mengarahkan kamera depan dan belakang ponsel ke kondisi atau objek yang saya maksud dalam pertanyaan.
Harapannya, jika memang benar ada tindakan mengintip lewat kamera, ChatGPT bisa lebih jelas menangkap objek yang saya maksud. Namun, dari hasil pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan, jawaban ChatGPT rasanya tidak mencerminkan diperoleh dari kamera.
Dari lima pertanyaan, jawaban ChatGPT tidak konsisten. Tiga pertanyaan dijawab salah dan dua lainnya benar. Jawaban ChatGPT ini terasa “asbun” ketimbang benar-benar membaca data yang diperoleh dari kamera ponsel secara akurat.
Dengan kondisi jawaban yang tidak konsisten ini, cukup sulit rasanya buat mengatakan ChatGPT mampu mengetahui kondisi terkini pengguna karena diam-diam mengintip melalui kamera ponsel.
Mode Voice ChatGPT perlu izin akses kamera
Mode Voice yang digunakan untuk membuktikan ChatGPT mengintip atau tidak ini pada dasarnya masih perlu izin akses kamera. Di mode Voice, pengguna tidak hanya bisa mengobrol dengan suara, tetapi juga berbagai video.
Untuk berbagi video dalam mode Voice, prosesnya tidak berjalan otomatis. Pengguna perlu menekan manual tombol kamera terlebih dahulu saat sedang mengobrol dengan ChatGPT dalam mode Voice.
Akses kamera ponsel di mode Voice dan mode Chat biasa juga tidak serta merta aktif. Pengguna harus memberikan izin akses terlebih dahulu, baru ChatGPT bisa memakai kamera ponsel.
Sementara itu, ketika ChatGPT bisa menjawab dengan tepat pertanyaan “Ya-Tidak” atas kondisi terkini kita, hal ini tidak berarti chatbot tersebut benar-benar memahaminya. Dikutip dari laman resmi OpenAI, jawaban ChatGPT tidak sepenuhnya benar.
ChatGPT masih mungkin untuk menghasilkan jawaban yang asal alias halusinasi. Saat memberikan jawaban salah, ChatGPT bahkan masih bisa tampak percaya diri. Oleh karena itu, jawaban ChatGPT tidak bisa dipercaya sepenuhnya, perlu diverifikasi dulu.
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #chatgpt #intip #kita #saya #dengan #pertanyaan #tidak #begini #jawabannya