Digital Edge Investasi Rp 72 Triliun Bangun Data Center 500MW di Bekasi
CGK Hyperscale Campus yang dibangun Digital Edge di Bekasi.(Digital Edge)
15:06
31 Januari 2026

Digital Edge Investasi Rp 72 Triliun Bangun Data Center 500MW di Bekasi

– Perusahaan penyedia infrastruktur pusat data, Digital Edge, mengumumkan investasi senilai 4,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 72 triliun untuk membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berkapasitas 500 megawatt (MW) di kawasan GIIC, Bekasi, Jawa Barat.

Fasilitas ini dirancang untuk mendukung lonjakan kebutuhan layanan cloud dan adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Dengan potensi ekspansi hingga 1 gigawatt (GW), CGK Campus disebut akan menjadi salah satu infrastruktur data center hyperscale terbesar dan paling strategis di Tanah Air.

CEO Digital Edge, John Freeman, mengatakan proyek ini merupakan investasi infrastruktur terbesar yang pernah dilakukan perusahaan di kawasan Asia Pasifik.

Baca juga: Perusahaan Data Center Edge DC Resmi Ganti Nama Jadi Digital Edge Indonesia

“CGK Campus adalah tonggak penting dalam strategi kami di Asia Pasifik dan menjadi investasi infrastruktur terbesar yang pernah kami lakukan. Langkah ini akan memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi lonjakan permintaan layanan digital, cloud, dan AI di tahun-tahun mendatang,” ujar Freeman dalam keterangan resminya.

Siap dukung AI dan Cloud skala besar

CGK Campus dirancang dengan standar efisiensi tinggi, termasuk target annualized Power Usage Effectiveness (PUE) 1,25, yang diklaim sebagai salah satu yang terbaik di kelas hyperscale.

Fasilitas ini juga akan mengadopsi teknologi direct-to-chip liquid cooling untuk mendukung beban kerja AI berintensitas tinggi, serta sistem daur ulang air dan integrasi energi terbarukan guna meningkatkan keberlanjutan operasional.

CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, menilai kebutuhan infrastruktur digital nasional saat ini tumbuh lebih cepat dibanding ketersediaannya.

“CGK Campus hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan kapasitas 500MW yang berkelanjutan, siap untuk deployment hyperscale dan AI dalam skala besar,” kata Oscar.

Data center Digital Edge di Bekasi berkapasitas 500 MW.Digital Edge Data center Digital Edge di Bekasi berkapasitas 500 MW.

Selain itu, CGK Campus mengusung arsitektur carrier-neutral yang memungkinkan fleksibilitas konektivitas bagi berbagai penyedia jaringan dan pelanggan korporasi.

CGK Campus berlokasi kurang dari 15 kilometer dari klaster data center utama di kawasan Bekasi dan sekitar 40 kilometer dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2 milik Digital Edge.

Baca juga: Indonet Bidik Pasar UMKM mulai 2026, Targetkan Pertumbuhan Baru

Lokasi ini disebut menawarkan konektivitas latensi rendah ke pusat bisnis Jakarta.

Pembangunan kampus data center ini akan dilakukan secara bertahap. Gedung pertama ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026, disusul gedung kedua pada kuartal I 2027 dan gedung ketiga pada kuartal II 2027.

Ditopang Indonet

Infrastruktur konektivitas CGK Campus akan ditopang oleh jaringan fiber milik Indonet, anak perusahaan Digital Edge di Indonesia.

CEO Indonet, Andy Rigoli, mengatakan seluruh rute fiber baru menuju kawasan GIIC dibangun sepenuhnya di bawah tanah untuk meningkatkan keandalan jaringan.

“Didukung perangkat berstandar tinggi dan sistem pemantauan canggih, integrasi ini memastikan solusi carrier-neutral yang siap memenuhi kebutuhan hyperscale dan enterprise,” ujar Rigoli.

Dengan investasi besar dan kapasitas masif tersebut, CGK Campus diharapkan menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi digital Indonesia, terutama di tengah pertumbuhan pesat layanan digital, komputasi awan, dan teknologi AI.

Tag:  #digital #edge #investasi #triliun #bangun #data #center #500mw #bekasi

KOMENTAR