Sering Terdistraksi? Notifikasi Ponsel Bisa Jadi Biang Keroknya
Ringkasan Berita:
- Banjir notifikasi ponsel kian menyulitkan seseorang untuk menjaga fokus di tengah aktivitas sehari-hari. Bunyi dan pop-up notifikasi dari berbagai aplikasi sering menyela pekerjaan maupun interaksi sosial, sehingga membuat konsentrasi terpecah dan aktivitas terasa lebih melelahkan.
- Laporan The Guardian menyebutkan bahwa setiap gangguan notifikasi memaksa otak berpindah perhatian dan menimbulkan biaya kognitif. Gangguan singkat dapat menurunkan kualitas keputusan, produktivitas, serta memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk kembali fokus, bahkan berisiko menimbulkan kesalahan pada pekerjaan tertentu.
- Selain berdampak pada produktivitas, banjir notifikasi juga memengaruhi kesehatan mental dan kehidupan sosial. Meski tidak merusak konsentrasi secara permanen, perhatian perlu dijaga secara sadar dengan membatasi notifikasi dan memanfaatkan fitur fokus agar gangguan digital tidak terus menggerus keseharian.
- Pernah merasa sulit fokus padahal sedang mengerjakan hal penting? Satu bunyi notifikasi saja sering kali cukup untuk memecah konsentrasi.
Saat hendak menyelesaikan tugas, berbincang dengan orang lain, atau sekadar menikmati waktu luang, ponsel justru menyela dengan deretan notifikasi yang datang tanpa henti.
Mulai dari pesan instan, pengingat sistem, hingga pemberitahuan yang sebenarnya tidak mendesak, semua berebut perhatian dan perlahan menggerus kemampuan fokus.
Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat aktivitas sederhana terasa lebih melelahkan dan pekerjaan lebih sulit diselesaikan.
Lalu, bagaimana notifikasi bisa begitu merusak konsentrasi, dan langkah apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya? Selengkapnya berikut ini ulasannya.
Notifikasi dan biaya tersembunyi bagi fokus
Banjir notifikasi menjadi salah satu sumber distraksi terbesar dalam kehidupan digital modern. Laporan The Guardian menggambarkan bagaimana notifikasi dari aplikasi kerja, media sosial, hingga sistem operasi terus menyela aktivitas penting, baik saat bekerja maupun bersosialisasi.
Gangguan kecil berupa bunyi atau pop-up notifikasi memaksa otak berpindah perhatian, memecah alur pikir, dan membuat seseorang sulit kembali ke tingkat konsentrasi semula.
Menurut Sophie Leroy, peneliti gangguan kerja dari University of Washington, setiap perpindahan perhatian memiliki biaya kognitif yang nyata.
Bahkan notifikasi yang tidak segera dibuka tetap menguras energi mental karena memicu rasa penasaran dan ketidakpastian. Penelitian menunjukkan gangguan singkat dapat menurunkan kualitas keputusan dan produktivitas, serta memperpanjang waktu kerja karena tugas tidak kunjung selesai.
Dalam konteks tertentu seperti layanan kesehatan, gangguan ini bahkan berpotensi menimbulkan kesalahan serius.
Dampak notifikasi juga meluas ke kesehatan mental dan kehidupan sosial. Kebiasaan merespons notifikasi secara refleks membuat seseorang sulit hadir sepenuhnya dalam momen bersama orang lain, meningkatkan stres, dan menurunkan kepuasan hidup.
Meski notifikasi tidak merusak kemampuan konsentrasi secara permanen, perhatian manusia perlu dilindungi secara sadar, antara lain dengan membatasi notifikasi, memanfaatkan mode fokus, dan membangun kebiasaan memilih kapan serta bagaimana merespons gangguan digital.
Meski notifikasi tidak merusak kemampuan konsentrasi secara permanen, perhatian manusia perlu dilindungi secara sadar, antara lain dengan membatasi notifikasi, memanfaatkan mode fokus, dan membangun kebiasaan memilih kapan serta bagaimana merespons gangguan digital.
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #sering #terdistraksi #notifikasi #ponsel #bisa #jadi #biang #keroknya