Kesan Saya Saat Pertama Kali Memegang Infinix Note Edge, Tipis, Melengkung, dan Terasa Premium
Ringkasan berita:
- Infinix Note Edge memberi pengalaman unboxing yang “niat” untuk kelas Rp 3 jutaan, dengan kelengkapan paket seperti charger 45 watt, casing premium bertekstur kesat, dan tempered glass.
- Desain bodinya tipis dan ringan, layar AMOLED melengkung 6,78 inci beresolusi 1,5K dan refresh rate 120 Hz terasa nyaman digenggam serta memberi kesan premium ala ponsel flagship.
- Ditenagai Dimensity 7100, RAM 8 GB, baterai besar 6.500 mAh dengan fast charge 45 watt, performanya stabil untuk penggunaan harian dan konsumsi konten. Kameranya fungsional tapi bukan unggulan.
- Infinix merilis ponsel pertamanya untuk 2026 ini di Indonesia, pada Senin (19/1/2026) pekan lalu. Ponsel tersebut adalah Infinix Note Edge, HP yang diposisikan sebagai kelas menengah dan mengunggulkan layar melengkung dan dimensi yang tipis.
KompasTekno berkesempatan mencoba Infinix Note Edge versi Indonesia. Saat pertama kali membuka kotak kemasan ponsel ini, saya merasa pengalamannya cukup menyenangkan.
Bukan karena kemasannya yang berlebihan, tapi justru karena isinya terasa "niat" untuk sebuah ponsel di harga Rp 3 jutaan.
Begitu segel dibuka dan lapisan pertama diangkat, unit ponsel langsung menyambut di bagian atas, terbungkus rapi. Saat pertama kali digenggam, kesan tipis dan ringan langsung terasa.
Di dalam kotaknya, Infinix jgua masih menyertakan kepala charger 45 watt. Di saat banyak pabrikan mulai pelit dan menghilangkan adaptor dari paket penjualan, Infinix justru masih konsisten memberi perlengkapan yang lengkap.
KompasTekno berkesempatan mencoba Infinix Note Edge versi Indonesia. Saat pertama kali membuka kotak kemasan ponsel ini, saya merasa pengalamannya cukup menyenangkan. Bukan karena kemasannya yang berlebihan, tapi justru karena isinya terasa niat untuk sebuah ponsel di harga Rp 3 jutaan.
Ini jadi nilai tambah, terutama untuk pengguna yang ingin langsung memakai ponsel tanpa perlu beli aksesori tambahan.
Kabel USB yang disertakan masih menggunakan konektor USB-A ke USB-C, standar, tapi fungsional untuk pengisian daya dan transfer data.
Yang juga cukup menarik perhatian saya adalah casing bawaannya. Biasanya, vendor smartphone memberikan casing dengan bahan plastik keras.
Namun, casing dalam paket penjualan Infinix Note Edge ini beda. Bahannya terasa solid, dengan tekstur kesat yang membuat ponsel tidak licin saat digenggam.
Secara tampilan, casing ini juga terlihat cukup premium dan tidak terkesan murahan.
Infinix juga menyertakan tempered glass tambahan. Sayangnya, pelindung layar ini belum terpasang, sehingga pengguna perlu memasangnya sendiri.
Sepengalaman saya, jika pengguna belum pernah memasang pelindung layar ponsel secara mandiri, sebaiknya meminta bantuan orang yang bisa memasang.
Pasalnya jika tidak teliti, pelindung layar akan tampak menggelembung.
Infinix Note Edge punya bodi yang tipis. Dengan ketebalan sekitar 7,2 mm dan bobot di kisaran 185 gram, Infinix Note Edge terasa ringan untuk ukuran ponsel berlayar besar. Dipakai satu tangan masih terasa nyaman, dan dimasukkan ke saku celana pun tidak terasa mengganjal. Ini cukup mengejutkan, mengingat di dalam bodinya tertanam baterai berkapasitas besar 6.500 mAh.
Saat ponsel digenggam, keunggulan layar Infinix Note Edge langsung terasa. Panel melengkung di sisi kiri dan kanan membuat genggaman terasa lebih nyaman dan ergonomis.
Lengkungan ini bukan sekadar gimmick, tapi membantu telapak tangan dan jari menggenggam lebih nyaman mengikuti bentuk bodi ponsel. Efeknya, ponsel terasa lebih ramping saat digenggam, meskipun ukuran layarnya tergolong besar.
Infinix Note Edge memiliki layar AMOLED berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 120 Hz. Saat digunakan untuk menonton video atau sekadar scrolling dan browsing, tampilannya terasa luas dan responsif.
Lengkungan layar membuat konten terlihat "mengalir" sampai ke tepi, memberikan kesan premium yang biasanya hanya ditemukan di ponsel kelas atas.
Refresh rate tinggi juga membuat animasi dan pergerakan layar terasa mulus, terutama saat berpindah aplikasi atau menjelajah antarmuka.
Menariknya, semua pengalaman visual tersebut dibungkus dalam bodi yang tipis. Dengan ketebalan sekitar 7,2 mm dan bobot di kisaran 185 gram, Infinix Note Edge terasa ringan untuk ukuran ponsel berlayar besar.
Secara visual, tampilannya terlihat modern dan premium, membuat ponsel ini tampak lebih mahal dari harga sebenarnya. Namun, soal kemampuan kamera, ekspektasi sebaiknya tetap dijaga. Kamera utamanya beresolusi 50 MP dan hasilnya cukup untuk kebutuhan foto sehari-hari, terutama di kondisi cahaya yang baik.
Dipakai satu tangan masih terasa nyaman dan dimasukkan ke saku celana pun tidak terasa mengganjal. Ini cukup mengejutkan, mengingat di dalam bodinya tertanam baterai berkapasitas besar 6.500 mAh.
Bagian sisi kiri dan kanan Infinix Note Edge seperti ponsel pada umumnya, terdapat tombol volume dan power yang ada di bagian kanan. Tombol power ini memiliki warna berbeda yang kontras dengan bodi.
Awalnya saya kira tombol ini punya fungsi sebagai shutter kamera karena warnanya dibuat berbeda. Namun, ternyata bukan.
Infinix Note Edge memiliki tombol power yang warnanya dibuat berbeda dari tombol lain. Awalnya saya kira ini bisa menjadi tombol shutter kamera. Namun, ternyata bukan.
Tombol power ini berfungsi untuk mengaktifkan mode senyap. Saat mode ini menyala, semua nada dering di ponsel akan mati. Adanya tombol ini membuat pengguna lebih mudah mematikan suara ponsel.
Beralih ke bagian belakang, desain modul kamera juga menjadi elemen yang mencuri perhatian.
Bentuk modul kamera ini memanjang hampir memenuhi kedua sisi ponsel. Bentuk modul ini serupa dengan ponsel flagship iPhone 17 Pro Max.
Secara visual, ponsel ini menjadi terlihat lebih premium. Namun, soal kemampuan kamera, saya sarankan pengguna tetap menjaga ekspektasi.
Ponsel ini memiliki kamera utama beresolusi 50 MP. Saat kami coba menjepret, hasilnya sebenarnya tampak cukup baik untuk kebutuhan foto sehari-hari, terutama di kondisi cahaya yang cukup.
Tampilan punggungnya dilengkapi dengan modul kamera persegi panjang dengan sudut melengkung. Sekilas desainnya tampak seperti iPhone 17 Pro.
Detail masih bisa ditangkap dengan rapi. Namun, jangan berharap hasil yang terlalu istimewa atau fitur kamera yang lengkap. Kamera Infinix Note Edge bisa dibilang fungsional, bukan andalan utama.
Untuk performa, ponsel ini ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7100 yang dipadukan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal hingga 256 GB.
Performanya terasa responsif untuk aktivitas umum seperti membuka aplikasi, multitasking dan browsing. Tidak ada sensasi ponsel ngebut ala flagship, tapi untuk kelas harganya, performanya sudah terasa cukup stabil dan nyaman digunakan.
Seperti disebutkan sebelumnya, baterai menjadi salah satu nilai jual dari ponsel ini. Saat berita ini ditayangkan, saya belum mencoba menggunakan ponsel ini seharian penuh. Namun, kapasitas 6.500 mAh seharusnya membuat Infinix Note Edge sanggup menemani aktivitas seharian.
Selain itu, dengan fitur fast charge 45 watt membantu memangkas waktu pengisian daya. Sehingga tidak perlu terlalu lama menunggu ponsel kembali siap digunakan.
Infinix Note Edge dibekali sistem operasi Android 16 dan dilapisi antarmuka XOS 16. Dukungan ini menghadirkan visual GlowSpace yang memberikan tampilan visual transparan ala iOS 26.
Infinix sistem operasi Android 16 dan dilapisi antarmuka XOS 16. Dukungan ini menghadirkan visual GlowSpace yang memberikan tampilan visual transparan ala iOS 26.
Secara keseluruhan, kesan pertama menggunakan Infinix Note Edge terasa positif.
Ponsel ini tampil premium, terutama berkat layar melengkung yang nyaman digenggam dan desain bodi yang tipis serta ringan.
Meski demikian, kemampuan kameranya biasa saja dan tidak ditujukan untuk pengguna yang mengutamakan fotografi.
Namun, pengalaman visual, daya tahan baterai, dan kelengkapan dalam paket penjualannya membuat ponsel ini layak dipertimbangkan di kelas harga Rp 3 jutaan.
Infinix Note Edge cocok untuk pengguna yaang menginginkan ponsel dengan tampilan premium, nyaman digenggam, dan enak dipakai untuk konsumsi konten tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Infinix Note Edge dijual di Indonesia dengan harga berikut ini:
- 8/128 GB - Rp 3,3 juta
- 8/256 GB - Rp 3,5 juta
Tag: #kesan #saya #saat #pertama #kali #memegang #infinix #note #edge #tipis #melengkung #terasa #premium