Sebab Pendakian Gunung Lawu via Karanganyar Ditutup Februari 2026
Ilustrasi Gunung Lawu(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)
06:07
27 Januari 2026

Sebab Pendakian Gunung Lawu via Karanganyar Ditutup Februari 2026

Seluruh jalur pendakian Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, resmi ditutup sementara selama satu bulan penuh, yakni 1–28 Februari 2026.

Kali ini, penyebabnya adalah untuk memulihkan kondisi jalur serta memperbaiki berbagai fasilitas pendukung demi menjamin keselamatan para pendaki.

Penutupan itu tertuang dalam Pengumuman Nomor P/500.13.1/11/2026, yang mencakup empat jalur resmi di wilayah Karanganyar: Cemoro Kandang, Cetho, Pringgodani, dan Taman Saraswati.

Kerusakan jalur akibat curah hujan tinggi

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Hari Purnomo, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan setelah evaluasi bersama antara Pemkab Karanganyar dan Perhutani.

Hasil evaluasi ternyata menunjukkan adanya kerusakan cukup serius di sejumlah titik jalur pendakian.

Menurut Hari, curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan erosi di berbagai lintasan. Bahkan, beberapa jalur berubah menjadi aliran air karena tergerus derasnya hujan.

Selain jalur, berbagai fasilitas pendukung seperti papan informasi, rambu keselamatan, dan penanda jalur juga mengalami kerusakan.

Kondisi ini dinilai membahayakan para pendaki apabila pendakian tetap dibuka tanpa adanya perbaikan menyeluruh.

“Kondisi ini berpotensi membahayakan pendaki apabila tidak segera diperbaiki,” ujar Hari, Senin (26/1/2026).

Perbaikan jalur hingga pembaruan rambu

Selama periode penutupan, Disparpora dan Perhutani bersama para relawan serta masyarakat sekitar akan melakukan sejumlah pekerjaan perbaikan, di antaranya:

  • Perbaikan lintasan yang mengalami erosi
  • Penguatan jalur melalui pemasangan patok dan balok
  • Pengurukan tanah pada titik rawan longsor
  • Pembersihan lingkungan sepanjang jalur
  • Pembaruan rambu keselamatan dan papan informasi

Hari menegaskan bahwa proses pemulihan ini merupakan bentuk gotong royong berbagai pihak, termasuk Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) hingga relawan pecinta alam.

“Ini bentuk gotong royong untuk menjaga Gunung Lawu sebagai kawasan wisata alam agar tetap lestari dan aman dikunjungi,” katanya.

Mengapa Februari dipilih sebagai waktu penutupan?

Pemkab Karanganyar memilih Februari 2026 karena bulan ini tergolong periode sepi aktivitas pendakian.

Selain itu, menjelang pertengahan hingga akhir Februari, masyarakat mulai memasuki bulan Ramadan, sehingga aktivitas pendakian biasanya menurun.

Tugu di Puncak gunung Lawu, Hargo Dumilah.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Tugu di Puncak gunung Lawu, Hargo Dumilah.

Momentum tersebut dinilai ideal agar pemulihan dapat berjalan maksimal tanpa mengganggu banyak rencana pendakian.

“Harapannya, setelah jalur dibuka kembali, kondisinya sudah lebih baik, aman, dan nyaman bagi para pendaki,” jelas Hari.

Imbauan untuk calon pendaki

Disparpora Karanganyar meminta masyarakat memahami kebijakan ini dan tidak memaksakan diri memasuki jalur pendakian selama penutupan berlangsung. Akses ke seluruh jalur resmi akan diawasi dan ditutup demi keselamatan.

Dengan perbaikan yang dilakukan secara menyeluruh, pemerintah berharap Gunung Lawu dapat kembali menerima pendaki pada Maret 2026 dalam kondisi lebih aman, tertata, dan layak untuk aktivitas wisata alam.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Seluruh Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup Selama Februari 2026.

Tag:  #sebab #pendakian #gunung #lawu #karanganyar #ditutup #februari #2026

KOMENTAR