Sering Dikira Flu Biasa, Kenali Gejala Virus Nipah yang Bisa Menyerang Otak
Peningkatan kasus virus Nipah di India kembali menyoroti penyakit menular berisiko tinggi yang dapat berakibat fatal.
Infeksi virus ini kerap diawali gejala mirip flu, tetapi dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan berat hingga peradangan otak.
World Health Organization (WHO) mencatat tingkat kematian akibat virus Nipah mencapai 40–75 persen. Kondisi tersebut membuat pengenalan gejala sejak dini menjadi krusial.
Kasus di India picu kewaspadaan global
Seiring bertambahnya laporan kasus virus Nipah di India, perhatian tertuju pada gejala awal penyakit ini yang kerap tidak disadari oleh pasien.
Mengutip laporan Global Times dan The Independent, sejumlah pasien di India awalnya hanya mengalami keluhan ringan sebelum kondisi memburuk dan memerlukan perawatan intensif.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan bahwa keterlambatan mengenali gejala dapat meningkatkan risiko komplikasi serius.
Gejala virus Nipah yang perlu diwaspadai
Ilustrasi superflu. Peningkatan kasus virus Nipah di India kembali menyoroti gejala awal hingga berat yang dapat berkembang cepat dan berisiko fatal.
Melansir Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI, Kamis (5/10/2023), gejala virus Nipah umumnya muncul setelah masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari. Pada fase awal hingga lanjut, gejala yang dapat muncul meliputi:
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Batuk dan sakit tenggorokan
- Sesak napas atau kesulitan bernapas
- Muntah dan kesulitan menelan
- Kantuk berlebihan dan kebingungan
- Disorientasi dan perubahan perilaku
- Kejang
- Penurunan kesadaran hingga koma akibat peradangan otak atau ensefalitis
Gejala awal sering menyerupai flu biasa atau infeksi saluran pernapasan ringan.
Dalam laporan kasus di India, kondisi pasien dilaporkan memburuk ketika gangguan pernapasan dan gejala saraf mulai muncul bersamaan.
Gangguan pernapasan dan risiko radang otak
Virus Nipah dapat menyerang sistem pernapasan dan berkembang menjadi pneumonia berat.
Selain itu, WHO menyebutkan bahwa komplikasi paling berbahaya dari infeksi virus Nipah adalah ensefalitis atau radang otak.
Kombinasi gangguan pernapasan dan keterlibatan sistem saraf inilah yang membuat infeksi virus Nipah berisiko tinggi menyebabkan kematian.
Mengapa virus Nipah berisiko fatal?
WHO mengklasifikasikan virus Nipah sebagai priority pathogen karena potensi wabah dan tingkat kematiannya yang tinggi.
Tingkat fatalitas virus Nipah dalam berbagai wabah sebelumnya dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen.
Peningkatan kasus di India kembali menegaskan bahwa virus Nipah bukan penyakit ringan dan dapat berkembang cepat dalam hitungan hari.
Kapan harus segera mencari pertolongan medis?
Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami demam yang disertai gangguan pernapasan atau gejala neurologis.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama setelah kontak dengan hewan berisiko, seperti kelelawar, atau dengan pasien yang mengalami gejala serupa.
Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk virus Nipah. Karena itu, pengenalan gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah keterlambatan penanganan dan menekan risiko kematian.
Tag: #sering #dikira #biasa #kenali #gejala #virus #nipah #yang #bisa #menyerang #otak