Titiek Soeharto Minta Pemerintah-Peternak Waspada Penyakit Hewan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Kiri), Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Hermanto (kanan) saat meninjau sawah rusak ringan-sedang yang tengah diperbaiki di gampong Pinto Makmur, Muara Batu, Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).(Humas Kementan)
12:32
1 Februari 2026

Titiek Soeharto Minta Pemerintah-Peternak Waspada Penyakit Hewan

– Ancaman Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) dinilai masih menjadi faktor yang dapat menekan produktivitas subsektor peternakan nasional dan berimbas pada ketahanan pangan.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, saat meninjau Balai Besar Veteriner (BBV) Wates, Yogyakarta, Jumat (30/1/2026), dalam rangka melihat kesiapan pengendalian penyakit hewan.

“Subsektor peternakan nasional hingga saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain manajemen usaha peternakan yang masih bersifat tradisional, meningkatnya biaya pakan, serta ancaman PHMS yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan mengganggu ketahanan pangan nasional,” kata Titiek sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Minggu (1/2/2026).

Baca juga: Titiek Soeharto: Komisi IV Bakal ACC Tambahan Anggaran Rp 5,1 T untuk Pulihkan Sumatera

Dalam kunjungan kerja tersebut, perhatian Titiek dan jajaran Komisi IV DPR RI difokuskan pada kebijakan pengendalian PHMS guna mendorong peningkatan produktivitas sekaligus percepatan swasembada daging dan susu nasional.

Menurut Titiek, Penyakit Mulut dan Kelamin (PMK) menjadi salah satu jenis PHMS yang perlu terus diwaspadai, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap dunia peternakan.

Wabah PMK yang sempat melanda sektor peternakan nasional sebelumnya dinilai menjadi pengingat pentingnya sistem kesehatan hewan yang terpadu dan berkelanjutan.

Baca juga: Amran Sampai Titiek Soeharto Tinjau Rehabilitasi Sawah di Aceh Utara

Peran BBV dalam Sistem Kesehatan Hewan

Dalam konteks tersebut, Titiek menilai BBV memiliki peran strategis yang tidak terbatas pada fungsi laboratorium diagnostik semata.

Balai ini juga berperan dalam deteksi dini, pemantauan lalu lintas hewan, hingga pendampingan peternak dalam upaya pengendalian penyakit.

Oleh karena itu, Komisi IV DPR RI mendorong penguatan laboratorium BBV berstandar internasional, kelengkapan alat deteksi penyakit sesuai standar, serta perhatian terhadap Tenaga Harian Lepas (THL) peternakan yang berperan penting dalam deteksi dini.

“Juga berperan aktif dalam kegiatan surveilans,” ujar Titiek.

Baca juga: Titiek Soeharto: Pelan-pelan Mie Bukan dari Gandum, Beralih Ke Sorgum

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menekankan bahwa sistem kesehatan hewan yang kuat sangat berpengaruh terhadap tingkat produksi daging, susu, serta ketahanan pangan nasional.

Menurut Agung, pengendalian PHMS dapat berjalan efektif jika didukung kerja sama lintas lembaga serta dukungan anggaran yang memadai.

“Kami meyakini bahwa dengan dukungan kebijakan dan penganggaran yang kuat dari Komisi IV DPR RI, serta sinergi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, pengendalian PHMS dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan,” tutur Agung.

Baca juga: Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Bisa Rugikan Ekonomi RI Hingga Rp 9 Triliun

Vaksin PMK Jadi Upaya Menekan Risiko Ekonomi

Pada kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk siaga dan bergerak cepat menghadapi potensi ancaman PMK.

Ia meminta pengawasan terus dilakukan secara konsisten agar risiko terhadap dunia peternakan dapat ditekan.

Kementerian Pertanian, kata Amran, telah menyalurkan 4 juta dosis vaksin PMK sebagai bagian dari upaya pengendalian wabah.

Amran menyebut tren kasus PMK yang sempat menyebabkan kematian jutaan ternak kini mulai melandai.

“Vaksin telah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Alhamdulillah tren kasus PMK saat ini sudah melandai,” ujar Amran.

Tag:  #titiek #soeharto #minta #pemerintah #peternak #waspada #penyakit #hewan

KOMENTAR