Olahraga Setelah Serangan Jantung, Ini Anjuran Dokter agar Tidak Kambuh
– Setelah mengalami serangan jantung, banyak pasien ingin kembali aktif dan berolahraga seperti sedia kala.
Namun, olahraga pascaserangan jantung tidak bisa dilakukan sembarangan. Aktivitas fisik tetap dianjurkan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang aman, bertahap, dan terkontrol agar tidak memicu keluhan berulang.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Lira Firiana, Sp. JP, Subsp. P.R.Kv.(K), FIHA, menjelaskan bahwa pada pasien pascaserangan jantung, hal utama yang perlu diperhatikan saat berolahraga adalah muncul atau tidaknya keluhan, terutama nyeri dada.
“Biasanya kalau serangan jantung itu yang kita perlu concern adalah dia nyeri dada lagi enggak pada saat latihan,” ujar dr. Lira saat ditemui di Eka Hospital MT Haryono, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, pasien tidak dianjurkan langsung memaksakan diri berolahraga dengan intensitas tinggi. Justru, olahraga harus dimulai secara perlahan dan berkala.
“Jadi kita enggak boleh push semaksimal mungkin. Bertahap, kita mulai dari awal dulu,” kata dr. Lira.
Mulai dari intensitas rendah dan bertahap
Dr. Lira menuturkan bahwa salah satu cara sederhana untuk mengatur intensitas olahraga adalah dengan memantau denyut jantung.
Ia mencontohkan, jika menggunakan rumus denyut jantung maksimal 220 dikurangi usia, maka latihan sebaiknya dimulai dari intensitas rendah.
“Mungkin kita bisa mulai di 30–40 persennya dulu dari heart rate-nya. Kita mulai dari situ dulu,” jelasnya.
Alternatif lain yang lebih sederhana adalah dengan memulai dari aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit.
Jika saat berolahraga muncul keluhan, terutama nyeri dada, maka aktivitas harus segera dievaluasi.
Dr. Lira mengatakan, pasien perlu memperhatikan pada denyut jantung berapa keluhan tersebut muncul.
“Misalnya dia nyeri dada lagi nih di sekitar heart rate 120 kali per menit. Next coba lagi beat-nya dikurangi jadi 110,” kata dr. Lira.
Dalam kondisi tersebut, dr. Lira menyarankan agar intensitas latihan segera diturunkan. Penurunan denyut jantung dilakukan secara bertahap, disertai pendinginan dan istirahat, serta menghindari latihan yang melewati ambang denyut jantung pemicu keluhan.
Hal ini bertujuan agar pasien dapat berolahraga dengan aman, mengenali kemampuan tubuhnya, dan mencegah kekambuhan dengan cara perlahan serta tidak memaksakan diri.
Jenis olahraga yang dianjurkan
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Lira Firiana, Sp. JP, Subsp. P.R.Kv.(K), FIHA., menyarankan pasien dengan riwayat serangan jantung untuk melakukan olahraga secara bertahap, sesuai dengan kondisi tubuh.
Terkait jenis olahraga, dr. Lira menyebut bahwa olahraga aerobik menjadi pilihan utama bagi pasien pascaserangan jantung. Bukan tanpa alasan, olahraga jenis ini memang berfokus pada peningkatan kebugaran jantung.
“Pertama adalah aerobik dulu. Sebenarnya aerobik itu lebih untuk kebugaran jantungnya,” ujarnya.
Setelah itu, latihan dapat dikombinasikan dengan latihan kekuatan atau strength training, tetapi dengan intensitas yang ringan.
Latihan ini bertujuan membantu tubuh dan jantung kembali beradaptasi dengan aktivitas fisik secara bertahap.
“Kemudian yang kedua kita sisipkan dengan strength training, latihan beban. Tapi latihan beban yang dosis kecil saja, misalnya satu kilogram, dua kilogram, angkat barbel,” saran dr. Lira.
Tujuan utama: kualitas hidup
Adapun dr. Lira menegaskan bahwa tujuan utama dari olahraga dan rehabilitasi jantung bukanlah mengejar performa, melainkan meningkatkan kualitas hidup pasien.
“Tujuannya latihan kan untuk mempersiapkan jantung kembali ke kondisi kalau syukur-syukur bisa normal atau mendekati normal,” ujarnya.
Ia menambahkan, keinginan untuk kembali hidup normal hampir selalu dimiliki oleh pasien yang pernah mengalami serangan jantung maupun sakit lainnya.
Oleh sebab itu, rehabilitasi jantung dirancang bukan hanya untuk aspek medis, tetapi juga untuk mendukung aktivitas dan kenyamanan hidup pasien ke depannya.
“Semua orang kalau pascaserangan jantung atau pascasakit apa pun, pasti inginnya kembali lagi ke kehidupan yang normal, memperbaiki quality of life-nya. Itu yang kita kejar dari rehabilitasi jantung,” pungkas dr. Lira.
Tag: #olahraga #setelah #serangan #jantung #anjuran #dokter #agar #tidak #kambuh