Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki
Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Istana]
09:52
1 Februari 2026

Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki

Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan tertutup empat jam di Jakarta Selatan pada Jumat malam, 30 Januari 2026.
  • Diskusi tersebut dihadiri tokoh seperti Abraham Samad, membahas isu nasional, global, dan komitmen anti-korupsi.
  • Prabowo menekankan keseriusannya menghadapi oligarki dan menerima kritik penting sebagai pengingat pemerintah.

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh nasional yang kerap dianggap berada di luar lingkar kekuasaan, Jumat (30/1/2026) malam. Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, selama kurang lebih empat jam.

Eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menjadi salah satu tokoh yang hadir. Ia membenarkan adanya undangan langsung untuk berdiskusi dengan kepala negara.

“Benar sekali,” kata Samad saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Samad, pertemuan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB. Ia memperkirakan ada sekitar tujuh tokoh yang hadir, selain sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih.

Beberapa nama yang diingatnya antara lain Peneliti Utama Politik BRIN Siti Zuhro dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Sejumlah pejabat negara juga terlihat hadir, seperti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim.

Samad menjelaskan, undangan disampaikan melalui Sjafrie. Dalam forum tersebut, Prabowo banyak memaparkan pandangannya terkait kondisi nasional dan global, termasuk hasil keikutsertaannya dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss.

“Banyak hal yang beliau presentasikan, tentang penyelamatan sumber daya alam dan lain sebagainya,” ujar Samad.

Bahas Korupsi hingga Reformasi Polri

Dalam diskusi itu, Prabowo juga meminta masukan dari para tokoh yang hadir. Samad mengaku menyampaikan pandangannya terkait upaya memperbaiki Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang saat ini berada di angka 37.

Ia menyebut Prabowo menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi, termasuk rencana reformasi di tubuh kepolisian.

“Pak Prabowo menyampaikan bahwa dia tidak main-main dalam menghadapi oligarki. Dia tidak takut. Siapa pun oligarki yang merusak akan dihadapi,” kata Samad menirukan pernyataan presiden.

Selain itu, Prabowo disebut membuka ruang terhadap kritik dari masyarakat.

“Beliau bilang kritik itu penting untuk mengingatkan pemerintah,” ucap Samad.

Suasana Pertemuan Cair

Meski membahas isu-isu serius, suasana pertemuan disebut berlangsung santai. Samad menggambarkan Prabowo banyak tersenyum dan sesekali melontarkan candaan.

“Pak Prabowo lebih banyak senyum, tertawa lepas,” katanya.

Namun Samad mengaku tidak mengetahui pasti apakah pertemuan itu memang ditujukan khusus bagi tokoh oposisi.

“Saya sendiri tidak pernah merasa memposisikan diri sebagai oposisi. Saya hanya diundang untuk berdiskusi,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sempat menyinggung pertemuan tersebut saat berpidato dalam Retret PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kemenhan, Bogor.

“Tadi malam Bapak Presiden bertemu tokoh-tokoh nasional dalam tanda kutip oposisi,” kata Sjafrie.

Ia menyebut pertemuan itu bertujuan agar Presiden Prabowo bisa mendengar langsung berbagai pandangan dari tokoh-tokoh di luar pemerintahan.

Editor: Vania Rossa

Tag:  #prabowo #temui #sejumlah #tokoh #yang #disebut #oposisi #kertanegara #bahas #korupsi #hingga #oligarki

KOMENTAR