Cindo Match, Berawal Iseng Jodohin Teman hingga Jadi Layanan Cari Pasangan yang Diminati
– Di tengah ramainya aplikasi kencan, Cindo Match hadir dengan pendekatan yang terasa berbeda. Tidak ada swipe kanan atau kiri, tidak ada foto berderet di layar ponsel.
Yang ada justru CV calon pasangan, event pertemuan langsung, hingga proses perjodohan yang dibantu admin. Konsepnya sederhana, tapi terasa lebih personal dan serius.
Siapa sangka, layanan yang kini sudah diikuti lebih dari seribu orang ini berawal dari hal yang sangat santai, kebiasaan menjodohkan teman.
“Awal mulanya hanya iseng, karena teman-temanku banyak yang minta dicarikan pasangan dan cocok dengan rekomendasi aku. Akhirnya aku dan rekanku coba buat bikin jasa ini,” ujar Co-Founder Cindomatch, Angeline Chandra saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Dari keisengan itu, lahirlah Cindo Match, sebuah layanan cari jodoh yang kini berkembang pesat sejak resmi dimulai pada Juli 2025.
Hingga Januari 2026, sudah ada 1.059 pendaftar yang sekaligus menjadi anggota komunitasnya.
Latar belakang berdirinya Cindo Match
Terinspirasi dari China tapi dikemas dengan gaya Indonesia
Co-Founder Cindo Match, Angeline Chandra saat ditemui Kompas.com di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Angeline menjelaskan, konsep Cindo Match terinspirasi dari layanan serupa yang lebih dulu populer di China.
“Jasa ini terinspirasi dari China dan di sana itu sangat banyak jasa seperti ini. Sebab, di sana mereka sedang meningkatkan angka pernikahan, maka jasa seperti ini di-support banget sama pemerintah mereka,” jelas Angeline saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Namun, Cindo Match tidak meniru mentah-mentah. Konsepnya disesuaikan dengan kebutuhan anak masyarakat Indonesia, terutama soal privasi, keamanan data, dan fleksibilitas cara berkenalan.
Selain ingin membantu banyak orang menemukan pasangan, Angeline dan Co-Founder Cindo Match lainnya, Ricky Sen, juga melihat peluang besar dari sisi bisnis.
“Alasannya selain memang ingin bantu banyak orang cari pasangan, kami melihat juga kalau bisnid modelnya belum ada yang kerjain dan barrier of entry-nya juga besar,” kata Angeline.
Tak hanya itu, ia mengungkap alasan lain hadirnya Cindo Match. Sedikitnya populasi masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam mencari pasangan hidup.
“Cindo itu populasinya sedikit di Indonesia, mungkin cuma 4 persen. Lalu tidak semua orang punya relasi yang luas dan seiring bertambahnya usia akan bingung mau cari pasangan ke mana lagi,” lanjutnya.
Alternatif untuk yang lelah dengan dating apps
Suasana area Jodoh Market yang diselenggarakan Cindo Match di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Bagi sebagian orang, aplikasi kencan terasa melelahkan. Tidak semua datang dengan niat serius.
“Beberapa orang juga kurang cocok mencari pasangan lewat dating apps, karena banyak yang niatannya gak baik atau bahkan menipu,” ujar Angeline.
Di sinilah Cindo Match mencoba mengisi celah itu. Prosesnya dibuat lebih terkurasi, lebih terarah, dan menekankan pada niat serius membangun hubungan.
Apa saja layanan yang dimiliki Cindo Match?
Cindo Match tidak hanya punya satu cara mempertemukan orang. Ada beberapa layanan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing.
1. Jodoh Market
Suasana area Jodoh Market yang diselenggarakan Cindo Match di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Jodoh Market merupakan layanan pendaftaran CV atau pembukaan CV calon pasangan. Di sini kamu bisa ikut serta dengan mendaftarkan CV yang akan di pajang di kios ataupun di event tertentu.
Selain itu, Angeline menyebutkan, kamu juga bisa bisa membuka CV calon pasangan yang sekiranya membuat kamu tertarik untuk mengenal lebih lanjut.
“Jodoh market itu buat orang yang memang mau lihat profil calon pasangan. Di sini kami tidak menaruh foto asli peserta dan nama lengkap demi menjaga privasi,” jelas dia.
“Namun, kami tetap menaruh biodata lainnya seperti tahun lahir, status, domisili, agama, pendidikan terakhir, pekerjaan, hingga hobi,” lanjutnya.
Jodoh Market hampir diadakan setiap bulan di tempat berbeda. Jika ingin melihat CV peserta di luar event, pengunjung bisa datang ke kios Cindo Match di MOI, Jakarta Utara.
Bagi kamu yang tertarik untuk ikut Jodoh Market, sebaiknya sediakan biaya Rp 100.000 untuk mendaftar atau membuka CV calon pasangan.
2. Single Meet Up
Event Single Meet Up yang diselenggarakan Cindo Match di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Single Meet Up merupakan event bulanan yang digelar Cindo Match. Di sini kamu akan bertemu dengan banyak laki-laki maupun perempuan untuk saling berkenalan dan menjalin relasi.
Acara ini juga diisi dengan rangkaian games yang bisa mendekatkan satu sama lain. Biasanya acara ini diikuti oleh 50-60 laki-laki dan perempuan.
Konsepnya lebih santai seperti nongkrong bersama, tapi tetap terarah. Biayanya berkisar Rp 350.000–Rp 500.000, tergantung jenis pendaftaran.
3. Private Match
Private Match ditujukan bagi mereka yang ingin lebih personal dan eksklusif. Peserta akan digali kriteria pasangannya, lalu diberikan enam rekomendasi calon pasangan yang sesuai dalam waktu enam bulan.
Berbeda dengan jasa lainnya, jasa private match dibanderol mulai dari Rp 25 juta sekali bayar untuk periode 6 bulan dan 6 rekomendasi calon pasangan.
4. Blind Box Date
Blind Box Date hanya hadir saat event tertentu. Peserta perempuan dan laki-laki akan ngobrol tanpa saling melihat. Dalam waktu 5–10 menit, keduanya harus menekan tombol yes atau no.
Jika sama-sama memilih yes, mereka baru bisa saling melihat. Jika salah satu memilih no, maka tidak akan bertemu. Biayanya Rp 49.000.
Didominasi usia 30–40 tahun
Event Single Meet Up yang diselenggarakan Cindo Match di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Angeline menyebut, mayoritas peserta berasal dari generasi milenial dengan rentang usia 30 sampai awal 40 tahun.
“Mayoritas yang ikut Cindo Match ini dari kalangan milenial, jadi usia 30 sampai 40 tahunan. Ada juga yang usianya 25 atau bahkan di atas 40 tahun,” ungkap dia.
Namun, pihaknya juga memberikan batasan usia minimum dan syarat khusus bagi para calon pedaftar.
“Tapi kami sepakat untuk menentukan usia cowok minimal 25 dan cewek 20. Tentunya mereka harus sudah kerja dan berpenghasilan.”
Ricky menegaskan alasan di balik aturan tersebut. Ia menilai, syarat ini penting agar kedua pasangan bisa berjalan ke hubungan serius dan saling bertanggung jawab.
“Kami menganggap yang ikut ini ingin menjalin hubungan serius, jadi kami harus pastikan mereka sudah bekerja. Sebab, mau punya pasangan tapi belum ada penghasilan pasti kasihan pasangannya,” terang dia.
Puluhan pasang sudah menjalin hubungan serius
Meski tergolong baru, Cindo Match sudah mencatat banyak kisah sukses. Dari 1.059 anggota, sudah ada 30 pasangan yang berhasil bertemu lewat jasa ini.
“Selama 8 bulan kami berdiri, setiap bulan ada event dan sampai sekarang itu udah 30 pasang lebih yang udah pacaran,” ujar Ricky.
Tak hanya pacaran, ada yang akan melangkah lebih jauh ke jenjang pernikahan.
“Bulan Januari ini ada 1 pasangan yang akan menikah. Buat yang belum punya pasangan jangan khawatir, kami masih punya banyak CV di kios kami yang siapa tahu cocok,” tambah dia.
Lebih jauh, ,elihat antusiasme yang tinggi, Cindo Match kini berkembang lebih luas dengan melahirkan Indo Match.
Jasa ini memudahkan masyarakat Indonesia yang single untuk menemukan calon pasangannya dan tidak terbatas suku tertentu.
“Indo Match ini kami masih dalam proses rekrut member, karena baru didirikan akhir tahun 2025 kemarin, jadi masih 1 bulan,” kata Angeline.
Lewat Cindo Match, mencari pasangan terasa lebih manusiawi, lebih nyata, dan lebih hangat.
Bukan sekadar cocok di layar, tapi juga cocok dalam visi hidup. Dari keisengan menjodohkan teman, kini lahir sebuah ruang baru bagi banyak orang untuk memulai cerita cinta yang lebih serius.
Tag: #cindo #match #berawal #iseng #jodohin #teman #hingga #jadi #layanan #cari #pasangan #yang #diminati