Komisi XI DPR Sebut Rupiah Menguat Dipicu Pemilihan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun saat mengumumkan Thomas Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, di Gedung DPR RI pada Senin (26/1/2026).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU )
19:44
26 Januari 2026

Komisi XI DPR Sebut Rupiah Menguat Dipicu Pemilihan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

- Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Senin (26/1/2026) ditutup menguat 0,38 poin atau 0,23 persen ke level Rp 16.782 per dollar Amerika Serikat (AS). Setelah sejak awal tahun ini rupiah bergerak melemah mendekati level Rp 17.000 per dollar AS.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengklaim, penguatan rupiah hari ini ditengarai oleh optimisme pasar atas terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

"Alhamdulillah hari ini rupiah menguat ke Rp 16.700 pada saat kita memutuskan Pak Thomas terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

Kendati demikian, dia mengakui bahwa terpilihnya Thomas menjadi Deputi Gubernur BI tidak menjadi satu-satunya faktor yang membuat nilai mata uang Garuda menguat hari ini.

Sebab penguatan rupiah terjadi berbarengan dengan mata uang dollar AS yang tengah melemah akibat rilis data ekonomi AS yang di bawah ekspektasi pasar.

"Tapi kan what matters gitu, itu yang terjadi. Tapi faktanya kan itu yang terjadi," jawab Misbakhun ketika disinggung wartawan bahwa dollar AS melemah pada perdagangan hari ini.

Sebagai informasi, penguatan rupiah berlangsung seiring dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga berada di zona hijau.

Won Korea Selatan mencatatkan penguatan 1,96 persen, yen Jepang melaju 1,42 persen.

Ringgit Malaysia menguat 0,87 persen, dollar Singapura naik 0,31 persen, dollar Taiwan menguat 0,24 persen dan peso Filipina terapresiasi 0,22 persen, Yuan China bergerak positif 0,10 persen, sedangkan baht Thailand menguat tipis 0,003 persen.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono saat mengikuti fit and proper test untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (26/1/2026).Kompas.com/Isna Rifka Sri Rahayu Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono saat mengikuti fit and proper test untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (26/1/2026).Sementara itu, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dollar AS, sejalan tekanan jual yang kembali membayangi mata uang Paman Sam.

Pelemahan dollar AS dipicu oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan pada Jumat kemarin, sehingga memicu ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter dan mendorong investor mengurangi eksposur pada dollar.

Kondisi ini menciptakan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat. “Rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS yang kembali mengalami sell-off menyusul rilis data ekonomi AS yang lebih lemah pada Jumat,” ujar Lukman kepada Kompas.com.

Dari sisi domestik, komitmen BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah masih menjadi penopang utama sentimen pasar.

Kebijakan moneter yang konsisten, disertai langkah-langkah stabilisasi di pasar keuangan, memberikan keyakinan kepada pelaku pasar bahwa volatilitas rupiah akan tetap terkendali di tengah ketidakpastian global.

“Komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah juga masih memberikan sentimen positif. Range Rp 16.750- Rp 16.900,” paparnya.

Tag:  #komisi #sebut #rupiah #menguat #dipicu #pemilihan #thomas #djiwandono #jadi #deputi #gubernur

KOMENTAR