Bos Samsung: Berkat AI, TV Tak Akan Lagi Sekadar Layar
Samsung memiliki visi untuk membawa AI menjadi rekan untuk mempermudah hidup manusia.(KOMPAS.com/Yudha Pratomo)
11:24
8 Januari 2026

Bos Samsung: Berkat AI, TV Tak Akan Lagi Sekadar Layar

Ringkasan berita:

  • Samsung menilai AI akan mengubah TV dari sekadar layar pasif menjadi perangkat yang bisa memahami kebiasaan dan kebutuhan pengguna.
  • AI membantu pengguna menikmati fitur TV tanpa harus paham istilah teknis atau spesifikasi rumit.
  • Micro RGB jadi flagship premium, Mini LED alternatif lebih terjangkau, OLED tetap dipertahankan, dengan fokus komunikasi ke pengalaman, bukan angka.

- Televisi tak lagi diposisikan hanya sebagai layar untuk menonton konten.

Samsung mengatakan, kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan mengubah fungsi TV menjadi perangkat yang mampu berinteraksi langsung dengan pengguna.

Pernyataan tersebut disampaikan jajaran pimpinan Samsung Visual Display Business dalam sesi tanya jawab bersama media internasional di sela-sela acara The First Look di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.

Jurnalis KOMPAS.com Yudha Pratomo hadir di sesi tersebut, langsung di Las Vegas.

Samsung menilai, peran TV kini lebih dari fungsi tradisional sebagai media konsumsi hiburan.

"Tidak lagi berfungsi hanya sebagai media untuk mengonsumsi konten," kata Kevin Lee, Executive Vice President of the Customer Experience Team at the Visual Display (VD) Business of Samsung Electronics.

"Televisi dan layar visual sedang bergerak menuju tahap interaksi dengan pengguna," lanjut dia.

Ia juga menjelaskan, AI akan menjadi teknologi kunci yang memungkinkan interaksi tersebut.

Dengan AI, TV dapat memahami kebiasaan, kebutuhan, hingga konteks penggunaan pengguna, bukan sekadar menampilkan gambar dan suara.

Jajaran petinggi Samsung dalam sesi tanya jawab di acara The First Look 2026, yang merupakan bagian dari CES 2026.
KOMPAS.com/Yudha Pratomo Jajaran petinggi Samsung dalam sesi tanya jawab di acara The First Look 2026, yang merupakan bagian dari CES 2026.

Samsung juga menyoroti tantangan yang dihadapi konsumen saat ini. Banyaknya teknologi layar dan istilah teknis justru kerap membingungkan pengguna dalam memilih produk yang sesuai.

Di sinilah AI akan berperan penting untuk menyederhanakan pengalaman tersebut.

Dalam strategi produknya, Samsung menyebut segmen TV premium akan difokuskan pada teknologi Micro RGB sebagai lini flagship.

Sementara itu, Mini LED diposisikan sebagai pilihan premium dengan harga yang lebih terjangkau. OLED tetap dipertahankan sebagai bagian penting dari portofolio TV kelas atas Samsung.

Pendekatan ini, ditujukan agar konsumen memiliki pilihan yang jelas tanpa harus tenggelam dalam spesifikasi teknis yang kompleks.

AI akan membantu pengguna menikmati manfaat teknologi layar tanpa perlu memahami detail teknologinya secara mendalam.

Samsung juga menekankan bahwa komunikasi kepada konsumen ke depan tidak lagi berfokus pada angka atau spesifikasi semata.

Perusahaan akan lebih menonjolkan pengalaman nyata dalam penggunaan sehari-hari, seperti saat menonton pertandingan olahraga, bermain game, atau menikmati konten bersama keluarga.

Dengan demikian, TV di era AI bukan lagi perangkat pasif. Televisi diyakini akan menjadi pusat interaksi yang memahami penggunanya, sekaligus menjadi bagian dari ekosistem rumah pintar yang semakin terhubung.

Tag:  #samsung #berkat #akan #lagi #sekadar #layar

KOMENTAR