Survei Ipos: E-wallet Jadi Gaya Hidup karena Simpel dan Aman
- Survei Ipsos menunjukkan penggunaan dompet digital wallet kini tidak lagi sekadar alat pembayaran, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.
Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma menilai, kemudahan akses internet yang semakin luas serta tingginya aktivitas belanja daring mendorong adopsi e-wallet kian masif, terutama di kalangan generasi muda.
“Karena mungkin beberapa hal dari sisi simplicity-nya, kemudian dari sisi keamanan transfer bank dan sebagainya,” ujar Andi secara virtual, Senin (23/2/2026).
Ia menambahkan, hampir seluruh aktivitas konsumen saat ini tak lepas dari produk digital, termasuk dompet digital sebagai metode pembayaran.
Baca juga: DJP Bisa Intip Transaksi Kripto hingga E-wallet Mulai 2026
Berdasarkan hasil survei Ipsos yang dilakukan pada Januari 2026, terdapat sejumlah faktor utama yang mendorong penggunaan e-wallet.
Sebanyak 86 persen responden mengaku menggunakan digital wallet untuk kebutuhan belanja online. Angka ini dinilai sejalan dengan pertumbuhan pesat e-commerce di Indonesia.
“Mayoritas menggunakan e-wallet untuk online shopping. Ini sangat align dengan pertumbuhan transaksi belanja daring di Indonesia,” jelasnya.
Di posisi kedua, penggunaan digital wallet didorong oleh pembelian makanan dan minuman.
Transaksi ini terjadi baik secara offline maupun online.
Secara offline, konsumen bertransaksi langsung di merchant dan membayar menggunakan QRIS atau metode pembayaran digital lainnya.
Sementara secara online, pembayaran dilakukan melalui aplikasi pemesanan makanan dan minuman.
“Pembelian makanan dan minuman bisa dalam dua konteks, offline di merchant menggunakan QRIS, atau online lewat aplikasi dan dibayar melalui platform digital,” ungkap Andi.
Faktor selanjutnya adalah pembayaran tagihan rutin, seperti token listrik, iuran bulanan, hingga pembayaran BPJS.
Kemudahan dan kepraktisan menjadi alasan utama konsumen memilih e-wallet untuk transaksi reguler tersebut.
Dari sisi penetrasi internet, Indonesia mencatat angka lebih dari 80 persen, menjadikannya salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna internet yang tinggi.
Menurut dia, ini menjadi fondasi kuat bagi berkembangnya berbagai layanan digital, termasuk dompet digital.
Survei Ipsos mengambil sampel responden berusia 17 hingga 45 tahun dan dilakukan secara online di wilayah Jabodetabek, luar Jabodetabek, serta luar Pulau Jawa.
Profil responden didominasi oleh Gen Z, yang juga tecermin sebagai kelompok pengguna e-wallet paling aktif.
Survei juga menggunakan metodologi online, dimana kualitas dan autentisitas data dijaga ketat, dengan beberapa tahapan quality control yang diterapkan.
Baca juga: Apa Itu E Wallet, Kegunaan, dan Cara Kerjanya
Tag: #survei #ipos #wallet #jadi #gaya #hidup #karena #simpel #aman