Biar Tetap Lancar Saat Perjalanan Libur Nataru! Ini 5 Waktu yang Tepat Ganti Ban Mobil Kamu
Ilustrasi pengendara mengganti ban mobil yang sobek di tepi jalan. (Freepik)
11:00
25 Desember 2025

Biar Tetap Lancar Saat Perjalanan Libur Nataru! Ini 5 Waktu yang Tepat Ganti Ban Mobil Kamu

 - Ban mobil sering kali dianggap aman selama masih terlihat tebal dan tidak bocor. Padahal, kondisi ban sangat menentukan keselamatan, stabilitas, dan kenyamanan kamu saat berkendara, baik di dalam kota maupun perjalanan jauh. 

Menjaga ban juga sangat berguna bagi masyarakat yang ingin bepergian liburan Natal dan Tahun Baru. Ban yang sudah tidak layak pakai bisa menjadi penyebab utama kecelakaan, terutama saat hujan atau di kecepatan tinggi. Masalahnya, banyak pengendara yang tidak sadar kapan sebenarnya ban mobil harus diganti. 

Tidak sedikit yang baru mengganti ban setelah terjadi pecah ban, selip, atau mobil terasa tidak stabil saat dikendarai. Padahal, tanda-tanda ban aus bisa dikenali sejak jauh hari.

Supaya kamu tidak terlambat mengambil keputusan, penting untuk memahami indikator utama kondisi ban. Berikut ini adalah 5 tanda jelas yang menunjukkan ban mobil kamu sudah waktunya diganti demi keselamatan dan kenyamanan berkendara seperti dirangkum dari laman Wuling Indonesia!

1. Umur Ban Sudah Melebihi 3–5 Tahun

Meski secara visual ban masih tampak layak dan jarang digunakan, kualitas kompon karet tetap akan menurun seiring bertambahnya usia. Umumnya, ban mobil memiliki usia ideal antara 3 hingga 5 tahun sejak tanggal produksi. Setelah melewati rentang waktu tersebut, elastisitas ban berkurang dan karet menjadi lebih keras. Kondisi ini membuat ban lebih rentan mengalami retak halus hingga pecah, terutama saat digunakan dalam perjalanan jauh atau di cuaca panas.

2. Ketebalan Tapak Ban Sudah Menyentuh Batas

Tapak ban berfungsi sebagai penopang utama daya cengkeram ban ke permukaan jalan. Setiap ban dilengkapi Tread Wear Indicator (TWI) sebagai penanda batas aman keausan. Jika tapak ban sudah sejajar dengan TWI atau ketebalannya kurang dari 1,6 mm, kemampuan ban mencengkeram jalan akan menurun drastis. Dalam kondisi jalan basah, risiko mobil tergelincir atau mengalami aquaplaning pun semakin besar.

3. Jarak Tempuh Sudah Mencapai 40.000–50.000 Km

Selain usia, jarak tempuh juga menjadi indikator penting kapan ban perlu diganti. Rata-rata produsen ban merekomendasikan penggantian setelah menempuh jarak sekitar 40.000 hingga 50.000 km. Walaupun secara kasat mata ban masih terlihat bagus, penggunaan jangka panjang membuat struktur dan fleksibilitas karet menurun. Hal ini berdampak pada kenyamanan berkendara serta respons ban saat bermanuver.

4. Muncul Benjolan, Retakan, atau Lecet pada Ban

Jika kamu menemukan benjolan pada sisi atau permukaan ban, itu menandakan adanya kerusakan pada lapisan dalam ban. Kondisi ini sangat berbahaya karena berisiko menyebabkan pecah ban secara tiba-tiba. Selain itu, retakan atau lecet yang muncul akibat usia ban yang sudah tua, sering terpapar panas matahari, atau terkena benda tajam juga dapat melemahkan struktur ban dan meningkatkan risiko kecelakaan.

 

5. Ban Terlalu Sering Ditambal

Ban yang sudah berkali-kali ditambal sebaiknya tidak dipertahankan terlalu lama. Setiap tambalan mengurangi kekuatan dan daya tahan ban secara keseluruhan. Jika ban sering bocor dan memiliki banyak tambalan, terutama di area tapak, risiko kebocoran ulang atau kerusakan mendadak akan semakin besar, terutama saat melaju di jalan berlubang atau kecepatan tinggi.

Editor: Kuswandi

Tag:  #biar #tetap #lancar #saat #perjalanan #libur #nataru #waktu #yang #tepat #ganti #mobil #kamu

KOMENTAR