Persita Kalah dari Dewa United, Carlos Pena Sebut Level Wasit Indonesia Buruk
Carlos Pena, pelatih kepala Persita Tangerang, kembali melontarkan kritik tajam terhadap kualitas kepemimpinan wasit di Super League 2025-2026.(KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)
17:01
27 Februari 2026

Persita Kalah dari Dewa United, Carlos Pena Sebut Level Wasit Indonesia Buruk

Carlos Pena, pelatih kepala Persita Tangerang, kembali menyuarakan kritik pedas terhadap kualitas kepemimpinan wasit di Super League 2025-2026.

Kekecewaan ini memuncak setelah tim besutan Carlos Pena gagal mengamankan poin dalam laga bertajuk derbi Tangerang yang berlangsung dalam tensi tinggi.

Kekalahan tipis yang diderita Persita Tangerang dari Dewa United membuat Carlos Pena merasa lelah dengan kondisi perwasitan yang dianggapnya kerap merugikan tim.

Meski enggan menjadikan hal tersebut sebagai alasan utama kekalahan, ia menilai ada aspek profesionalisme yang terabaikan oleh para perangkat pertandingan yang bertugas.

Laga pekan ke-23 Super League 2025-2026 yang digelar di Stadion Indomilk Arena, Kamis (26/2/2026), berakhir pahit bagi tuan rumah.

Baca juga: Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi untuk Sejumlah Klub Super League, Persita Didenda Rp 100 Juta

Persita Tangerang dipaksa menyerah dengan skor 0-1 dari tamunya, Dewa United.

Gol tunggal kemenangan tim lawan dicetak oleh Ricky Kambuaya pada menit ke-36.

Meski terus berupaya mengejar ketertinggalan, Pendekar Cisadane tak mampu membobol gawang lawan hingga peluit panjang berbunyi.

"Dan saya lelah dengan wasit, saya tidak ingin mencari alasan hari ini," ujar Carlos Pena dikutip dari BolaSport.

"Dewa United mencetak satu gol, kami tidak bisa mencetak gol, kami mencoba, kami tidak bisa mencetak gol dan saya bukan orang yang mencoba mencari alasan."

Ia menambahkan bahwa timnya tidak akan menyerah begitu saja meski harus menghadapi berbagai kendala.

"Kami akan mencoba berjuang di pertandingan berikutnya melawan segala rintangan. Kita harus berjuang," ucapnya.

Sorotan untuk Wasit Cadangan Dika Pratama

Baca juga: Kronologi Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan dalam Laga Persib Vs Persita

Kekesalan pelatih asal Spanyol tersebut bukan tanpa alasan.

Fokus utama kritiknya tertuju pada wasit cadangan atau wasit keempat, Dika Pratama (Dika Rahmat Hidayat), yang dinilai melakukan kesalahan administratif yang fatal saat proses pergantian pemain.

Momen penyerang Persita Tangerang Hokky Caraka harus menjadi kiper dadakan saat melawan Persib Bandung pada laga pekan ke-22 Super League 2025-2026, Minggu (22/2/2026) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Momen penyerang Persita Tangerang Hokky Caraka harus menjadi kiper dadakan saat melawan Persib Bandung pada laga pekan ke-22 Super League 2025-2026, Minggu (22/2/2026) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Kejadian bermula ketika Carlos Pena hendak memasukkan Dejan Racic.

Namun, Dika Pratama dianggap lambat merespons karena adanya kekeliruan identifikasi pemain.

Wasit sempat mengira Zulfan adalah pemain asing, sehingga pergantian tertunda karena dianggap melampaui kuota pemain asing yang diperbolehkan di lapangan.

Akibat insiden tersebut, Persita sempat bermain hanya dengan 10 orang di saat krusial. Pena yang memiliki pengalaman melatih di Spanyol, India (FC Goa), dan Thailand (Ratchaburi FC), menyebut level kepemimpinan ini sangat buruk.

"Ini bukan tugas saya, tetapi pendapat saya setelah melatih di Spanyol, India, dan Thailand, di sini level wasit sangat buruk, kesalahan besar di setiap pertandingan, tetapi bagi saya kesalahan hari ini adalah tidak siap, tidak profesional," kata Carlos Pena.

Tuntutan Profesionalisme di Lapangan

Pena menegaskan bahwa dirinya selalu mempersiapkan strategi dengan detail dan profesional.

Baca juga: Persib Vs Persita 1-0, Sesal Carlos Pena Gagal Petik Angka di GBLA

Ia merasa kerja keras timnya tidak mendapatkan dukungan yang setara dari sisi penyelenggaraan pertandingan, terutama terkait akurasi data pemain oleh wasit.

"Anda tahu, sebelum memikirkan pergantian pemain, saya memeriksa, saya memeriksa, saya bisa memasukkan Dejan, ya, saya punya enam pemain asing di lapangan, saya bisa memasukkan Dejan, oke, saya melakukan pekerjaan saya," jelasnya.

"Tetapi wasit tidak melakukan pekerjaannya, dia mengatakan bahwa Zulfan adalah pemain asing, dia mengatakan bahwa Zulfan adalah pemain asing."

Menutup pernyataannya, ia berharap adanya perbaikan signifikan agar kompetisi berjalan lebih adil bagi semua kontestan.

"Jadi, Anda tahu, saya menjalankan pekerjaan saya dengan sangat profesional, saya memberikan segalanya setiap hari, saya dan pemain saya, jadi saya rasa ini tidak normal," pungkasnya.

Tag:  #persita #kalah #dari #dewa #united #carlos #pena #sebut #level #wasit #indonesia #buruk

KOMENTAR