Bantah Tuduhan Kekerasan Fisik dan Pelecehan Seksual ke Atlet Panjat Tebing, Hendra Basir Beberkan Kronologi Versinya
Hendra Basir. (Dok. AFP via Jawa Pos Koran)
16:22
25 Februari 2026

Bantah Tuduhan Kekerasan Fisik dan Pelecehan Seksual ke Atlet Panjat Tebing, Hendra Basir Beberkan Kronologi Versinya

Pelatih panjat tebing Hendra Basir membantah tuduhan terkait adanya kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang dilakukan kepada atlet. Ia membeberkan kronologi terkait polemik tersebut.

Hendra Basir telah dinonaktifkan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) atas dugaan adanya tindak kekerasan fisik dan pelecehan kepada delapan atlet tim nasional. Penonaktifan itu berlaku per 9 Februari 2026, sesuai dengan Surat Keputusan 0209/SKP/PP.NAS/1I/2026 tentang Penonaktifan Sementara Kepala Pelatih Pelatnas FPTI yang dikeluarkan FPTI.

Dijelaskan dalam SK tersebut bahwa dugaan tindak tidak terpuji itu muncul setelah adanya pengaduan dari delapan atlet panjat tebing Pelatnas FPTI, yang didampingi oleh psikolog Pelatnas FPTI, kepada Ketua Umum Yenny Wahid pada 28 Januari 2026.

Hendra Basir angkat bicara mengenai tuduhan tersebut. Dia membantah melakukan tindak kekerasan fisik dan pelecehan seksual kepada delapan atlet seperti yang dimaksud oleh FPTI.

"Ya saya sampai saat ini kan belum ada undangan atau surat klarifikasi terkait tuduhan dan dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual," kata Hendra saat dihubungi Rabu (25/2).

"Jadi silakan ditanyakan ke delapan atlet itu saja. Apakah tuduhan pelecehan seksual, dan setahu saya kan ada lima atlet putra dan tiga atlet putri tuh yang mengadu ke Ibu Ketum (Yenny Wahid) gitu," tambahnya.

Hendra Basir menjelaskan bah2q selama 15 tahun berkarier sebagai pelatih panjat tebing, dia merasa metodologi pelatihannya tak pernah berubah. Yakni pola latihan yang keras.

"Saya udah 15 tahun ngelatih, ya kalau memang pola latihannya keras, ya memang, ya memang gaya, karakteristik melatih saya seperti itu gitu kan," ucap Hendra.

"Kalau nggak perform dan lain-lain, ada momen tertentu yang memang eh misalkan saya tempeleng pakai sepatu atau apa, ya kira-kira gitu. Jadi kalau memang itu dikatakan bahwa itu tindakan kekerasan, ya saya siap menerima konsekuensinya gitu," sambung dia.

Terkait pelecehan seksual, Hendra Basir mengaku tak tahu tindakannya yang dikategorikan perbuatan negatif tersebut. Dalam pola pelatihannya, dia mengaku pernah memeluk dan mencium kening atlet.

Momen itu dilakukan oleh Hendra Basir ketika atlet putri sedang dalam kondisi terpuruk. Tindakan itu merupakan bentuk dan pendekatan dari dirinya untuk membangkitkan semangat para atlet.

"Ya sekali lagi sampai saat ini saya juga masih belum tahu tuduhan pelecehan seksualnya di bagian mananya gitu kan. Apakah itu dengan memeluk dan mencium kening itu adalah bagian dari pelecehan seksual? Itu ya saya nggak tahu. Karena memang pola pendekatan kepelatihan saya setiap kali harus saya lakuin kayak begitu tuh gitu," terang Hendra.

"Jadi tidak ada yang di-framing sekarang ini kan pelecehan seksual seperti kayak alat vital lah, segala macam payudara dan lain-lain dipegang, itu kan sangat jauh dari itu saya. Saya ya silakan saja ditanyakan. Yang jelas saya tidak melakukan hal-hal yang dituduhkan seperti yang di luar batas lah gitu," jelasnya menambahkan.

Hendra Basir kemudin memberikan penjelasan terkait kronologi munculnya dugaan kekerasan fisik dan pelecehan fisik. Ia menerangkan semua masalah itu terjadi pada 15 Januari 2026.

Awalnya Hendra menegur salah satu atlet senior panjat tebing Indonesia yang menurutnya berlatih secara arogan. Tanpa menyebut sosok yang dimaksud, ia menyebut etika atlet yang bersangkutan kurang.

"Di latihan juga ada standar batas lah, batas kewajaran itu boleh teriak atau apa. Dan itu sudah berkali-kali saya tegur, tapi ternyata tetep aja nggak berubah," ucap dia.

"Jadi, ya dari situ akhirnya kelihatan koalisi-koalisi dari mereka tuh. Kayak memang mungkin nggak nyaman dengan pola kepelatihan saya gitu. Akhirnya mereka ngadu lah langsung ke ini, ke Ibu Ketum," terangnya menambahkan.

Persoalan itu, kata Hendra Basir, sebenarnya juga sudah tuntas dua hari kemudian. Dia juga sudah berpamitan secara lisan kepada para atlet, namun belum membuat dan menyerahkan surat pengunduran diri.

Hendra Basir pun telah kembali ke tumah untuk meninggalkan tim nasional pada 18 Januari 2026. Dia merasa kecewa dengan kejadian saat itu karena menurutnya sudah menyangkut harga diri.

"Ya pokoknya saya sudah balik itu kurang lebih sudah lama, saya 18 Januari balik ke rumah gitu kan. Karena saya merasa kecewa karena tuduhan pelecehan seksual itu tuh. Yang di-framing sama temen-temen atlet senior gitu kan. Jadi saya bilang, saya mending pulanglah daripada berjuang buat negara tapi ujung-ujungnya diginiin gitu," tuturnya.

"Nah, dalam proses saya pulang ini, ternyata di tanggal 28 Januari rame tuh. Nah, baru tanggal 13 Februari saya dapat surat itu, surat penonaktifan, yang tertandatangan di tanggal 9 Februari. Artinya bisa saja surat itu beredar dulu sebelum saya terima gitu kan," tambahnya.

Hendra bertanya-tanya dengan alur waktu tersebut. Sebab sejak dirinya kembali ke rumah, tak pernah ada surat undangan dari FPTI kepada dirinya untuk mengklarifikasi masalah ini. Dua pun terkaget-kaget karena kabar ini jadi viral sekarang.

"Jadi buat saya ini sudah pembunuhan karakter. Karena tidak ada proses tabayyun dulu ke saya. Apakah benar delapan orang ini, lima putra, tiga putri ini begini ceritanya gitu kan. Itu kan buat saya sudah nggak fair gitu. Tapi ya saya terima, nggak apa-apa. Toh juga dengan ini pun saya juga udah cukuplah di tim nasional gitu," jelas Hendra Basir.

Lebih lanjut, Hendra Basir menegaskan bahwa semua yang dilakukan olehnya selama di Pelatnas FPTI adalah bagian dari dirinya untuk pendekatan dan pola pelatihannya sejak 2012.

Hendra pun menerima dan siap menghadapinya jika memang perbuatannya dianggap bagian dari tindak kekerasan fisik. Tapi tidak demikian dengan tuduhan pelecehan seksual.

"Kalau itu dijadikan sebuah isu utama, saya terima. Saya marah di situ. Ini ada konteks berlatihnya lah. Intinya tidak tidak jauh dari situ," ucapnya.

"Tetapi isu tentang pelecehan itu, itu yang bikin saya aduh, gila gua sebegitunya untuk negara, keluarga gua tinggal dan segala macam, tapi adek-adek gue berkoalisi, atlet-atlet senior berkoalisi untuk menjelekkan dengan isu begitu, itu udah soal harga diri ini," sambung Hendra Basir.

Sementara itu, mengutip dari Kantor Berita Antara, Sekretaris Umum PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro mengungkapkan bahwa federasi telah membentuk tim pencari fakta (TPF) terkait penonaktifan pelatih tersebut, akibat dugaan tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik kepada atlet.

"Jadi sesuai surat keputusan (SK) organisasi, maka Hendra Basir diberhentikan sementara sampai dengan ada keputusan dari TPF yang telah dibentuk," kata Wahyu, dipetik dari Antara.

Nama Penulis: DIMAS RAMADHAN WICAKSANA - [email protected]

Rubrik/Kanal: Sport

Tagging: Hendra Basir, Pelatnas FPTI

Editor: Hendra Eka

Tag:  #bantah #tuduhan #kekerasan #fisik #pelecehan #seksual #atlet #panjat #tebing #hendra #basir #beberkan #kronologi #versinya

KOMENTAR