Bojan Hodak Ngamuk Akibat Ulah Oknum Suporter di Laga ACL 2 Kontra Ratchaburi
-
Bojan Hodak marah besar akibat ulah oknum suporter masuk lapangan usai laga ACL 2.
-
Potensi sanksi AFC membayangi Persib Bandung akibat tindakan tidak disiplin sejumlah oknum pendukung.
-
Pelatih dan pemain Persib turun tangan langsung menghalau suporter yang nekat masuk lapangan.
Kemenangan emosional Persib Bandung atas Ratchaburi dalam lanjutan AFC Champions League Two ternoda.
Pelatih kepala Bojan Hodak tidak mampu menyembunyikan amarahnya melihat perilaku buruk segelintir pendukung.
Insiden ini terjadi tepat setelah wasit mengakhiri pertandingan leg kedua babak 16 besar tersebut.
Sejumlah individu nekat menerobos pembatas dan merangsek masuk ke dalam area lapangan pertandingan.
Kondisi ini membuat atmosfer stadion yang semula meriah berubah menjadi penuh ketegangan seketika.
Bojan Hodak secara terbuka meluapkan rasa frustrasinya saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ia merasa tindakan tidak terpuji tersebut mencoreng perjuangan keras yang telah dilakukan para pemain.
Padahal, pelatih asal Kroasia ini sangat mengagumi militansi puluhan ribu suporter yang hadir.
Dukungan masif dari tribune stadion diakuinya menjadi kunci sukses mengandaskan perlawanan wakil Thailand.
"Mungkin di sini tadi ada sekitar 30 ribu suporter dan 29.900 dari mereka itu fantastis. Tidak mudah bermain di sini, jika kalian ingat laga melawan Bangkok United, di babak pertama kesulitan. Bisa dilihat juga tadi Ratchaburi tidak mudah bermain di sini dan itu keuntungan bagi kami," kata Hodak.
Meskipun mayoritas suporter bersikap tertib, tindakan segelintir orang tetap dianggap pelanggaran yang sangat serius.
Hodak menyoroti potensi kerugian besar yang bisa menimpa manajemen Persib akibat ulah tersebut.
Denda administratif hingga sanksi larangan penonton menjadi bayang-bayang hitam bagi langkah Maung Bandung.
Bagi sang pelatih, tindakan masuk ke lapangan adalah bentuk egoisme yang merugikan kepentingan tim.
"Tapi ada seratus orang yang merusak itu. Mereka datang untuk kepentingan pribadinya. Karena kami bisa saja didenda karena seratus orang atau bahkan itu kurang dari seratus orang. Mereka meneror semuanya," ucapnya kemudian.
Pihak pelatih sangat berharap kejadian memalukan seperti ini tidak terulang kembali di masa depan.
Baginya, energi positif dari penonton tetap dibutuhkan untuk membakar semangat juang Beckham Putra dkk.
Stadion Si Jalak Harupat seharusnya tetap menjadi tempat yang angker bagi lawan, bukan bagi klub sendiri.
Keuntungan bermain di kandang harus dijaga dengan mematuhi aturan standar kompetisi internasional dari AFC.
"Saya bisa katakan 99 persen suporter fantastis dan bagi setiap lawan yang datang ke sini itu tidak akan mudah, itu keuntungan ketika kami bermain di kandang sendiri," tukasnya.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya Bojan Hodak sendiri yang turun tangan melakukan mediasi langsung.
Banyak saksi mata melihat pelatih berkepala plontos itu berjalan ke arah suporter yang melanggar batas.
Tidak hanya sendirian, beberapa penggawa utama Pangeran Biru juga turut membantu menenangkan massa yang emosional.
Nama-nama seperti Eliano Reijnders dan Layvin Kurzawa terlihat ikut menghimbau suporter agar segera meninggalkan lapangan.
Dedi Kusnandar selaku kapten tim juga berperan aktif mengarahkan pendukung untuk kembali ke area tribune.
Kehadiran para pemain bintang di tengah kerumunan ternyata efektif meredam aksi nekat oknum pendukung tersebut.
Para suporter yang tadinya mencoba merangsek ke tengah lapangan akhirnya luluh dan memilih untuk mundur.
Video yang memperlihatkan ketegangan antara pelatih dan oknum suporter tersebut kini viral di berbagai platform sosial.
Klub kini menunggu laporan resmi dari pengawas pertandingan terkait insiden keamanan yang terjadi semalam.
Semua pihak berharap kemenangan manis ini tidak berakhir pahit karena hukuman dari otoritas sepak bola Asia.
Tag: #bojan #hodak #ngamuk #akibat #ulah #oknum #suporter #laga #kontra #ratchaburi