Hari Penentuan di Tanah Eropa
BUKAN Josep Guardiola jika tidak mampu berkelit dan balik menohok. Setelah dibekuk 1-3 oleh klub asal Norwegia, Bodo/Glimt, ia menyadarkan pecinta bola, termasuk fans Manchester City, bahwa kalah dan menang itu biasa dalam permainan yang paling digandrungi ini.
Tim biru langit itu bisa kalah oleh tim mana pun, termasuk oleh Bodo/Glimt yang di musim lalu melaju hingga semifinal Liga Europa.
"Saya tahu memiliki 13 poin di Liga Champions adalah bencana, saya tahu, tapi ada delapan tim yang memiliki 13 poin, termasuk tim terbaik dunia," kata Guardiola.
Ia seperti ingin dimaklumi, namun jika cermat, Guardiola benar belaka. Bukan hanya City yang mengoleksi poin 13, tapi ada tujuh tim lainnya--entah itu karena kalah atau menang di laga ketujuh fase awal Liga Champions Eropa (UCL).
Ketujuh klub itu adalah sang juara bertahan, Paris Saint-Germain, Newcastle United, Chelsea, Barcelona, Sporting CP, Atletico Madrid dan Atalanta. Kedelapan tim ini nangkring di peringkat 6 hingga 13. Mereka cuma terpaut selisih gol. Bahkan jaraknya amat tipis antara sejumlah tim.
Alhasil laga kedelapan fase awal UCL yang berlangsung serentak pada 28 Januari atau 29 Januari 2026 (waktu Indonesia) akan jadi hari penentuan. Ada 30 klub yang hari itu harus "berperang" demi berebut peringkat 3-8 dan 9-24 (jatah play-off).
Enam klub lain telah bertemu nasibnya: Dua klub, yakni Arsenal dan Bayern Munchen sudah mengunci tiket 16 besar; sementara 4 klub dengan poin terendah telah gugur--secara matematis tak mungkin melesat ke peringkat 24 (batas play-off). Jadi, betapa seru dan dramatisnya petualangan berebut 14 tiket ke fase 16 besar UCL.
City yang terpojok di peringkat 11 dengan selisih gol 4 harus berduel dengan klub Turkiye, Galatasaray di hari penentuan itu. Bila menang, klub racikan Guardiola itu berpeluang masuk peringkat 8. Namun, itu juga ditentukan hasil laga dari para pesaingnya, 7 klub yg kini sudah menghimpun 13 poin itu. Jadi, sangat tak pasti.
Galatasaray, yang duduk di peringkat 17, tidak datang ke Stadion Etihad Manchester tanpa harapan. Mereka belum aman untuk mengunci satu tiket ke play-off. Mengimpun 10 poin dengan selisih gol nol (9-9), lebih aman buat klub Turkiye itu jika menang kontra City. Bila City tumbang, klub ini bakal mengarungi play-off seperti musim lalu.
Situasi klub lain sama, tidak gampang. Juara tahun lalu, PSG melakoni laga berat versus Newcastle United. Di papan klasemen kedua klub duduk di peringkat 6 dan 7, cuma terpaut selisih gol. Kedua klub berjuang di laga terakhir untuk lolos langsung, tapi itu pun ditentukan hasil 5 klub lain: Chelsea, Barcelona, Sporting CP, Atletico Madrid dan Atalanta.
Situasi ini sangat disesali oleh Luis Enrique akibat keok 1-2 di tangan Sporting CP di Lisbon di laga keenam fase awal UCL 2025/2026. Seandainya menang atau seri, PSG jauh lebih nyaman. Tapi begitulah sengitnya Liga Champions Eropa. Tak ada yang gampang, kemenangan ditentukan di atas lapangan dalam 90 menit, bukan di atas kertas.
Seandainya keok lagi kontra Newcastle di laga terakhir (dua musim lalu pernah menghajar PSG), klub dari Paris ini mesti berjibaku di play-off. Sesuatu yang dijalaninya di musim lalu, namun berujung manis: Kampiun Eropa.
Chelsea juga diimpit situasi serupa. Mengoleksi 13 poin dan selisih gol 6, kini Chelsea berada di peringkat 8. Liam Roseniar bakal senang jika posisi itu dapat dipertahankan selepas "perang" versus Napoli. Itu artinya lolos langsung ke babak 16 besar.
Amannya Chelsea menang di stadion Diego Armando Maradona, Naples. Sekali lagi jika menang pun, kelolosan Chelsea ditentukan hasil 7 klub pesaingnya yang kini mengoleksi 13 poin. Rekor tandang Chelsea di UCL musim ini amat buruk, sekali seri dan dua kali kalah.
Munchen dan Atalanta pernah menekuk The Blues. Duel Napoli vs Chelsea juga menghidupkan kenangan Antonio Conte yang dicampakkan manajemen The Blues usai memberi trofi Liga Premier Inggris musim 2016/2017 dan Piala FA dan 2017/2018.
Conte bisa minta Napoli main gaspol kontra klub yang pernah diraciknya itu. Napoli adalah juara Serie A musim lalu. Conte ingin tim racikannya melaju di UCL musim ini. Itu dia masalahnya.
Napoli terjatuh di peringkat 25 hingga laga ketujuh fase awal UCL. Mengoleksi 8 poin dan selisih gol minus 5, Napoli wajib menang untuk membuka peluang naik ke peringkat 24 dan setidaknya berhak ke babak play-off. Jika kalah dan seri, Napoli, petualangannya wassalam.
Pesaing Napoli, ada Olympiakos dan Copenhagen yang duduk di peringkat 24 serta 26. Tapi, Club Brugge, Bodo/Glimt, Pafos hingga Ajax Amsterdam yang berada di bawahnya bisa mengganjal langkah Napoli jika mereka menang dan Napoli dibungkam oleh Chelsea.
Arsitek Barcelona, Hansi Flick juga tak enak tidur menuju laga kedelapan UCL. Semifinalis musim lalu ini tak pernah menghitung akan mengalami situasi saat ini. Kekalahan 0-3 atas Chelsea di Stamford Bridge di bulan November lalu bikin Barca tergencet di posisi ini. Kabar baiknya Barca sedang dalam tren baik dan berlaga di stadion Camp Nou. Yang dihadapi cuma Copenhagen dari Denmark.
Namun, ini hari penentuan. Copenhagen pergi ke Catalunya untuk misi terus berada di panggung Eropa via babak plaf-off. Kali ini Lamine Yamal didesak bicara besar di lapangan rumput, bukan di konferensi pers dan media sosial. Talenta muda Barca ini adalah energi, punya daya dobrak dan sering menentukan. Namun sekali lagi Yamal dkk tidak menang sebelum laga 90 menit usai.
Sang "pembunuh raksasa", Sporting CP bermimpi dapat meneruskan kisah manisnya saat menumbangkan PSG. Klub dari Portugal ini akan menantang Athletic Bilbao di Stadion San Mames, Bilbao. Jika menang, Sporting berpeluang masuk peringkat 3-8, meski itu ditentukan hasil 7 klub barisan pengoleksi 13 poin.
Bilbao tidak mungkin rela melepas laga ini karena ia juga dalam situasi "hidup atau mati" untuk lolos babak play-off. Berada di peringkat 23, Bilbao rentan dilewati klub-klub di bawahnya.
Atletico Madrid tak seberuntung musim lalu. Kini ia terancam terjerumus ke babak play-off jika keok dari Bodo/Glimt---klub yang membungkam City, 3-1, di laga ketujuh. Pertaruhan sang peracik taktik Atletico, Diego Simeone sama, yakni menang dan berharap tujuh klub barisan pengumpul 13 poin gagal menang di laga kedelapan.
Sedangkan Bodo/Glimt berhasrat melompat ke peringkat 24, jatah terakhir play-off. Untuk itu Bodo/Glimt wajib menang, tak ada yang lain. Seri atau kalah, hanya akan menguatkan sinyalemen bahwa klub dari Norwegia ini menang atas Manchester City yang sedang goyah akibat parade cidera di lini belakang pasukan Guardiola.
Penghuni barisan 13 poin lain, yakni Atalanta akan melawat ke kandang Union Saint-Gilloes, Lotto Park, Anderlecht. Di atas kertas, Atalanta dapat mengatasinya. Dengan selisih gol cuma plus satu, Atalanta perlu menang besar untuk merawat peluang mengunci peringkat 8. Sekali lagi ini pun ditentukan hasil 7 klub barisan penghuni 13 poin lainnya.
Kita tak bicara Inter Milan sejak tadi. Di mana gerangan posisi finalis musim lalu itu? Inter tepat berada di bawah Atalanta, peringkat 14 dengan poin 12 dan selisih gol enam. Situasi serupa dialami Juventus: Poin 12, selisih gol 4 dan peringkat 15.
Seandainya dua klub mantan jawara di musim 2009/2010 dan 1995/1996 ini menang di laga terakhir, itu tak menjamin mereka menyegel peringkat 8 bila satu di antara 8 klub penghimpun 13 poin menang di laga terakhir. Jadi Inter dan Juventus agaknya harus melakoni babak play-off.
Situasi yang lebih menguntungkan dihadapi oleh Real Madrid, Liverpool dan Tottenham Hotspur. Berada di peringkat 3, El Real hampir pasti lolos ke 16 besar jika main seri kontra Benfica di laga terakhir. Punya 15 poin dan selisih gol 11, Madrid di atas angin. Yang dilawan adalah klub yang diasuh mantan pelatihnya, Jose Mourinho.
Pelatih urakan ini terlecut mengantar klubnya masuk play-off karena itu wajib menang atas Los Blancos. Meski kecil, peluang Mourinho mendongkrak Benfica menyegel peringkat 24 bukan tertutup sama sekali.
Liverpool (peringkat 4 dengan poin 15 selisih gol 6) kontra Qarabag serta Spurs (peringkat 6 dengan poin 14 selisih gol 8) yang melawat ke Eintracht Frankfurt, lebih baik menang di laga kedelapan. Seri dan terlebih kalah bakal bikin kedua klub terancam keluar dari peringkat 8. Barisan klub pengumpul 13 poin mengancam dua klub ini. Lagi pula pelatih dua klub itu, Arne Slott dan Thomas Frank, sedang tertekan karena hasil minor di liga domestik.
Menyegel tiket ke 16 besar secara langsung akan sedikit meredakan tekanan kepada dua pelatih ini.
Sebanyak 18 laga melibatkan 36 klub Eropa bakal tersaji pada 29 Januari 2026 (WIB). Delapan tim peringkat 1-8 berhak atas tiket langsung ke 16 besar. Sedangkan peringkat 9-24 harus melakoni play-off, kandang dan tandang.
Pemenang play-off, 8 klub/tim, akan melaju ke 16 besar. Itulah babak gugur yang acap kali menyajikan laga seru, dramatis, dan tak terduga.
Kalau Anda pecinta Arsenal dan Bayern Munchen yang sudah menyegel tiket ke 16 besar, sebaiknya tidak jemawa. Fase awal UCL tidak lebih menentukan dari babak gugur mulai 16 besar.
Liverpool di musim lalu nongkrong di peringkat 1 fase awal UCL. Ia enteng melaju ke 16 besar. Ternyata di babak itu, The Reds bertemu PSG--yang harus menempuh play-off untuk sampai ke 16 besar. Hasilnya, dua laga berakhir saling mengalahkan.
Di stadion Anfield, Liverpool justru tersingkir lewat adu penalti. PSG lalu mendaki ke babak yang lebih tinggi: Menyikat Aston Villa (8 besar), Arsenal di semifinal dan Inter Milan di partai puncak. Cerita ini belum tentu berulang, namun punya peluang terjadi lagi.
Pelajaran terpentingnya adalah babak gugur sangat menentukan. Percuma nangkring di peringkat 1-2 di fase awal UCL, tapi keok di 16 besar. Semua cerita di Liga Champions musim 2025/2026 ini akan ditetapkan di hari penentuan, 28 Januari 2026 waktu Eropa.
Dan jelas bukan hanya Pep Guardiola yang cemas. 29 manajer/pelatih juga dag dig dug ser di laga terakhir fase awal UCL. Menang bernafas, kalah terjungkal (untuk klub yang bertarung untuk lolos play-off). Bersiap-siaplah untuk senang dan kecewa.
Tag: #hari #penentuan #tanah #eropa