Sejak 1 Januari 2026, Atraksi Gajah Tunggang di Bali Resmi Dihentikan
Dua ekor gajah saat melakukan antraksi dalam program Elephant Mud Fun di Bali Zoo, Jalan Raya Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, pada Januari 2026. /Dok. Humas Bali Zoo(Dokumen Humas Bali Zoo)
20:07
28 Januari 2026

Sejak 1 Januari 2026, Atraksi Gajah Tunggang di Bali Resmi Dihentikan

Aktivitas naik gajah atau gajah tunggang di Bali Zoo resmi dihentikan sejak 1 Januari 2026.

"Terhitung mulai 1 Januari 2062, Bali Zoo telah menghentikan wahana menunggang gajah," dikutip dari unggahan instagram resmi @balizoo, dikutip Rabu (28/1/2026).

Lebih lanjut disampaikan, keputusan tersebut diambil untuk mendukung komitmen berkelanjutan Bali Zoo terhadap kesejahteraan hewan.

"Memberikan gajah-gajah kami lebih banyak waktu untuk perilaku alami, interaksi sosial, dan pengayaan lingkungan," katanya.

Menambahkan dari Kompas.com (16/1/2026) kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan seluruh lembaga konservasi di Indonesia untuk menghentikan kegiatan peragaan gajah tunggang.

Dalam penerapannya, Bali Zoo telah melakukan koordinasi intensif dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. 

Baca juga: 10 Tempat Wisata Anak di Blora, Bisa Lihat Replika Fosil Gajah Purba 

Penghentian aktivitas menunggang gajah dilakukan untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi satwa agar dapat berinteraksi secara sosial, beraktivitas bebas, dan mengekspresikan perilaku alaminya.

Kepala Humas Bali Zoo, Emma Chandra, menegaskan alasan utama kebijakan ini adalah untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis satwa tetap menjadi prioritas. 

“Kesejahteraan satwa adalah prioritas utama Bali Zoo. Kebijakan ini diambil untuk mendukung pengelolaan gajah yang lebih baik dan memastikan standar perawatan terus ditingkatkan,” ujar Emma Chandra dalam keterangan resminya, seperti diberitakan Kompas.com (16/1/2026).

Baca juga: 6 Fakta Taman Nasional Way Kambas Lampung, Tempat Konservasi Gajah Sumatera

Pawang memberikan pakan berupa buah-buahan memaknai Hari Gajah Sedunia di Bali Zoo, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (12/8/2025). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna Pawang memberikan pakan berupa buah-buahan memaknai Hari Gajah Sedunia di Bali Zoo, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (12/8/2025).

Meski aktivitas Elephant Riding dihapuskan, Bali Zoo menekankan bahwa aspek edukasi tidak akan berkurang. 

Sebaliknya, pengalaman wisata akan diarahkan pada kegiatan yang lebih etis dan informatif.

Fokus program yang kini dikembangkan meliputi: perawatan harian gajah, pendidikan, dan program pengayaan lingkungan hidup.

Baca juga: Atraksi Gajah di Way Kambas Akan Ditiadakan, Demi Kesejahteraan Satwa

Emma menambahkan bahwa ke depan, pengunjung akan diajak memahami perilaku dan kebutuhan gajah melalui pendekatan yang lebih humanis, tanpa interaksi menunggangi satwa.

"Bali Zoo akan melanjutkan fokus pada perawatan harian gajah, edukasi konservasi, serta pengembangan pengalaman pengunjung yang lebih peduli terhadap satwa,” ujarnya.

Populasi gajah di Bali Zoo

Saat ini Bali Zoo menjadi rumah bagi 14 ekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), yang terdiri dari:

  • 4 ekor gajah jantan 
  • 10 ekor gajah betina 
  • Rentang usia 3 hingga 45 tahun 

Baca juga: 4 Tips Wisata ke Taman Gajah Tunggal di Tangerang

Pengumuman mengenai penghentian aktivitas gajah tunggang pertama kali disampaikan melalui akun media sosial resmi Bali Zoo pada Rabu (14/1/2026).

Kebijakan ini disambut hangat oleh masyarakat. Banyak warganet yang memuji langkah Bali Zoo karena dianggap sebagai keputusan progresif untuk meningkatkan kesejahteraan satwa dan mendorong pariwisata yang lebih beretika di Bali.

Tag:  #sejak #januari #2026 #atraksi #gajah #tunggang #bali #resmi #dihentikan

KOMENTAR