Sepp Blatter Dukung Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di AS
– Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter menyatakan dukungannya terhadap seruan agar penggemar sepak bola memboikot pertandingan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat tahun ini, dengan alasan kekhawatiran soal keamanan.
Pernyataan Sepp Blatter disampaikan pada Senin (26/1/2026), menyusul komentar dari pengacara antikorupsi Mark Pieth, yang sebelumnya terlibat dalam upaya reformasi FIFA ketika Blatter masih menjabat.
“Saya pikir Mark Pieth benar untuk mempertanyakan Piala Dunia ini,” tulis Blatter melalui media sosial, seperti dikutip dari AFP.
Kekhawatiran Keamanan dan Seruan untuk Suporter
Pieth secara terbuka menyarankan para suporter tidak melakukan perjalanan ke Amerika Serikat selama Piala Dunia berlangsung.
Salah satu alasan adalah tewasnya seorang demonstran bernama Renee Good, yang disebut ditembak oleh agen imigrasi Amerika Serikat di Minneapolis pada awal Januari.
Dukungan Blatter atas pandangan Pieth muncul setelah kabar kematian warga AS lainnya, Alex Pretti, pada akhir pekan lalu.
“Apa yang kita lihat secara domestik—marjinalisasi lawan politik, penyalahgunaan wewenang oleh layanan imigrasi, dan lain-lain—hampir tidak mendorong para penggemar untuk pergi ke sana,” kata Pieth dalam wawancara dengan harian Swiss Tages-Anzeiger pekan lalu.
Pieth bahkan memberi saran tegas kepada suporter.
“Untuk para fans, satu saran saja: hindari Amerika Serikat. Anda akan mendapatkan tontonan lebih baik lewat televisi.”
Warga Amerika berduka atas kematian Alex Pretti, perawat yang tewas ditembak agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, Sabtu (24/1/2026).
“Setibanya di sana, para penggemar harus bersiap bahwa jika mereka tidak bersikap benar di hadapan otoritas, mereka akan langsung dipulangkan. Jika mereka beruntung...”
Piala Dunia 2026 dan Dinamika Internal FIFA
Piala Dunia dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli, dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama.
Blatter sendiri mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIFA pada 2015 di tengah berbagai skandal, dan posisinya kemudian diisi oleh Gianni Infantino.
Tahun lalu, Blatter dan mantan Presiden UEFA Michel Platini dinyatakan bebas secara definitif dari tuduhan terkait pembayaran tertunda sebesar dua juta franc Swiss yang dilakukan FIFA kepada Platini pada 2011 untuk jasa konsultasi.
Platini sebelumnya juga melontarkan kritik terhadap Infantino, yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Ia telah menjadi lebih seperti seorang otokrat,” ujar Platini awal bulan ini. “Ia menyukai orang-orang kaya dan berkuasa.”
Tag: #sepp #blatter #dukung #seruan #boikot #piala #dunia #2026