Kisah John Herdman, 33 Tahun Meniti Karier Kepelatihan hingga Berlabuh di Timnas Indonesia
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, membocorkan rahasia di balik perjalanan karier sepak bolanya yang panjang dan penuh pengalaman.(KOMPAS.com/Firzie A. Idris)
17:49
21 Januari 2026

Kisah John Herdman, 33 Tahun Meniti Karier Kepelatihan hingga Berlabuh di Timnas Indonesia

Sosok pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan rahasia di balik perjalanan panjang kariernya di dunia sepak bola.

John Herdman mendeskripsikan dirinya sebagai pribadi yang memiliki tingkat obsesi tinggi terhadap setiap target yang ingin dicapainya bersama Timnas Indonesia.

Pengalaman John Herdman di dunia manajerial memang tidak perlu diragukan lagi.

Meski saat ini baru menginjak usia 50 tahun, ia tercatat sudah menekuni profesi pelatih selama 33 tahun, yang dimulai sejak dirinya masih remaja.

Dedikasi luar biasa inilah yang membawanya melanglang buana ke berbagai negara sebelum akhirnya menerima tantangan besar di tanah air.

Memulai Karier Sejak Usia Belia

Perjalanan profesional Herdman dimulai sangat dini. Ia sudah mulai melatih sejak usia 17 tahun dan terus mengejar kualifikasi kepelatihan tingkat tinggi di Eropa dalam waktu singkat.

Dalam wawancara eksklusif melalui kanal YouTube resmi Tim Nasional Indonesia, ia menjelaskan bagaimana sifat obsesif membentuk etos kerjanya.

"Saya memulai kepelatihan saya pada usia 17 tahun," kata John Herdman dalam wawancara ekslusif di Youtube timnas Indonesia.

"Saya mendapat kualifikasi pertama saya pada usia 18 tahun, lisensi UEFA saya pada usia 20 tahun."

"Sehingga saya memiliki kepribadian obsesif ketika saya berkomitmen pada sesuatu yang saya ingin total melakukannya," lanjutnya.

Meski begitu, ia menyadari bahwa sifat tersebut memiliki dua sisi yang berbeda.

Sifat obsesif tersebut bagaikan pisau bermata dua yang menuntut komitmen total, namun juga menjadi motor penggerak perjalanannya dari Inggris menuju Selandia Baru, Kanada, hingga kini berada di Jakarta.

"Itu sebuah kekuatan dan kelemahan," tegas John Herdman.

Timnas Indonesia dalam perjuangan di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia saat menghadapi Arab Saudi, Kamis (9/10/2025) di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.Dokumentasi Instagram Erick Thohir Timnas Indonesia dalam perjuangan di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia saat menghadapi Arab Saudi, Kamis (9/10/2025) di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.

"Dan saya beranggapan bahwa komitmen, gairah pembinaan telah membawa saya dari Inggris ke Selandia Baru, ke Kanada, dan sekarang Indonesia. Untuk mengalami budaya yang berbeda," tambahnya.

Rekam Jejak Gemilang di Ajang Dunia

Nama Herdman mulai mencuat di panggung internasional berkat tangan dinginnya membawa tim-tim yang ia latih berprestasi di level Olimpiade dan Piala Dunia.

Saat menukangi timnas putri Selandia Baru, ia sukses mengantarkan mereka ke ajang dunia pada edisi 2007 dan 2011.

Prestasi tersebut berlanjut ketika ia hijrah ke Kanada. Ia memimpin tim putri negara tersebut meraih medali perunggu pada dua edisi Olimpiade berturut-turut, yakni 2012 dan 2016.

Pencapaian yang paling fenomenal adalah saat ia berhasil meloloskan timnas putra Kanada ke Piala Dunia 2022 setelah penantian panjang selama 36 tahun.

Misi Membawa Garuda ke Level Selanjutnya

Kini, ia memikul harapan besar dari publik sepak bola tanah air.

Target utama yang dicanangkan adalah membawa Indonesia menembus putaran final Piala Dunia 2030.

Herdman meyakini bahwa Indonesia memiliki kesiapan dan potensi besar untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

"Saya merasa, anda tahu sebagai pelatih, sebagai pemimpin, saya telah mampu membantu, apakah itu tim putri Selandia Baru atau tim pria dan tim putri Kanada mencapai tingkat berikutnya," ujar John Herdman.

"Dan saya pikir Indonesia sangat menarik karena anda dapat merasakannya sangat jelas. Bahwa negara ini siap untuk naik ke level berikutnya dan anda tahu."

"Semoga yang akan menjadi warisan saya adalah saya dapat membantu proses itu," pungkasnya.

Tag:  #kisah #john #herdman #tahun #meniti #karier #kepelatihan #hingga #berlabuh #timnas #indonesia

KOMENTAR