Nasib Klub Brunei dan Ramadhan Sananta Jika Liga Malaysia Disanksi FIFA
Pemain timnas indonesia Ramadhan Sananta dijaga pemain Taiwan saat laga FIFA Matchday yang berakhir dengan skor 6-0 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
12:27
10 Januari 2026

Nasib Klub Brunei dan Ramadhan Sananta Jika Liga Malaysia Disanksi FIFA

- DPMM FC menghadapi situasi yang belum pasti pada Liga Malaysia musim 2025-2026.

Klub asal Brunei Darussalam tersebut saat ini berkompetisi di Liga Malaysia setelah tampil dua musim di Liga Singapura. 

Pilihan pindah kompetisi diambil untuk memberi tantangan baru bagi tim milik Kerajaan Brunei itu.

Performa DPMM FC pada musim ini terbilang stabil. Tim asuhan Jamie McAllister sempat menjalani masa adaptasi pada awal kompetisi dan berada di papan bawah klasemen.

Seiring waktu, kerja sama antarpemain mulai terbentuk. DPMM kemudian mencatat empat kemenangan beruntun dan menembus papan tengah Liga Malaysia.

Situasi tersebut muncul bersamaan dengan isu sanksi FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia atau FAM.

Ancaman pembekuan berkaitan dengan kasus pemain naturalisasi ilegal berpotensi memberi dampak pada kompetisi Liga Malaysia 2025-2026.

Ancaman Sanksi FIFA untuk Liga Malaysia

Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Windsor John, menjelaskan konsekuensi apabila FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM. 

Menurutnya, sanksi akan membatasi aktivitas internasional tim nasional dan klub Malaysia.

"Jika FIFA menskors FAM, maka semua tim nasional dan klub tidak akan bisa bermain di luar Malaysia," ucap Datuk Windsor John.

"Liga lokal dapat berjalan," lanjutnya.

"Tetapi semua tim nasional, baik senior maupun U-12 (B-12), termasuk klub yang berkompetisi untuk mewakili Malaysia di ACL, tidak akan diizinkan bermain di luar negeri," urainya.

Secara aturan, DPMM FC berstatus klub asing sehingga tidak mewakili Malaysia di kompetisi internasional. Meski demikian, opsi untuk mencari kompetisi lain tetap terbuka apabila situasi Liga Malaysia berubah.

Opsi DPMM dan Posisi Ramadhan Sananta

Pemain sepak bola Indonesia Ramadhan Sananta dan agennya Gabriel Budi foto bersama usai menandatangi kontrak bersama manajemen DPMM FC, klub asal Brunei Darussalam yang berlaga di Liga Super Malaysia musim 2025-2026.Dokumentasi Pribadi Pemain sepak bola Indonesia Ramadhan Sananta dan agennya Gabriel Budi foto bersama usai menandatangi kontrak bersama manajemen DPMM FC, klub asal Brunei Darussalam yang berlaga di Liga Super Malaysia musim 2025-2026.

DPMM FC memiliki sejumlah pilihan jika harus meninggalkan Liga Malaysia 2025-2026. Opsi paling realistis ialah kembali ke Liga Singapura.

Dari sisi jarak dan logistik, kompetisi tersebut dinilai lebih praktis. DPMM juga memiliki riwayat panjang di Singapura dengan catatan tampil selama 12 musim sejak 2009.

Pilihan lain yang bisa dipertimbangkan ialah Liga Thailand. Kompetisi tersebut dikenal memiliki level persaingan lebih tinggi dan kualitas tim yang merata.

Situasi ini turut menyangkut penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta. Pemain tersebut menjadi bagian penting DPMM FC pada musim ini.

Sananta telah mencatat 13 penampilan dengan kontribusi tiga gol dan dua assist. Keputusan klub terkait masa depan kompetisi akan ikut menentukan kelanjutan kiprah Sananta bersama DPMM FC.

Tag:  #nasib #klub #brunei #ramadhan #sananta #jika #liga #malaysia #disanksi #fifa

KOMENTAR