Komdis PSSI: Pemain Putra Jaya Berpotensi Dihukum Larangan Aktivitas Sepak Bola Seumur Hidup
Insiden horor yang terjadi pada pertandingan Putra Jaya Pasuruan vs Perseta 1970 Tulungagung di Grup CC Liga 4 Jawa Timur putaran 32 besar yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026).(TANGKAPAN LAYAR)
15:52
6 Januari 2026

Komdis PSSI: Pemain Putra Jaya Berpotensi Dihukum Larangan Aktivitas Sepak Bola Seumur Hidup

Ketua Komisi Disiplin PSSI, Umar Husin, mengatakan pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi, berpotensi mendapatkan hukuman berat, yakni larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.

Muhammad Hilmi menjadi pelaku pelanggaran horor kepada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha.

Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan Putra Jaya Pasuruan vs Perseta 1970 Tulungagung di Grup CC Liga 4 Jawa Timur putaran 32 besar yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026).

Pada laga tersebut, Putra Jaya mengenakan kostum berwarna kuning, sementara, Perseta memakai jersey berwarna hijau.

Dalam rekaman yang beredar luas yang diunggah oleh akun media sosial resmi Perseta, terlihat jelas seorang pemain Putra Jaya yang diketahui bernama Muhammad Hilmi, melakukan tendangan kungfu ke arah dada pemain Perseta, Firman Nugraha.

Insiden itu terjadi sekitar menit ke-71 saat Putra Jaya tertinggal 0-4 dari Perseta.

Akibat dari kejadian tersebut, Firman harus dilarikan ke Rumah Sakit lantaran merasa sakit di dadanya tak kunjung membaik.

Keselamatan Atlet Lebih Penting dari Pertandingan

Menyikapi pelanggaran serius yang dilakukan Hilmi, Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, menyatakan keselamatan atlet itu harus terjamin dan lebih penting dari pertandingan itu sendiri.

Ketika keselamatan seorang atlet terancam, baik di sepak bola atau pun olahraga lainnya, pertandingan bisa ditunda bahkan dibatalkan.

"Itu diatur di Undang-Undang Olahraga ya, Undang-Undang Keolahragaan Nasional, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022," kata Umar dalam keterangan pers PSSI yang diterima KOMPAS.com, Selasa (6/1/2026).

"Itu banyak sekali pasal-pasal yang mengatur tentang keutamaan menyangkut keselamatan atlet. Misalkan atlet sakit dipaksa main, itu enggak boleh gitu," tambahnya.

Lebih lanjut, Umar menuturkan PSSI sendiri memiliki turunan dari Undang-Undang Keolahragaan Nasional yang tercantum dalam kode disiplin. 

Tujuannya, untuk mencegah dan menindak tegas tindakan tidak sportif atau pelanggaran berat agar tidak berulang.

"Pada prinsipnya, kita itu ingin mengembangkan dunia sepak bola, membantu federasi mengembangkan sebuah kondisi yang kondusif untuk perkembangan sepak bola ya," ujar Umar.

"Artinya bagaimana sepak bola itu berkembang dengan sehat, dengan baik, dan tidak merugikan pihak lain," jelasnya.

Tanpa Ragu Harus Dihukum Keras

Tindakan tegas kepada pihak yang melakukan pelanggaran bisa berupa teguran, denda, sanksi, dan lain sebagainya untuk menegakkan fair play dan rule the game dari olahraga khususnya sepak bola.

Semua itu dilakukan Komdis PSSI, yang merupakan pihak yang berhak menjatuhkan sanksi, sebagai komitmen untuk menegakkan aturan dalam rangka melindungi olahraga, melindungi atlet, dan menciptakan sebuah lingkungan yang kondusif bagi berkembangnya sepak bola di tanah air.

Maka itu, dia mengimbau kepada semua pihak yang berperan sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga untuk tidak ragu-ragu menghukum pihak-pihak yang melakukan pelanggaran-pelanggaran yang keras atau brutal.

"Nah, pihak-pihak yang mengancam atmosfer yang sehat ini, yang ini yang mesti ditertibkan, yang mesti kita berikan teguran, denda, sanksi, dan lain sebagainya demi tegaknya fair play dan rule of the game dari olahraga khususnya sepak bola," tutur Umar.

"Kami dalam komitmen melindungi atlet itu. Oleh karena itu, bagi pihak-pihak yang mengancam perkembangan sepak bola yang kondusif ini yang akan kita berikan tindakan."

"Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup," tegas dia.

Tag:  #komdis #pssi #pemain #putra #jaya #berpotensi #dihukum #larangan #aktivitas #sepak #bola #seumur #hidup

KOMENTAR