Bawa Pemain Eropa, Mampukah John Herdman Hentikan Dominasi Thailand dan Bawa Indonesia Juara ASEAN?
John Herdman (Suara.com)
23:24
5 Januari 2026

Bawa Pemain Eropa, Mampukah John Herdman Hentikan Dominasi Thailand dan Bawa Indonesia Juara ASEAN?

Baca 10 detik
  • John Herdman resmi menjadi pelatih baru Timnas Indonesia mulai awal Januari 2026 mendatang.

  • Timnas Indonesia menargetkan gelar juara perdana Piala AFF di bawah asuhan John Herdman.

  • Jadwal Piala AFF tengah tahun memungkinkan pemain liga Eropa memperkuat Skuad Garuda 2026.

Era kepemimpinan baru di kursi kepelatihan Timnas Indonesia kini resmi dimulai bersama sosok John Herdman.

Juru taktik berpengalaman tersebut mulai mengemban tanggung jawab besar terhitung sejak Sabtu (3/1).

Kehadiran Herdman membawa harapan baru bagi publik sepak bola tanah air yang merindukan prestasi internasional.

Tugas berat sudah menanti pelatih berkebangsaan Inggris ini sepanjang kalender kompetisi tahun 2026 mendatang.

Herdman dijadwalkan segera memimpin persiapan teknis untuk mengawal Ricky Kambuaya serta rekan-rekan setimnya.

Deretan agenda internasional yang sangat padat telah menunggu untuk segera dieksekusi oleh tim pelatih.

Fokus utama Skuad Garuda akan terbagi pada beberapa turnamen bergengsi di bawah naungan FIFA.

Kompetisi tersebut mencakup FIFA Series yang merupakan ajang anyar bagi perkembangan tim nasional dunia.

Selain itu terdapat jadwal rutin FIFA Match Day yang berfungsi menjaga posisi Indonesia di peringkat dunia.

Kejuaraan level regional seperti Piala AFF tetap menjadi prioritas utama bagi federasi dan juga masyarakat.

Tidak hanya menangani tim senior, tantangan besar juga hadir melalui ajang multicabang Asian Games.

Kategori usia di bawah 23 tahun atau Timnas U-23 akan menjadi tanggung jawab yang sangat krusial.

John Herdman dituntut mampu melakukan sinkronisasi antara program tim senior dengan pengembangan pemain muda berbakat.

Meski FIFA Match Day dianggap sebagai laga rutin, setiap pertandingan tetap memiliki bobot poin yang penting.

Namun, di antara semua agenda tersebut, Piala AFF tetap dipandang sebagai kompetisi yang sangat prestisius.

Turnamen sepak bola terbesar di kawasan Asia Tenggara ini sering kali dianggap sebagai momok bagi Indonesia.

Sejak pertama kali digelar hampir tiga dekade lalu, gelar juara selalu gagal mampir ke pelukan Garuda.

Indonesia tercatat sebagai pengoleksi gelar runner up terbanyak tanpa pernah merasakan nikmatnya mengangkat trofi utama.

Sebanyak enam kali kesempatan di partai final selalu berakhir dengan kekecewaan bagi seluruh pendukung setia.

Kegagalan terakhir yang masih membekas terjadi pada edisi 2020 saat tim nasional harus mengakui keunggulan lawan.

Tim nasional Thailand tercatat menjadi pesaing paling tangguh yang sering menghancurkan mimpi besar Indonesia.

Tercatat empat kali tim Negeri Gajah Putih tersebut mengalahkan Indonesia pada partai puncak di berbagai edisi.

Selain Thailand, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia juga pernah memberikan luka di laga final.

Singapura memupus harapan Indonesia pada 2004, sedangkan Malaysia berhasil mencuri kemenangan pada tahun 2010 silam.

Uniknya, tim kuat Vietnam justru menjadi satu-satunya raksasa regional yang belum pernah bersua Indonesia di final.

Saat ini Vietnam menyandang status sebagai juara bertahan dalam kompetisi yang kini berganti nama tersebut.

Format penyelenggaraan Piala AFF atau ASEAN Championship kali ini mengalami perubahan waktu yang sangat signifikan.

Turnamen yang biasanya digelar akhir tahun kini bergeser ke periode tengah tahun untuk musim 2026.

Pergeseran jadwal ini memberikan keuntungan besar bagi komposisi pemain yang akan dipanggil oleh John Herdman.

Pelatih kini memiliki fleksibilitas lebih tinggi untuk memanggil para pemain Indonesia yang berkarier di liga Eropa.

Ketersediaan pemain dari liga-liga top luar negeri diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan skuad secara keseluruhan.

John Herdman diharapkan mampu meramu strategi jitu dengan mengombinasikan bakat lokal dan pemain yang berpengalaman di luar.

Masyarakat menaruh ekspektasi tinggi agar kutukan spesialis runner up dapat segera dipatahkan di tangan Herdman.

Tahun 2026 akan menjadi pembuktian sejauh mana efektivitas kepemimpinan pelatih baru dalam membawa perubahan positif.

Setiap laga di bawah kendali Herdman akan dipantau secara ketat sebagai indikator kesuksesan sepak bola nasional.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #bawa #pemain #eropa #mampukah #john #herdman #hentikan #dominasi #thailand #bawa #indonesia #juara #asean

KOMENTAR