Skandal Memata-matai Lawan Membayangi John Herdman Jelang Peresmian Pelatih Timnas Indonesia
-
John Herdman menjadi kandidat utama pengganti Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.
-
Muncul isu skandal penggunaan drone untuk memata-matai lawan saat Herdman melatih tim Kanada.
-
Kesepakatan gaji dan kontrak antara PSSI dengan John Herdman kabarnya sudah selesai dirampungkan.
Kabar mengenai penunjukan nahkoda baru bagi Timnas Indonesia, John Herdman kini sedang menjadi sorotan hangat publik.
Nama John Herdman muncul ke permukaan sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi kepelatihan nasional.
Namun di tengah proses administratif ini muncul kembali isu miring dari masa lalunya di Amerika Utara.
Informasi tersebut berkaitan erat dengan integritas kompetisi yang melibatkan teknologi pemantau jarak jauh atau pesawat nirawak.
Publik kini mulai menilik kembali rekam jejak pria berkebangsaan Inggris tersebut sebelum resmi bertugas.
PSSI dikabarkan telah memantapkan pilihan mereka pada sosok Herdman untuk menahkodai tim Merah Putih.
Keputusan ini diambil setelah jajaran Komite Eksekutif (Exco) melakukan pertimbangan matang terhadap beberapa nama besar.
Nama-nama teknisi kelas dunia seperti Giovanni van Bronckhorst kabarnya sempat masuk dalam radar pemantauan.
Kendati demikian kesepakatan internal federasi akhirnya lebih condong kepada mantan pelatih timnas Kanada tersebut.
Target utama dari penunjukan ini adalah untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari Patrick Kluivert.
Proses komunikasi antara pihak federasi dengan sang pelatih dikabarkan sudah mencapai titik temu.
Urusan krusial terkait besaran gaji tahunan dan durasi kontrak kerja disebut telah disepakati bersama.
Kini pecinta sepak bola dalam negeri hanya tinggal menanti seremoni peresmian yang dilakukan federasi.
Segala dokumen pendukung nampaknya sudah rampung dan tinggal menunggu waktu peluncuran ke publik saja.
Meskipun terlihat mulus aroma skandal lama tiba-tiba menyeruak kembali dan menjadi perbincangan netral.
Media internasional CBC.ca baru-baru ini mengangkat kembali isu kontroversial yang pernah melibatkan nama Herdman.
Laporan tersebut menuding adanya penggunaan drone untuk memantau sesi latihan tertutup tim lawan mereka.
Aksi ilegal dalam dunia olahraga ini diduga kuat terjadi ketika dirinya masih menukangi Kanada.
Praktik tidak terpuji tersebut menjadi perbincangan luas terutama saat momentum Olimpiade Paris 2024 berlangsung.
Lebih mengejutkan lagi metode spionase ini ditengarai sudah menjadi kebiasaan lama sejak tahun 2018.
Selain isu spionase teknologi sang pelatih juga memiliki catatan merah terkait etika di lapangan.
Kejadian yang paling diingat dunia terjadi pada perhelatan akbar Piala Dunia 2022 silam.
Sesaat sebelum bentrokan melawan Kroasia dimulai dirinya kedapatan melontarkan kalimat yang sangat tidak pantas.
"Jelang laga melawan Kroasia, ia melontarkan umpatan kasar yang terekam kamera dan viral di media sosial."
Aksi emosional tersebut sempat memicu ketegangan diplomatik sepak bola antara kedua negara yang bertanding.
Kini rekam jejak tersebut menjadi bahan diskusi serius di kalangan penggemar sepak bola nasional.
Banyak yang mempertanyakan apakah faktor kepribadian ini akan mempengaruhi performa Timnas Indonesia di masa depan.
Walaupun demikian rekam jejak prestasi teknisnya tetap menjadi alasan utama PSSI memberikan kepercayaan penuh.
Masyarakat berharap agar standar profesionalisme tertinggi tetap dijunjung oleh siapa pun yang akan melatih.
Sekarang bola berada di tangan PSSI untuk memberikan pengumuman resmi mengenai status sang pelatih.
Tag: #skandal #memata #matai #lawan #membayangi #john #herdman #jelang #peresmian #pelatih #timnas #indonesia