Cerita Cristian Chivu soal Tantangan dan Peluang Inter Menuju Kesuksesan
Inter Milan dinilai berada di jalur yang tepat menuju kesuksesan meski sempat merasakan kekecewaan di ajang Supercoppa Italiana.
Pelatih Cristian Chivu menegaskan, hasil minor tersebut tidak mengubah fokus tim jelang lanjutan persaingan Liga Italia (Serie A) 2025-2026.
Saat ini, Inter Milan masih memimpin klasemen Serie A setelah 16 pertandingan.
Namun, kekalahan melalui adu penalti dari Bologna di Supercoppa Italiana menjadi catatan yang perlu dievaluasi sebelum menghadapi tantangan berat berikutnya.
Cristian Chivu mengakui bahwa kegagalan di Supercoppa Italiana meninggalkan rasa kecewa.
Meski demikian, ia melihat sejumlah hal positif dari performa timnya, terutama pada babak kedua pertandingan.
Inter Milan disebutnya tetap menunjukkan karakter dan upaya untuk menjaga keseimbangan permainan, meskipun hasil akhir belum berpihak.
Ancaman Atalanta di Liga Italia
Menjelang duel melawan Atalanta di Serie A, Chivu mengingatkan bahwa laga tersebut selalu sarat tantangan.
Menurutnya, Atalanta adalah tim dengan fondasi kuat yang dibangun dalam waktu panjang.
"Pertandingan melawan Atalanta selalu sulit," buka pelatih asal Rumania itu dikutip dari Football Italia.
"Mereka membangun tim dengan baik di bawah Gasperini dan mencoba mempertahankan mentalitas yang sama yang membawa mereka memenangkan Liga Europa."
Chivu menekankan bahwa kekuatan utama Atalanta terletak pada intensitas permainan, gaya bermain vertikal, serta pertahanan man-to-man yang agresif.
Oleh karena itu, Inter Milan dituntut tampil disiplin dan berani sepanjang laga.
“Melawan Atalanta tidak pernah mudah dengan intensitas, permainan vertikal, dan pertahanan man-to-man mereka," tegasnya.
Henrikh Mkhitaryan dibayangi Riccardo Orsolini dalam pertandingan semifinal Piala Super Italia antara Bologna vs Inter Milan di Stadion Al Awwal Park, di Riyadh pada 19 Desember 2025. (Foto oleh Fayez Nureldine / AFP)
"Kita harus berani, memenangkan bola-bola kedua, dan berusaha bermain solid," tambah Cristian Chivu.
Refleksi Perjalanan Inter Milan di 2025
Cristian Chivu juga berbagi pandangannya terkait perjalanan Inter Milan sepanjang tahun kalender 2025.
Ia mengakui ada masa-masa sulit, terutama di awal musim, namun tim terus berupaya bangkit.
"Saya tidak pernah suka berbicara tentang diri saya sendiri," ungkap allenatore berusia 45 tahun itu.
"Setelah akhir musim lalu, ada beberapa bulan yang sulit di awal musim ini, tetapi kami telah melakukan semua yang kami bisa untuk kembali ke jalur yang benar."
Meski performa tim belum sepenuhnya sempurna, Chivu menegaskan bahwa Inter Milan tetap menjaga ambisi besar untuk bersaing di papan atas Serie A.
"Ada pasang surutnya, dan kami tidak sempurna. Kami berusaha untuk meningkatkan diri, kami telah melakukan beberapa hal dengan baik dan beberapa hal lainnya kurang baik," terang Chivu.
Penyerang Inter Milan asal Argentina Lautaro Martinez, merayakan gol bersama Nicolo Barella (kiri), pada laga Serie A Italia antara Genoa dan Inter Milan di Stadion Luigi Ferraris di Genoa pada 14 Desember 2025.
"Kami mencoba untuk menghilangkan kekurangan tertentu secara kolektif dan individual. Tim harus mempertahankan ambisi yang sama," pungkasnya.
Sikap Chivu soal Bursa Transfer
Menjelang dibukanya bursa transfer Januari, Chivu memilih bersikap hati-hati dan tidak ingin terlalu jauh membahas kebutuhan tim.
Ia menilai pembicaraan soal transfer berpotensi mengganggu fokus pemain.
“Ada lima atau enam hari sebelum jendela transfer dibuka. Sulit untuk membicarakannya sebagai seorang pelatih karena ia berisiko membuat para pemain kecewa,” jelas Chivu.
"Seorang pelatih tidak akan pernah bisa memberi tahu Anda apa yang kurang atau apa yang mereka butuhkan, karena itu berarti tim mereka tidak sesuai standar."
"Saya akan berhenti di situ, ini tidak pernah mudah," lanjutnya.
Tag: #cerita #cristian #chivu #soal #tantangan #peluang #inter #menuju #kesuksesan