Polri Respons Desakan YLBHI, Sebut Kehadiran Brimob di Wilayah Timur Sangat Membantu
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir saat ditemui di Mabes Polri, Minggu (15/2/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
12:26
25 Februari 2026

Polri Respons Desakan YLBHI, Sebut Kehadiran Brimob di Wilayah Timur Sangat Membantu

- Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyebutkan, kehadiran Brimob khususnya di wilayah timur Indonesia sangat membantu.

Hal itu merespons desakan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang meminta agar pasukan Brimob ditarik dari penanganan urusan-urusan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat imbas kasus penganiayaan hingga menyebabkan pelajar tewas di Tual, Maluku.

"Khusus untuk konteks pelibatan kawan-kawan Brimob Polri yang mem-backup satuan kewilayahan apakah Polres kemudian satker yang ada di Polda dengan karakteristik wilayah Indonesia khususnya seperti kami ketika bertugas di wilayah timur Indonesia, ini adalah hal yang sangat membantu," kata Isir, dalam konferensi pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Tragedi Kematian Pelajar di Tual Seret Brimob ke Pusat Sorotan, Perlukah Ditarik dari Masyarakat?

Isir menegaskan, institusinya terbuka terhadap kritik dan masukan, termasuk soal usulan agar Brimob ditarik dari masyarakat.

Namun, ia mengakui adanya kelemahan dalam peristiwa yang memicu kritik publik, tetapi menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan tindakan di level individu, bukan kebijakan institusi.

"Benar ada kelemahan, iya kami akui. Ini merupakan tindakan-tindakan di tataran individu ini. Kami sedang melaksanakan tetap evaluasi untuk kemudian memperkuat," ujar dia.

Ia menegaskan, pelibatan Brimob dilakukan untuk menjamin keamanan, ketertiban sosial, dan keselamatan masyarakat.

Baca juga: Komnas HAM Segera ke Tual Maluku Usut Kasus Brimob Aniaya Anak

Sebelumnya diberitakan, Ketua YLBHI Muhammad Isnur mendesak Polri menarik pasukan Brimob dari penanganan urusan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Desakan itu disampaikan menyusul kasus dugaan kekerasan anggota Brimob di Tual, Maluku, yang menyebabkan seorang remaja berinisial AT (14) meninggal dunia.

“Jadi, tarik semua pasukan Brimob dari urusan-urusan dengan masyarakat ya. Ini bukan masalah kamtibmas yang ditangani oleh Brimob ya," kata Isnur, dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Kompolnas Akan Cek TKP Brimob Aniaya Pelajar di Tual

YLBHI juga mendorong reformasi kepolisian secara menyeluruh, termasuk evaluasi peran Brimob dalam pengamanan di tengah masyarakat.

Menurut Isnur, Brimob merupakan satuan khusus yang diperuntukkan bagi kepentingan tertentu, bukan untuk menghadapi warga sipil, demonstran, atau masyarakat yang memperjuangkan hak atas tanah dan lingkungan.

Tag:  #polri #respons #desakan #ylbhi #sebut #kehadiran #brimob #wilayah #timur #sangat #membantu

KOMENTAR