Meksiko Bergejolak, BNN Tetap Waspada Pergerakan Bandar Narkoba Jaringan Internasional
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto (empat kanan) memimpin konferensi pers penangkapan Dewi Astutik di Gedung 600, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (02/12/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
03:32
25 Februari 2026

Meksiko Bergejolak, BNN Tetap Waspada Pergerakan Bandar Narkoba Jaringan Internasional

- Kerusuhan yang terjadi di Meksiko menjadi atensi Badan Narkotika Nasional (BNN). Meski situasi keamanan salah satu negara penyuplai narkoba untuk jaringan internasional itu sedang terganggu, BNN tetap waspada terhadap pergerakan para bandar. Khususnya yang berjejaring dengan jaringan internasional di luar negeri.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa situasi di Meksiko memang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap rantai pasok narkoba di Indonesia. Dia menyatakan bahwa para bandar di Indonesia bisa jadi mencari alternatif lain untuk terus menyuplai barang haram tersebut meski keadaan di Meksiko sedang panas.

”Para bandar di Indonesia rantai pasoknya akan tetap mencari alternatif yang paling ekonomis dan aman untuk mencoba mensuplai narkotika menuju pasar Indonesia,” ungkap dia pada Selasa (24/2).

Suyudi pun membeber kepala tiga rantai pasok utama bagi bandar narkoba di Indonesia. Yakni Golden Triangle, Golden Crescent, dan Golden Peacock. Golden Triangle melibatkan jaringan di Myanmar, Thailand utara, dan Laos utara. Jaringan itu merupakan salah satu sumber utama produksi narkoba sintetis, terutama metamfetamin atau sabu di Asia Tenggara.

Sementara Golden Crescent meliputi Afghanistan, Iran, serta Pakistan adalah lokasi utama global untuk produksi opium dan heroin. Terakhi jaringan Golden Peacock yang terkait dengan peredaran narkoba dari wilayah Amerika Selatan, khususnya Brasil dan Meksiko untuk narkoba jenis kokain dan sabu.

”Badan Narkotika Nasional secara aktif membongkar sindikat-sindikat ini, yang memanfaatkan berbagai modus operandi dan jalur penyelundupan, terutama melalui jalur laut,” terang dia.

Jenderal bintang tiga Polri itu pun memastikan, pihaknya telah mengidentifikasi jaringan Kartel Sinaloa dari Meksiko sebagai ancaman. BNN juga mengonfirmasi adanya penyelundupan narkotika yang terkait dengan jaringan tersebut ke Indonesia.

”Rantai pasokannya melibatkan rute internasional yang kompleks, sering kali melalui jalur laut,” ujarnya.

Menurut Suyudi, kartel internasional tidak beroperasi secara langsung di Indonesia. Mereka bekerja sama dengan sindikat dan jaringan lokal atau nasional. BNN sudah membongkar beberapa jaringan internasional di Indonesia yang terhubung dengan kartel Meksiko. Misalnya pembongkaran 27 jaringan narkoba pada 2024 yang beberapa diantaranya terkait dengan kartel Meksiko.

”Salah satu jaringan yang diungkap pada tahun 2024 adalah jaringan Gregor Haas, yang diduga sebagai bagian dari jaringan Kartel Sinaloa yang berpusat di Meksiko,” jelas dia.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #meksiko #bergejolak #tetap #waspada #pergerakan #bandar #narkoba #jaringan #internasional

KOMENTAR