Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?
- Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, meyakini mutasi dirinya dari RSCM ke RS Fatmawati adalah hukuman Kemenkes.
- Wakil Menteri Kesehatan Dante Laksono menyayangkan dan menegur Dirjen Kesehatan Lanjutan terkait keputusan mutasi Piprim.
- Piprim diberhentikan sebagai ASN Kemenkes karena mangkir, meyakini ini sanksi atas independensi IDAI terkait kolegium profesi.
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, meyakini bahwa mutasi dirinya dari RS Cipto Mangunkusumo ke RS Fatmawati merupakan bentuk hukuman dari Kementerian Kesehatan akibat sikap kritisnya terhadap keterlibatan pemerintah dalam pembentukan kolegium profesi dokter.
Keyakinan tersebut dirasakan Piprim ketika ia menerima panggilan telepon langsung dari Wakil Menteri Kesehatan Dante Laksono, yang mengaku turut kecewa atas keputusan mutasi tersebut.
"Begitu ribut-ribut bulan Mei surat mutasi saya itu keluar dan IDAI mengadakan acara doa bersama, Wamenkes 1 Prof Dante menelefon saya dari Jenewa. Saya pikir saya akan dimarahi oleh beliau. Ternyata beliau bilang begini, 'dokter Piprim sungguh saya sangat menyayangkan mutasi yang terjadi pada diri anda. Ini seharusnya tidak terjadi'," cerita Piprim kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Kepada Piprim, Wamenkes Dante mengaku langsung menegur Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya atas tindakan mutasi tersebut. Melalui sambungan telepon, Wamenkes Dante juga sempat menyampaikan harapannya agar mutasi itu dapat dibatalkan.
Piprim mengaku memperoleh dukungan serupa dari Wakil Menteri Kesehatan Benny Octavianus serta Direktur Utama SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSCM yang saat itu dijabat Dwi Fatan Lilyana. Keduanya menyatakan bahwa persoalan tersebut tidak semestinya berujung pada mutasi.
Namun demikian, mutasi tetap berlanjut. Bahkan, Piprim justru diberhentikan sebagai ASN Kemenkes pada awal Februari lalu karena dinilai mangkir selama 28 hari sejak dimutasi dari RSCM ke RS Fatmawati. Kondisi ini membuat Piprim meyakini bahwa keputusan mutasi tersebut berasal langsung dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
"Mungkin di belakang segala mutasi ini adalah Pak Menkes sendiri. Artinya, bahwa mutasi kepada saya dan juga pada teman-teman saya, Dokter Fitri, yang paling jelas. Dokter Fitri itu dengan alasan pemerataan pelayanan kesehatan, padahal dia satu-satunya ahli tumbuh kembang di RS Karyadi dipindah ke RS Sarjito yang sudah punya tiga konsultan. Ini kan, tidak masuk akal," tutur Piprim.
"Memang yang saya meyakini dan teman-teman ini adalah sebuah hukuman karena IDAI mempertahankan independensi kolegium," pungkasnya.
Tag: #ketua #idai #yakin #mutasi #dari #rscm #fatmawati #adalah #hukuman #karena #kritis #pemerintah