Jabatan Wakil Komandan ISF Dinilai Jadi Pengakuan Kemampuan Militer RI
Khairul Fahmi dari ISESS (Dok Istimewa)(Khairul Fahmi dari ISESS (Dok Istimewa))
13:54
20 Februari 2026

Jabatan Wakil Komandan ISF Dinilai Jadi Pengakuan Kemampuan Militer RI

- Pengamat militer dan pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, berpendapat bahwa penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) merupakan pengakuan atas kapabilitas militer.

“Ini adalah pengakuan atas kapabilitas militer dan kematangan diplomasi pertahanan Indonesia,” ujar Fahmi saat dihubungi, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza Dinilai Bukti Bantu Perdamaian Palestina

Menurut Fahmi, posisi Deputy Commander menunjukkan Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasukan lapangan yang menerima perintah, tetapi juga berada di level strategis yang turut merumuskan dan mengendalikan arah operasi ISF.

“Bagi Indonesia, ini mengukuhkan daya tawar kita sebagai middle-power global. Bagi Palestina, kehadiran jenderal TNI di pucuk pimpinan ISF adalah sebuah garansi,” tegas Fahmi.

Baca juga: RI Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza, Komisi I DPR: Dunia Percaya TNI Profesional

Ia menambahkan, posisi itu memungkinkan Indonesia mengawal langsung agar operasi keamanan tetap sesuai mandat dan tidak merugikan warga sipil.

Selain itu, Indonesia dapat memastikan transisi kekuasaan benar-benar diserahkan kepada pemerintahan teknokratik sipil Gaza yang merdeka, bukan dikendalikan faksi politik tertentu atau negara asing.

ISF tunjuk Indonesia jadi Wakil Komandan

Adapun Komandan International Stabilization Force (ISF) Mayor Jenderal Jasper Jeffers III mengungkapkan, Indonesia telah bersedia menjadi Wakil Komandan untuk Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Palestina.

Hal ini diumumkannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Donald J Trump US Institute of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

"Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF," kata Jeffers, Kamis, dikutip dari tayangan Kompas TV.

Indonesia tercatat sebagai satu dari lima negara yang menyatakan komitmen untuk mengirimkan pasukan guna bergabung dalam ISF.

Selain itu, dua negara lain yakni Mesir dan Yordania menyatakan kesiapan untuk berkontribusi melalui pelatihan kepolisian.

"Saya sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirim pasukan untuk bertugas di ISF: Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania," kata Jeffers.

Jeffers menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir pihaknya telah menurunkan tim pakar militer Amerika Serikat ke lapangan untuk menyiapkan infrastruktur pendukung operasional ISF.

Tim tersebut saat ini telah beroperasi dari pusat operasi gabungan yang diproyeksikan menjadi markas besar seluruh kekuatan ISF.

Baca juga: TNI Belum Tentukan Sosok yang Bakal Jadi Wakil Komandan ISF

Penempatan pasukan ISF

Sesuai rencana, ISF akan ditempatkan di lima sektor berbeda, dengan masing-masing sektor diisi satu brigade pasukan ISF.

“Dalam jangka pendek, kami berencana untuk mengerahkan ke sektor Rafah terlebih dahulu, selain pelatihan polisi. Tujuan jangka menengah adalah untuk terus memperluas, sektor demi sektor, semuanya menuju target jangka panjang kami yaitu 12.000 polisi dan 20.000 tentara ISF," ujar Jeffers.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan di Gaza.

“Dengan langkah-langkah pertama ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza untuk masa depan kemakmuran dan perdamaian abadi," kata Jeffers.

Tag:  #jabatan #wakil #komandan #dinilai #jadi #pengakuan #kemampuan #militer

KOMENTAR