Board of Peace Mulai Bergerak, Dino Patti Djalal Nilai Prosesnya Masih Penuh Risiko
- Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal menilai, Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) masih sangat rapuh dan penuh risiko ke depannya.
"BoP sudah mulai bekerja, namun proses ke depan masih rapuh dan penuh risiko. Peran Donald Trump dalam BoP nampak (sangat) dominan," tulis Dino dalam platform media sosial X @dinopattidjalal, Jumat (20/6/2026).
Baca juga: Dino Patti Djalal: Peran Donald Trump dalam Board of Peace Nampak Dominan
Dalam cuitannya, ia menganalisis bahwa terdapat tantangan di lapangan dalam proses berjalannya Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
Salah satu tantangan di lapangan adalah soal keamanan lewat pembentukan Palestinian Security Force dan International Stabilization Force (ISF).
Ia menilai, kapasitas Palestinian Security Force yang akan dilatih Yordania dan Mesir yang akan ditugaskan menjaga keamanan di Gaza masih penuh tanda tanya.
"Roda aspek keamanan sudah mulai bergulir dengan pembentukan Palestinian Security Force dan International Stabilization Force. Namun tantangan di lapangan khususnya terkait demiliterisasi masih sangat berat," tulis Dino.
Baca juga: Langkah Perdana Indonesia di Board of Peace dan Harapan Perdamaian untuk Gaza
Ia juga memberikan sorotan terhadap pengelolaan dana yang dikumpulkan Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu.
Kendati demikian, ia melihat negara-negara mayoritas Muslim anggota BoP masih kompak dalam dewan tersebut.
"Tata kelola dana yang dikumpulkan BoP masih belum jelas dan akan banyak disorot. Negara-negara Islam dan mayoritas muslim dalam BoP sementara ini nampak kompak. Proses di lapangan masih jauh dari Palestine-led process," ujar Dino.
Baca juga: Trump Puji Prabowo di KTT Board of Peace: Saya Tak Mau Melawannya
Di samping itu, ia menilai bakal adanya potensi kelemahan dan memperhitungkan risiko BoP menjadi stagnan.
Hal ini disebabkan adanya perbedaan kepentingan antara Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Karena kepentingan dan visi anggotanya, termasuk Trump dan Netanyahu, masih berbeda-beda dan pasti akan mengalami perbenturan yang sulit dijembatani," ujar Dino.
Baca juga: Di Depan Trump, Prabowo Tegaskan Komitmen Wujudkan Perdamaian di Palestina
Namun ia berharap, Dewan Perdamaian atau Board of Peace tidak menjadi platform untuk membungkam aspirasi Palestina.
Menurutnya, BoP harus menjadi media untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina, tidak hanya perdamaian.
"Kita tidak mau BoP disalahgunakan menjadi platform untuk membungkam aspirasi Palestina. Tidak cukup Palestina hanya menjadi damai, aman, makmur. Tanpa kemerdekaan (statehood) semua itu tidak ada artinya," ujar Dino.
Tag: #board #peace #mulai #bergerak #dino #patti #djalal #nilai #prosesnya #masih #penuh #risiko