Dino Patti Djalal: BoP Trump Punya Risiko Gagal Tinggi Merdekakan Palestina
- Usai ikut berdiskusi bersama Presiden Prabowo Subianto, mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menilai Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump punya risiko gagal yang tinggi untuk memerdekakan Palestina.
“Orang tidak tahu ini akan sukses atau tidak. Risiko gagal tinggi loh, karena berbagai faktor,” kata Dino usai pertemuan dengan Prabowo dan para mantan penggawa Kemlu RI, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Dino Patti Djalal: Prabowo Yakin 8 Negara Muslim Bisa Imbangi Trump di BoP
Indonesia ikut bergabung ke BoP bentukan Trump bersama negara-negara lainnya, termasuk AS dan Israel. Faktor potensi gagal dari BoP untuk memerdekakan Palestina bisa datang dari banyak sebab.
“Bisa faktor Trump-nya, faktor Amerika-nya, faktor Israel-nya, faktor lapangannya, faktor Hamas-nya, dan lain sebagainya," lanjut Dino.
Baca juga: Dino Patti Djalal Sebut Prabowo Realistis, Board of Peace Jadi Opsi Perdamaian Gaza
Menurutnya, BoP adalah eksperimen tanpa garansi untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara yang menjadi tujuan Indonesia.
“Kesan saya adalah, beliau, Presiden Prabowo itu, mempunyai pendekatan yang realistis. Realistis dalam arti apa? Sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace,” kata Dino.
Prabowo pegang opsi keluar dari BoP
Dino berpendapat bahwa Indonesia harus senantiasa memegang opsi untuk keluar dari BoP bila BoP tidak lagi sejalan dengan cita-cita Indonesia memerdekakan Palestina dan tujuan solusi dua negara.
“Tadi juga disampaikan Presiden, kita selalu pegang opsi keluar,” kata Dino.
Baca juga: Dukung RI Masuk Board of Peace, Eks Menlu Alwi: Kalau Tak Ikut, Tak Bisa Perjuangkan Palestina
Pertemuan 4 Februari 2026 digelar Prabowo mengundang Dino, juga mantan Menlu RI yakni Hassan Wirajuda, Alwi Shihab, Retno Lestari Priansari Marsudi, dan mantan Wamenlu Marty Natalegawa.
Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono turut hadir. Ada pula tokoh Center for Strategic and International Studies (CSIS) Jusuf Wanandi.
Tag: #dino #patti #djalal #trump #punya #risiko #gagal #tinggi #merdekakan #palestina