Bitcoin Jatuh ke Level Terendah Sejak April, Investor Waspadai Tekanan Lanjutan
Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)
07:48
5 Februari 2026

Bitcoin Jatuh ke Level Terendah Sejak April, Investor Waspadai Tekanan Lanjutan

– Harga Bitcoin (BTC) terus tertekan. Dalam lima hari terakhir, aset kripto terbesar di dunia itu melemah 13 persen dan menyentuh level terendah sejak April tahun lalu.

Pada Rabu (5/2/2026), Bitcoin turun 2 persen ke sekitar 73.000 dollar AS per token. Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin berada di level 72.996,45 dollar AS, turun 2.865,88 poin atau 3,78 persen.

Akhir pekan lalu, Bitcoin jatuh tajam dan mencatat bulan keempat berturut-turut mengalami penurunan.

Baca juga: Ini 3 Penyebab Harga Bitcoin Terjun Bebas Minggu Ini

Pernyataan Menteri Keuangan AS Tekan Pasar

Pelemahan harga BTC terjadi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pemerintah AS tidak memiliki kewenangan untuk membeli bitcoin atau aset kripto lainnya.

Dalam sidang Komite Jasa Keuangan DPR AS, Bessent ditanya apakah Departemen Keuangan memiliki otoritas untuk membeli bitcoin maupun kripto lain.

"Saya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan itu, dan sebagai ketua FSOC, saya juga tidak memiliki kewenangan tersebut," ujar Bessent, dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (5/2/2026).

Tekanan juga datang dari kondisi pasar yang lebih luas. Investor Michael Burry memperingatkan bahwa penurunan berkepanjangan harga bitcoin dapat "memicu spiral kematian yang berujung pada kehancuran nilai secara besar-besaran."

Baca juga: Prediksi Suram Harga Bitcoin, Fase Terburuk Belum Lewat

"Bitcoin telah terbukti sebagai aset yang murni spekulatif, dan tidak mendekati fungsi lindung nilai terhadap pelemahan mata uang seperti emas dan logam mulia lainnya," tulis Burry di Substack.

Ether (ETH-USD) dan sejumlah token digital lainnya juga ikut melemah.

Sorotan Level Support 73.000 Dollar AS

Strategis 10X Research menyebut level support berikutnya berada di 73.000 dollar AS.

"Dengan level support berikutnya di 73.000 dollar AS, arus dana saat ini menunjukkan sentimen telah berubah secara signifikan," tulis mereka dalam catatan terbaru.

Berdasarkan data arus dana dan posisi investor, disebutkan bahwa investor belum berada pada posisi untuk membeli saat harga turun.

"Meskipun sentimen dan indikator teknikal mendekati level ekstrem, tren penurunan yang lebih luas masih tetap utuh," tulis para peneliti.

"Tanpa adanya katalis yang jelas, belum ada urgensi untuk masuk ke pasar," lanjutnya. 

Menurut mereka, pelaku pasar masih fokus melakukan pengurangan leverage dan melepas posisi, bukan bersiap menghadapi reli pemulihan cepat.

Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini Anjlok, Arus Keluar ETF dan Kebijakan The Fed Jadi Pemicu

Tekanan Sejak Oktober

Tekanan pada aset digital mencerminkan rapuhnya pasar kripto. Selain sempat rebound singkat bulan lalu, Bitcoin kesulitan bangkit sejak Oktober ketika aksi jual investor besar (whale) dan likuidasi paksa melanda industri.

Pelemahan juga bertepatan dengan pengumuman Presiden Donald Trump yang menunjuk Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve menggantikan Jerome Powell pada Mei mendatang. Pasar menilai pencalonan tersebut bernada hawkish.

Kepala aset digital Fundstrat, Sean Farrell, menilai area pertengahan 70.000 dollar AS sebagai zona support yang logis.

Level sekitar 74.000 dollar AS sebelumnya menjadi harga tertinggi intraday pada Maret 2024 dan harga terendah intraday pada April 2025 saat aksi jual dipicu tarif.

Baca juga: Bitcoin Tergelincir 3,15 Persen, Pasar Kripto Kembali Dilanda Tekanan

"Dengan asumsi faktor lain tetap sama, level yang dicapai akhir pekan lalu serta tingkat kapitulasi yang terlihat menciptakan rasio risiko dan imbal hasil jangka pendek yang lebih menarik," tulis Farrell dalam catatan pada Senin.

Ia menyebut koreksi ini bisa membuka peluang penempatan dana secara moderat. Namun, ia mengingatkan kondisi masih bergerak turun dengan risiko posisi yang cukup besar di pasar tradisional yang dapat berdampak negatif terhadap pasar kripto.

Tag:  #bitcoin #jatuh #level #terendah #sejak #april #investor #waspadai #tekanan #lanjutan

KOMENTAR