Harga Bitcoin Anjlok ke Kisaran 72.000 Dollar AS
Pasar kripto mengalami tekanan luas dalam 24 jam terakhir, dipimpin oleh pelemahan tajam Bitcoin (BTC).
Berdasarkan data CoinMarketCap Kamis (5/2/2026) pukul 08.20 WIB, harga Bitcoin anjlok 4,88 persen ke posisi 72.344,92 dollar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi dalam berbagai horizon waktu.
Dalam tujuh hari, Bitcoin turun 18,64 persen, untuk 30 hari terkoreksi 23,06 persen, dan 90 hari ambles hingga 28 persen.
Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini Anjlok, Arus Keluar ETF dan Kebijakan The Fed Jadi Pemicu
Secara year to date (YTD), Bitcoin tercatat melemah 17,84 persen.
Meski terkoreksi, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.
Nilai kapitalisasi BTC saat ini berada di 1,45 triliun dollar AS, dengan volume transaksi 24 jam mencapai 65,46 miliar dollar AS.
Dominasi Bitcoin terhadap total pasar kripto menyentuh 58,66 persen.
Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin.
Ethereum (ETH) melemah 5,41 persen ke level 2.133 dollar AS, sementara Binance Coin (BNB) terkoreksi paling dalam di jajaran kripto papan atas dengan penurunan 8,53 persen ke 694 dollar AS.
XRP turun 6,49 persen ke 1,476 dollar AS, sedangkan Solana (SOL) merosot 7,31 persen ke kisaran 91,30 dollar AS.
Aset kripto bertema meme, Dogecoin (DOGE), turut tertekan 4,13 persen ke 0,1033 dollar AS.
Cardano (ADA) melemah 4,14 persen ke 0,2860 dollar AS, sementara Chainlink (LINK) turun 4,50 persen ke 9,216 dollar AS.
TRON (TRX) dan Monero (XMR) masing-masing terkoreksi 1,41 persen dan 1,50 persen.
Di tengah tekanan luas, hanya segelintir aset kripto yang mampu bertahan di zona hijau.
Bitcoin Cash (BCH) mencatatkan penguatan tipis 0,17 persen ke 536,83 dollar AS.
Selain itu, HYPE melonjak 3,22 persen ke 34,54 dollar AS, sementara LEO menguat 0,34 persen ke 8,877 dollar AS.
Sementara itu, aset stablecoin seperti USDT dan USDC relatif stabil di sekitar 1 dollar AS.
Harga Bitcoin merosot ke level terendah sejak Donald Trump kembali menduduki Gedung Putih lebih dari setahun lalu.
Pelemahan ini sekaligus menghapus seluruh kenaikan yang sempat dicatat aset kripto acuan tersebut sejak kemenangan presiden AS yang dikenal ramah terhadap industri kripto itu dalam pemilu.
Mengutip Bloomberg, sebagai aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin memperpanjang tren penurunan yang telah berlangsung hampir empat bulan.
Harganya sempat jatuh ke bawah 74.424,95 dollar AS, yang menjadi level terendah sepanjang 2025.
Level tersebut terakhir kali terlihat pada 7 April, setelah rencana awal kebijakan tarif Trump mengguncang pasar keuangan global.
Tanggapan trader
“Banyak trader sebelumnya mencoba membeli saat harga turun dengan harapan Bitcoin bisa memantul kembali ke atas 80.000 dollar AS,” ujar Bohan Jiang, senior derivatives trader di FalconX.
Namun, seiring harga Bitcoin terus melemah, posisi-posisi tersebut justru dilikuidasi, sehingga menambah tekanan terhadap harga.
Penurunan ini terjadi meskipun pemerintahan AS kini lebih pro-kripto dan adopsi institusional terus meningkat.
Sejak mencetak rekor tertinggi pada awal Oktober lalu, harga Bitcoin telah terpangkas sekitar 40 persen.
Aksi jual besar-besaran ini tidak lepas dari gelombang likuidasi hebat yang terjadi pada 10 Oktober, setelah pernyataan tambahan Trump terkait tarif kembali memicu gejolak pasar.
Saat itu, sekitar 19 miliar dollar AS, posisi spekulatif berbasis leverage di pasar kripto terhapus, dan hingga kini, pasar kripto secara keseluruhan belum sepenuhnya pulih dari tekanan tersebut.