Danantara Targetkan Merger BUMN Karya Rampung Semester II-2026
Danantara Indonesia menargetkan proses merger atau penggabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya rampung pada semester II-2026.
Adapun terdapat tujuh BUMN karya yang akan dikonsolidasi yaitu PT Hutama Karya (Persero); PT Waskita Karya (Persero) Tbk; PT Wijaya Karya (Persero) Tbk; PT Adhi Karya (Persero) Tbk; PT PP (Persero) Tbk; PT Brantas Abipraya.
"Jadi kemungkinan besar nanti akan kita lakukan di semester dua," ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, sebelum memasuki tahap merger, Danantara melakukan penyehatan terlebih dahulu.
Baca juga: Bangun Kompleks Haji di Mekkah, Danantara Mau Jemaah Merasa Seperti di Rumah
Proses pembenahan sudah dimulai sejak tahun lalu dengan melakukan pembersihan dan pembetulan pembukuan, termasuk pencatatan penurunan nilai aset (impairment).
Setelah itu, perusahaan menjalani restrukturisasi bisnis dan keuangan, termasuk penurunan beban utang, hingga kondisinya kembali sehat.
Usai tahap restrukturisasi tersebut, barulah perusahaan akan masuk ke fase konsolidasi bisnis melalui skema merger.
"Tahun lalu kan kita lakukan pembersihan dulu, kita rapihkan buku-bukunya. Setelah rapi buku-bukunya, bisnisnya kita restrukturisasi, termasuk penurunan utang-hutangnya. Setelah itu baru masuk ke fase berikutnya, itu fase untuk melakukan konsolidasi daripada bisnisnya melalui merger," jelas Dony yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN.
Sebelumnya, Dony memang pernah mengungkapkan bahwa rencana merger BUMN Karya batal terlaksana di 2025 dan akan dilakukan pada 2026.
"Kita carry over ke tahun depan. Tidak selesai di tahun ini. Khusus untuk karya tidak selesai di tahun ini,” kata Dony di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, persoalan utama yang membuat merger BUMN Karya terhambat adalah kondisi keuangan para perusahaan pelat merah tersebut.
Ia menilai masalah keuangan yang dihadapi cukup dalam sehingga perlu ditangani terlebih dahulu sebelum ke tahap konsolidasi.
Dony bilang, konsolidasi akan diprioritaskan untuk perusahaan yang menghadapi tekanan finansial paling berat.
Dalam hal ini, merger Brantas Abipraya dan Nindya Karya tidak akan masuk tahap awal karena kondisi keuangannya relatif sehat.
"Karya-karya kita menghadapi persoalan keuangan yang cukup dalam selama ini. Nah, ini kita perbaiki dulu dengan Danantara. Kita lakukan dulu restrukturisasi, termasuk proses impairment, melakukan evaluasi lagi daripada nilai asetnya dengan bukunya, setelah itu baru kita lakukan merger dengan skenario terbaik," jelas dia.
Baca juga: Demutualisasi BEI, Danantara: Bolanya di OJK
Tag: #danantara #targetkan #merger #bumn #karya #rampung #semester #2026