Eks Menlu Hasan Minta Publik Tak Tergesa-gesa Nilai Board of Peace
Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hasan Wirajuda (tengah) usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026) malam.()
10:18
5 Februari 2026

Eks Menlu Hasan Minta Publik Tak Tergesa-gesa Nilai Board of Peace

- Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hasan Wirajuda mengajak masyarakat untuk tidak tergesa-gesa dalam menilai Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Menurutnya, Board of Peace ini merupakan inisiatif yang masih berada pada tahap awal pembentukan.

Baca juga: Prabowo Diminta Jaga Board of Peace Trump Tak Keluar dari Mandat PBB

Sehingga, peran dan sepak terjang dari Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu belum terlihat nyata.

"Proses Board of Peace ini kan masih awal, jadi juga kita mesti lebih terbuka untuk jangan tergesa-gesa menilai. Apalagi kalau kita hanya mendasarkan pada informasi yang tidak cukup utuh," ujar Hasal usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, Hasan mengungkap bahwa Prabowo menjelaskan proses keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace.

Termasuk kontribusi apa yang bisa diberikan Indonesia dalam Dewan Perdamaian tersebut.

"Pertemuan ini memberikan kepada kita semua penjelasan yang lebih utuh tentang apa yang disebut dengan Board of Peace, apa kontribusi kita," ujar Hasan.

Baca juga: Dino Patti Djalal: Prabowo Selalu Pegang Opsi Keluar dari Board of Peace

Menurutnya, kritik terhadap Board of Peace muncul karena penilaian dilakukan berdasarkan informasi yang belum utuh.

Apalagi, pemahaman publik terkait Dewan Perdamaian ini kerap terbentuk dari pemberitaan media massa dan media sosial.

Lewat pertemuan tersebut, mantan Menlu, pakar politik luar negeri, hingga akademisi mendapatkan penjelasan yang komprehensif dari Prabowo terkait Board of Peace.

"Ini satu kesempatan berharga bahwa sore ini, kita mendapat pencerahan dan banyak informasi yang tidak kita ketahui," ujar Hasan.

Baca juga: Istana Bantah Prabowo Kumpulkan Ormas Islam karena Dikritik soal Gabung Board of Peace

Diketahui, Board of Peace resmi diluncurkan di sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Lembaga ini dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mendorong gencatan senjata antara Israel dan Hamas, memantau proses stabilisasi dan rehabilitasi Gaza, serta mengupayakan perdamaian yang adil berdasarkan hukum internasional.

Baca juga: Dukung RI Masuk Board of Peace, Eks Menlu Alwi: Kalau Tak Ikut, Tak Bisa Perjuangkan Palestina

Prabowo menyebut bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian ini merupakan momentum bersejarah dan peluang nyata untuk mendorong perdamaian bagi rakyat Palestina.

“Saya kira ini kesempatan bersejarah, ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ucap Presiden Prabowo usai melakukan penandatangan piagam BoP, dikutip dari keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Tag:  #menlu #hasan #minta #publik #tergesa #gesa #nilai #board #peace

KOMENTAR