Harga Minyak Turun 1,4 Persen Usai AS-Iran Sepakat Gelar Pembicaraan
- Harga minyak dunia turun pada Kamis (5/2/2026), setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat menggelar pembicaraan di Oman pada Jumat (6/2/2026). Penurunan terjadi meski perbedaan agenda pembahasan masih mencuat.
Dikutip dari CNBC, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 1,4 persen ke level 64,26 dollar AS per barel pada pukul 20.50 ET.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent sebagai acuan global juga melemah 1,4 persen ke posisi 68,49 dollar AS per barel.
Sebelumnya, pada Rabu (4/2/2026), Presiden AS Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Pernyataan tersebut sempat mendorong harga minyak naik sekitar 3 persen.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik 3 Persen di Tengah Ancaman Trump ke Iran
Perbedaan Fokus Pembahasan
Iran menginginkan pembicaraan difokuskan pada sengketa nuklir yang telah lama berlangsung dengan negara-negara Barat.
Sebaliknya, Amerika Serikat (AS) ingin agar agenda juga mencakup program rudal balistik Teheran, dugaan dukungan terhadap kelompok bersenjata di Timur Tengah, serta catatan hak asasi manusia di dalam negeri.
Bulan lalu, Trump memperingatkan dapat memerintahkan serangan terhadap Iran jika Teheran gagal mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Ia juga mengancam akan melakukan intervensi untuk mendukung pengunjuk rasa yang menyuarakan penentangan terhadap Republik Islam tersebut.
Baca juga: Pertamina Temukan Upaya Pencurian Minyak Mentah di Sumatera Selatan
Analis: Pasar Bisa Salah Menafsirkan Sinyal Diplomatik
Sejumlah analis mengingatkan pasar berpotensi salah menafsirkan sinyal diplomatik yang bisa berubah dengan cepat.
Kepala riset energi MST Marquee, Saul Kavonic, mengatakan pesan terkait pembicaraan Iran kerap sulit disaring.
“Sulit untuk menyaring pesan mengenai pembicaraan Iran, yang bisa saja mengarah pada de-eskalasi tetapi juga bisa menjadi sekadar pengalihan taktis sebelum aksi militer,” ujar Kavonic.
Ia memperkirakan pasar minyak akan terus bergerak naik-turun seiring berkembangnya sentimen seputar pembicaraan dan semakin jelasnya hasil yang dicapai.
Menurut dia, risiko mendasar tetap tinggi meski harga mengalami penurunan.
“Pada akhirnya, penumpukan besar aset militer di kawasan oleh AS dan sekutunya menunjukkan bahwa kemungkinan serangan lebih besar daripada tidak, dan harga minyak saat ini memasukkan premi untuk setidaknya sebagian mencerminkan risiko tersebut,” katanya.
Baca juga: Sentimen Pasar Berubah, Harga Minyak Dunia Kembali Melemah
Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, juga menyoroti rapuhnya potensi pencairan hubungan diplomatik.
“Pasar minyak terus bereaksi terhadap dinamika yang maju-mundur terkait potensi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, yang mencerminkan ketidakpercayaan mendalam masing-masing pihak,” ujar Lipow.
Risiko Eskalasi di Selat Hormuz
Lipow menilai Washington kemungkinan tidak akan langsung menargetkan infrastruktur minyak Iran. Namun, risiko eskalasi tetap dapat muncul dari pihak Teheran.
“Iran mungkin mengeluarkan ancaman terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dalam upaya menghentikan proses pemuatan, dan dalam skenario terburuk menyerang kapal-kapal tersebut untuk menutup jalur perairan, yang dapat mendorong harga minyak melonjak signifikan,” katanya.
Selat Hormuz yang terletak di antara Oman dan Iran merupakan jalur vital distribusi energi global. Menurut data U.S. Energy Information Administration, sekitar seperlima produksi minyak dunia mengalir setiap hari melalui jalur ini.
Perairan tersebut menjadi penghubung utama produsen minyak Timur Tengah dengan pasar-pasar utama di berbagai belahan dunia.
Baca juga: Harga Minyak Turun 3 Persen Setelah Trump Singgung Situasi Iran
Tekanan Kenaikan Masih Ada
Analis Citi menilai tekanan kenaikan harga masih tertanam di pasar.
“Harga minyak mentah memang mereda karena adanya pembahasan mengenai negosiasi AS-Iran yang akan datang sehingga meredakan premi risiko jangka pendek, namun baik kami maupun pelaku pasar tetap mengkhawatirkan risiko kenaikan harga,” tulis Citi.
Citi menunjuk pada langkah-langkah AS terhadap Iran serta ketidakpastian pembelian minyak Rusia oleh India sebagai faktor utama yang masih memengaruhi pergerakan harga minyak.
Tag: #harga #minyak #turun #persen #usai #iran #sepakat #gelar #pembicaraan