Anak Buah Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,45 Persen
Ilustrasi ekonomi.(canva.com)
08:12
5 Februari 2026

Anak Buah Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,45 Persen

- Pemerintah melalui Kementerian Keuangan optimis ekonomi Indonesia tetap terjaga kuat hingga akhir 2026, meski sempat diwarnai gejolak di pasar keuangan.

Direktur Jenderal Strategi dan Ekonomi Fiskal (Dirjen SEF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,4 persen, dengan upaya menjaga momentum hingga kuartal IV dan berlanjut ke awal kuartal I tahun berikutnya.

“Ke depan, pemerintah akan mempercepat belanja negara, terutama di awal tahun, supaya momentumnya terus terjaga,” ujar Febrio ditemui di Komplek Parlemen, Jakarta pada Rabu (4/2/2026).

Baca juga: RI Butuh Perubahan Struktural untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi ialah pertama pembalikan aktivitas manufaktur yang mulai terlihat kuat, bahkan berlanjut hingga Januari 2026.

Indikator ini mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi dan permintaan di sektor riil.

Selain itu, penyaluran kredit perbankan juga menunjukkan perbaikan signifikan.

Jika sebelumnya pertumbuhan kredit sempat berada di kisaran 7,5 persen pada Agustus, kini meningkat menjadi 9,7 persen.

“Angka ini sudah cukup dekat dengan estimasi awal kami yang mendekati 10 persen. Artinya, pembiayaan ke sektor riil mulai bergerak lagi dan ini sinyal yang sangat positif,” kata Febrio.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan, khususnya pada kuartal IV.

Kedepannya Febrio pede bahwa pembalikan sentimen ekonomi dan meningkatnya kepercayaan konsumen akan mendorong belanja masyarakat.

Confidence konsumen meningkat, ditambah dengan berbagai stimulus yang diberikan pemerintah. Itu akan tecermin di konsumsi rumah tangga yang tetap kuat,” ujarnya.

Terkait gejolak pasar modal yang terjadi memasuki Januari–Februari 2026, Febrio menegaskan bahwa hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, pergerakan pasar modal perlu dilihat dari tren jangka panjang, bukan fluktuasi sesaat.

Ke depan, pemerintah juga menyiapkan akselerasi belanja negara sejak awal tahun, terutama pada kuartal I, untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi. Di mana stimulus fiskal yang lebih cepat diharapkan mampu menopang konsumsi, investasi, serta menjaga kepercayaan pelaku usaha.

“Belanja pemerintah akan kita dorong lebih awal, supaya mesin ekonomi tetap berjalan dan tidak kehilangan momentum,” tutup Febrio.

Baca juga: Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,5 Persen pada 2027

Tag:  #anak #buah #purbaya #optimistis #pertumbuhan #ekonomi #tembus #persen

KOMENTAR