Perkuat Kiprah Global, Perwira Pertamina Pimpin Tim Multinasional di Aljazair
- Komitmen PT Pertamina (Persero) dalam menjaga ketahanan energi nasional tidak hanya dijalankan di dalam negeri, tetapi juga melalui kiprah global di berbagai wilayah strategis dunia, termasuk Aljazair.
Melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Algeria Eksplorasi & Produksi (PAEP), Pertamina terus mengembangkan aset minyak dan gas bumi (migas) di Afrika Utara dengan mengedepankan profesionalisme dan kepemimpinan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Untuk diketahui, PAEP merupakan anak perusahaan PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), bagian dari Subholding Upstream Pertamina.
PAEP didirikan pada 2014, setelah Pertamina mengakuisisi aset ConocoPhillips Algeria Ltd. Akuisisi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas portofolio hulu migas internasional sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia di industri energi global.
Baca juga: Pertamina Hulu Energi Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025, Perkuat Produksi dan Cadangan Migas
Sejak 2014, Pertamina menjalankan kegiatan operasi migas di Aljazair melalui kerja sama dengan Sonatrach, National Oil Company (NOC) Aljazair.
Sebagian besar wilayah operasi PAEP berada di kawasan Gurun Sahara yang memiliki kondisi geografis serta iklim ekstrem, sehingga menuntut standar keselamatan, keandalan operasi, dan disiplin kerja yang tinggi.
Sebanyak 40 perwira Pertamina yang bertugas di PAEP harus menempuh perjalanan lintas benua, meninggalkan keluarga dan kenyamanan di Tanah Air, serta beradaptasi dengan lingkungan kerja multikultural dan standar keamanan yang ketat.
Dalam operasionalnya, Pertamina mengelola tim dengan latar belakang empat kewarganegaraan yang berbeda, yaitu Indonesia, Aljazair, Spanyol, dan Rumania.
Baca juga: Dongkrak Produksi Migas, Pertamina EP Pangkalan Susu Bor Sumur Baru
Di tengah kompleksitas kerja lintas budaya tersebut, perwira Pertamina dipercaya memegang peran kepemimpinan strategis, yaitu mengoordinasikan operasional, memastikan keselamatan kerja, serta menjaga keandalan dan keberlanjutan produksi sesuai standar internasional.
Pada pertengahan 2023, Pertamina kembali memperkuat komitmennya di Aljazair melalui perpanjangan kontrak kerja sama hidrokarbon dengan Sonatrach dan Repsol di Lapangan Menzel Ledjmet Nord (MLN), Blok 405a.
Perpanjangan kontrak tersebut membuka peluang bagi Pertamina untuk terus mengembangkan dan mengoptimalkan aset migas di Aljazair dalam jangka panjang.
“Kepercayaan untuk memimpin tim multinasional serta keberlanjutan kontrak di Aljazair mencerminkan kompetensi dan profesionalisme perwira Pertamina di tingkat global. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga pengakuan atas kualitas SDM Indonesia,” ujar Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Pertamina: 1 Juta Barrel Minyak dari Aljazair Tak Pengaruhi Harga Lokal
Ia menambahkan, keberhasilan operasional di Aljazair tidak terlepas dari ketahanan fisik dan mental para perwira yang bekerja di lapangan.
“Bekerja di lingkungan ekstrem membutuhkan komitmen, disiplin, dan kepemimpinan yang kuat. Para perwira Pertamina menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab demi mendukung ketahanan energi nasional,” tegas Syamsu.
Meski berada jauh dari sorotan publik, para perwira Pertamina di Aljazair terus memastikan kegiatan operasi berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan.
Dari wilayah gurun Afrika Utara, mereka membuktikan bahwa peran Indonesia dalam industri energi global tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga pemimpin yang dipercaya.
Baca juga: MedcoEnergi Siapkan Strategi Baru Hadapi Krisis Energi Global
Tag: #perkuat #kiprah #global #perwira #pertamina #pimpin #multinasional #aljazair