Jejak Rencana F-15EX Indonesia: dari Restu AS hingga Dinyatakan Tak Aktif
– Ambisi Indonesia mengakuisisi pesawat tempur kelas berat (heavyweight fighter), Boeing F-15EX sempat menjadi salah satu langkah paling ambisius dalam modernisasi alutsista yang dimiliki TNI AU.
Namun, pada awal 2026 ini, rencana tersebut menghadapi perkembangan yang tak terduga. Produsen F-15EX, Boeing asal Amerika Serikat (AS) menyatakan proyek F-15 untuk Indonesia sudah tidak aktif lagi.
“No longer an active campaign”, alias "Bukan kampanye aktif lagi," kata Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Strategi Boeing Defense, Bernd Peters di sela perhelatan Singapore Airshow 2026.
Baca juga: Boeing Setop Proses Jet Tempur F-15 untuk Indonesia
Meski tidak secara eksplisit menyebut pembatalan, istilah "no longer an active campaign" tersebut dalam bahasa bisnis pertahanan lazim dimaknai sebagai proyek yang tidak lagi diproses atau didorong secara aktif.
Bagaimana perjalanan rencana akuisisi F-15EX oleh Indonesia, hingga boeing kini menyatakan bukan lagi kampanye aktif perusahaan?
F-15EX nomor 0001 di pabrik Boeing, AS.
Desember 2020, awal pembicaraan
Pelaksana tugas Menteri Pertahanan AS, Christopher Miller telah bertemu dengan Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan, pada 7 November 2020, untuk membahas akuisisi F-15 dan F/A-18 untuk TNI-AU.
Situs berita Nikkei Asia mengabarkan, Miller mengatakan AS setuju untuk menjual kedua model pesawat tempur itu ke Indonesia.
Februari 2022, dapat restu Kemlu AS
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) merestui rencana penjualan 36 pesawat tempur F-15 untuk Indonesia, yang selanjutnya oleh Kemlu AS disebut dengan F-15ID.
Hal itu tertuang dalam pernyataan resmi di situs Defense Security Cooperation Agency (DSCA) yang dirilis 10 Februari 2022.
Baca juga: Kontrak Pembelian F-15 Indonesia Capai Rp 199 Triliun, Dapat Apa Saja?
"Departemen Luar Negeri AS telah membuat keputusan menyetujui kemungkinan penjualan peralatan militer (Foreign Military Sale) untuk pemerintah Indonesia berupa pesawat F-15ID beserta peralatan pendukung, dengan estimasi (maksimal) 13,9 miliar dollar AS (Rp 199 triliun)," tulis DSCA dikutip KompasTekno.
Perlu diketahui, saat itu AS baru memberi izin penjualan pesawat saja, soal kontrak dan kesepakatan pembelian pesawat sendiri belum ada yang ditandatangani.
Penandatanganan MoU 24 unit F-15EX pada Agustus 2023.
Agustus 2023, tanda tangan MoU
Pemerintah Indonesia dan Boeing menyampaikan komitmen mereka untuk mem-finalisasi akuisisi 24 pesawat tempur F-15EX ke Indonesia.
Komitmen tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman (/Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani oleh Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, Kepala Badan Sarana Pertahanan, Kemenhan RI; dan Mark Sears, Wakil Presiden dan Manajer Program Boeing Fighters di fasilitas Boeing di St Louis, Missouri, AS pada 21 Agustus 2023.
Setelah difinalisasi, penjualan 24 pesawat F-15EX dari Boeing untuk Indonesia itu masih harus mendapat persetujuan dari pemerintah (DPR) AS.
Finalisasi komitmen pemesanan 24 pesawat tempur F-15EX tersebut dilakukan dalam rangkaian acara kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto ke AS saat itu.
Indonesia resmi menerima tiga jet tempur Rafale dari Perancis, Jumat (23/1/2026).
F-15EX bukan kandidat utama
Meski telah ada kesepakatan, namun F-15EX bukan menjadi satu-satunyapilihan bagi Kementerian Pertahanan. Sebab, ada kandidat lain yang juga dipertimbangkan, yakni jet tempur Rafale buatan pabrikan Perancis, Dassault Aviation.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo yang mengatakan bahwa opsi pembelian jet tempur saat itu mengerucut pada F-15EX dari AS dan Dassault Rafale asal Perancis.
"Ini sudah mengerucut tetapi memang belum diputuskan. Tetapi pilihan dua, mengerucut. Pertama adalah kita dapat Rafale, kedua adalah F-15 EX," ujar Fadjar di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (22/12/2021).
Tidak ada aktivasi kontrak dan kedatangan Rafale
Meski MoU telah ditanda-tangani sejak 2023, namun kontrak tersebut tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk persetujuan ekspor, skema pembiayaan, dan jadwal produksi.
Hingga akhir 2025, tidak ada pengumuman publik mengenai aktivasi kontrak definitif, pembayaran awal, atau slot produksi yang diamankan. Dalam dunia pengadaan pertahanan, ketiadaan tahapan ini sering menjadi indikator bahwa proyek belum benar-benar berjalan.
Baca juga: Detail Jet Tempur Rafale Pesanan Indonesia, Dibangun dengan Kemampuan F4
Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga telah mengaktivasi kontrak pembelian 42 unit jet tempur Dassault Rafale dari Perancis, yang pengiriman tahap pertama (3 pesawat) dimulai pada awal tahun 2026 ini.
Pembelian ini dilakukan dalam tiga tahap kontrak (6, 18, dan 18 unit) dengan total nilai mencapai 8,1 miliar dollar AS.
Menhan Prabowo Subianto di kokpit F-15 saat kunjungan ke AS, Agustus 2023.
2026: “No Longer an Active Campaign”
Pernyataan Boeing pada 2026 menjadi penanda paling jelas bahwa proyek F-15EX untuk Indonesia tidak berlanjut.
Frasa “no longer an active campaign” berarti Boeing tidak lagi mengalokasikan sumber daya, tim, atau strategi komersial untuk mendorong realisasi penjualan F-15EX ke Indonesia.
Secara diplomatis, ini bukan pembatalan resmi. Namun secara praktis, proyek tersebut tidak lagi hidup di sisi produsen.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait status akhir pengadaan F-15EX ini.
Modernisasi tetap berjalan
Meski proyek F-15EX meredup, modernisasi TNI AU tidak berhenti. Indonesia selain meneken kontrak pembelian 42 unit Dassault Rafale dari Perancis, juga terlibat dalam proyek pengembangan KF-21 Boramae bersama Korea Selatan.
Meski sempat menghadapi kendala pembiayaan, program tersebut tetap berjalan dan diproyeksikan menjadi bagian dari armada masa depan TNI AU.
Di sisi lain, armada F-16 Fighting Falcon yang sudah dioperasikan Indonesia juga terus menjalani program peningkatan kemampuan.
Kini struktur kekuatan udara Indonesia berpotensi lebih terkonsentrasi pada pesawat generasi 4,5 menengah dan proyek pengembangan bersama.
Tag: #jejak #rencana #15ex #indonesia #dari #restu #hingga #dinyatakan #aktif