Bandara Kertajati Akan Jadi Bengkel Hercules, Berawal dari Niat Menhan AS
Maskapai Saudi Airlines yang akan memberangkatkan para jemaah menuju tanah suci di Bandara Kertajati, Majalengka, Rabu (22/4/2026)(KOMPAS.com/HANDHIKA RAHMAN)
16:06
20 Mei 2026

Bandara Kertajati Akan Jadi Bengkel Hercules, Berawal dari Niat Menhan AS

- Kementerian Pertahanan (Kemhan) berencana menyiapkan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat C-130/Hercules di kawasan Asia.

Hal tersebut dilakukan Kemhan RI setelah sebelumnya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Pentagon itu, Pete menyampaikan niatnya untuk membangun pusat pemeliharaan mesin pesawat Hercules.

Baca juga: Jepang Berencana Pakai Robot Humanoid untuk Jadi Petugas Bandara


"Saat ini, terdapat rencana untuk menyiapkan kawasan Bandara Kertajati sebagai salah satu pusat MRO pesawat C-130/Hercules,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Rico Ricardo Sirait, Rabu (20/5/2026).

“Pemilihan Kertajati mempertimbangkan ketersediaan lahan yang luas serta fasilitas pendukung penerbangan yang sudah memadai," lanjutnya.

Rico menilai langkah tersebut sangat strategis karena akan memberikan dampak baik bagi penguatan pertahanan Indonesia.

Baca juga: Piala Oscar dari Film tentang Putin Hilang di Bandara AS, Maskapai Panik

Salah satu dampak baiknya, yakni Indonesia menjadi semakin mudah dalam membangun kerja sama dan hubungan diplomasi dengan negara-negara Asia pengguna pesawat angkut Hercules.

"Langkah ini juga sejalan dengan upaya penguatan kemandirian industri pertahanan dan dukungan logistik penerbangan strategis nasional," ungkap dia.

Kendati demikian, Rico tidak menjelaskan secara rinci seperti apa progres pembangunan MRO itu. Dia juga tidak menjelaskan tenggat waktu pembangunannya.

Baca juga: Pesawat Iran Dibombardir Israel, Bandara Teheran Jadi Sasaran

Bandara Internasional Kertajati

Dibangun Rp 2,6 triliun, Bandara Kertajati justru merugi Rp 60 miliar per tahun. Apa penyebabnya dan bagaimana upaya pemerintah mengatasinya? Dibangun Rp 2,6 triliun, Bandara Kertajati justru merugi Rp 60 miliar per tahun. Apa penyebabnya dan bagaimana upaya pemerintah mengatasinya?

Bandara Internasional Kertajati termasuk bandara terbesar kedua di Indonesia berdasarkan luasnya setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Bandara ini memiliki landasan pacu tunggal sepanjang 2.500 meter saat kali pertama diresmikan.

Setelah sempat mati suri karena sepi pengunjung, Bandara Kertajati kembali dihidupkan oleh beragam aktivitas penerbangan pada pertengahan 2023.

Beberapa aktivitas yang menghidupkan bandara tersebut adalah penerbangan reguler, haji, hingga kargo.

Baca juga: Trump Mau Ganti Nama Bandara Florida, Oposisi Kritik Anggaran Jutaan Dollar

Dikutip dari Kompas.com (11/7/2023), pembangunan Kertajati sudah direncanakan sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri. Studi kelayakan dilakukan pada 2003 dengan izin penetapan lokasi sejak 2005.

Pembangunan bandara menggunakan alokasi dana APBN dan dimasukkan dalam Program Strategis Nasional (PSN).

Proses pengerjaan pembersihan dan pondasi dimulai pada 2014 dan pembangunan dimulai pada 2015 hingga 2017 menggunakan anggaran Kementerian Perhubungan.

Setelah melalui proses panjang, Bandara Kertajati resmi beroperasi pada 24 Mei 2018 dengan pesawat yang pertama kali mendarat adalah Pesawat Kepresidenan Indonesia.

Tag:  #bandara #kertajati #akan #jadi #bengkel #hercules #berawal #dari #niat #menhan

KOMENTAR