Harga Jet F-15EX dari AS Kemahalan, RI Belum Anggarkan Dana
Penandatanganan MoU 24 unit F-15EX pada Agustus 2023.(Boeing)
10:02
5 Februari 2026

Harga Jet F-15EX dari AS Kemahalan, RI Belum Anggarkan Dana

- Pemerintah mengakui bahwa rencana pengadaan pesawat jet tempur F-15EX dari Amerika Serikat belum memasuki tahap pengadaan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan hal ini disebabkan terkendala harga pesawat tersebut yang dinilai terlalu tinggi.

“Perlu kami luruskan bahwa rencana pengadaan F-15EX belum masuk tahap penganggaran. Pemerintah Indonesia meminta penawaran sebagai bagian dari perencanaan,” ujar Rico saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).

“Namun harga yang diajukan dinilai masih terlalu tinggi sehingga belum dapat ditindaklanjuti,” jelas dia.

Baca juga: Kemenhan Belum Terikat Pembelian Pesawat F-15EX, Proses Masih Berjalan

Rico juga menegaskan, Kementerian Pertahanan belum memiliki opsi untuk mengalokasikan anggaran.

“Terkait opsi pesawat lain, hingga saat ini belum ada keputusan pengalihan. Seluruh rencana pengadaan alutsista tetap melalui kajian menyeluruh dan keputusan strategis pemerintah,” jelas dia.

Baca juga: Menhan Prabowo: Pembelian Jet Tempur F-15EX Masih MoU, Menuju ke Kontrak

Boeing tak lanjutkan bikin F-15 untuk RI

Adapun Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, menyatakan tidak lagi membangun jet tempur F-15 untuk Indonesia.

Pernyataan ini menandai berhentinya kelanjutan kerja sama yang sebelumnya digadang-gadang sebagai bagian penting dari rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Strategi Boeing Defense, Bernd Peters, di sela ajang Singapore Airshow, Selasa (3/2/2026).

“Dalam hal kemitraan (F-15) kami dengan Indonesia, itu tidak lagi menjadi kampanye aktif bagi kami,” kata Peters dilansir KompasTekno dari Reuters.

Baca juga: Jejak Rencana F-15EX Indonesia: dari Restu AS hingga Dinyatakan Tak Aktif

Pernyataan Bernd Peters bahwa kemitraan F-15 dengan Indonesia “no longer an active campaign” menunjukkan bahwa proyek tersebut sudah tidak lagi menjadi prioritas atau agenda aktif di internal Boeing.

Dalam istilah bisnis pertahanan, kampanye merujuk pada upaya terstruktur untuk memenangkan, mengawal, dan merealisasikan kontrak, mulai dari negosiasi teknis, pembahasan harga, koordinasi dengan pemerintah, hingga lobi persetujuan ekspor.

Ketika disebut tidak lagi aktif, itu berarti Boeing tidak lagi mengalokasikan sumber daya, tim, maupun strategi komersial untuk mendorong realisasi penjualan F-15 ke Indonesia.

Meski tidak secara eksplisit menyebut pembatalan, frasa tersebut secara praktis mengindikasikan bahwa proyek tersebut tidak sedang berjalan atau diproses lebih lanjut di pihak Boeing.

Peters tidak memerinci alasan penghentian proyek tersebut dan mengarahkan pertanyaan lanjutan kepada pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia.

Tag:  #harga #15ex #dari #kemahalan #belum #anggarkan #dana

KOMENTAR