PBNU: Iuran Board of Peace 1 Miliar Dolar AS Dibutuhkan untuk Bangun Gaza
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf memberikan penjelasan usai pertemuan Presiden Prabowo dengan sejumlah elite ormas Islam, 4 Februari 2026.(Kanal YouTube Sekretariat Presiden)
06:30
4 Februari 2026

PBNU: Iuran Board of Peace 1 Miliar Dolar AS Dibutuhkan untuk Bangun Gaza

- Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menyatakan iuran untuk menjadi anggota permanen Dewan Perdamaian Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memang dibutuhkan untuk membangun Gaza.

“Iuran itu memang dibutuhkan karena yang akan dilakukan adalah satu agenda dengan pembiayaan besar-besaran untuk Gaza itu,” kata Yahya dalam jumpa pers usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Isi Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam di Istana Bahas Board of Peace

Sebagaimana diketahui, kondisi Gaza memang sudah hancur lebur saat ini. Gaza dihancurkan oleh agresi Israel.

Kembali ke penjelasan Yahya, dia menilai perlu ada penggalangan dana untuk membangun wilayah Palestina di tepi laut Mediterania itu.

“Sehingga memang dibutuhkan semacam mobilisasi pembiayaan untuk itu, sehingga para partisipan yg ikut di dalam dewan itu juga diminta untuk beriuran. Itu sebagai iuran untuk Gaza, untuk pembangunan Palestina,” kata Yahya.

Baca juga: Prabowo Buka Opsi Keluar dari Board of Peace Jika Tak Sejalan RI

Yahya baru saja mengikuti pertemuan dengan Prabowo, bersama-sama dengan pimpinan ormas Islam lainnya.

Mereka yang ikut pertemuan adalah Ketum MUI Anwar Iskandar, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Ketum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Waketum MUI Cholil Nafis, serta tokoh-tokoh Muslim lainnya.

Kemlu sebut RI belum bayar iuran

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa Indonesia belum membahas kewajiban membayar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,9 triliun untuk bergabung dalam BoP bentukan Trump.

“Sejauh ini memang belum ada pembahasan mengenai pembayaran tersebut,” kata Juru Bicara (Jubir) II Kemenlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/1/2026).

Baca juga: Prabowo Diminta Pikir Ulang Ikut Iuran Rp 16 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump

Namun, dalam konteks ini, Nabyl menekankan bahwa keanggotaan di Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) ini tidak mengharuskan untuk membayar demi mendapatkan kursi.

“Namun keanggotaan itu tidak mengharuskan pembayaran, terutama apabila tidak untuk yang permanen,” kata dia.

Tag:  #pbnu #iuran #board #peace #miliar #dolar #dibutuhkan #untuk #bangun #gaza

KOMENTAR