Seloroh Prabowo: BPS Pintar Bikin Istilah, Tak Enak Sebut Orang Miskin
Presiden Prabowo Subianto menyebut Badan Pusat Statistik (BPS) pintar membuat istilah karena enggan menyebut rakyat Indonesia dengan diksi “miskin”.
Pujian sekaligus seloroh yang disampaikan Prabowo ini bermula saat dia meminta kepala daerah untuk memahami bahwa Indonesia masih menghadapi kesulitan, tantangan, dan kekurangan.
“Kita tahu bahwa rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup. Sekarang para ahli ekonomi ada istilah Desil I, Desil II, Desil III, dan sebagainya,” ujar Prabowo dalam 2026, Sentul Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Baca juga: Prabowo: Kalau Tidak Suka Saya, Silakan Bertarung di 2029
Prabowo juga mengatakan, pejabat dan kepala daerah tidak enak untuk menyebut rakyat miskin karena dianggap menurunkan moril mereka.
“Dan kita ini kadang-kadang takut bicara apa adanya. Tidak mau kita mengakui, kita tidak mau bilang miskin, tidak enak. (Tapi) Prasejahtera. Miskin, kasihan. Tapi, tidak enak kita. Iya kan?” ujar Prabowo.
Prabowo juga mengungkit istilah the aspiring middle class untuk menggambarkan kelompok orang yang berstatus prasejahtera.
Baca juga: Prabowo: Hampir Semua Pemimpin Negara Minta Suplai Kelapa Sawit
Ia pun sempat mempertanyakan istilah ini karena menurutnya kelompok the aspiring middle class berarti belum termasuk kelompok kelas menengah.
“Jadi, (the aspiring middle class) orang yang berusaha naik ke kelas menengah. Dia berusaha naik, tapi dia belum sampai kan? Berarti dia bukan kelas menengah. Kalau dia bukan kelas menengah, dia kelas apa?” jelas dia.
“Tapi dia the aspiring middle class. Ini BPS pintar juga kalian cari istilah-istilah itu,” tambah dia yang disambut dengan tepuk tangan.
Tag: #seloroh #prabowo #pintar #bikin #istilah #enak #sebut #orang #miskin