Noe Letto Ungkap Alasan Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional RI
Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto, anak Cak Nun.(Tangkap Layar Youtube Sabrang MDP Official)
11:02
22 Januari 2026

Noe Letto Ungkap Alasan Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional RI

Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto mengungkapkan alasan bergabung menjadi Tenaga Ahli Madya Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Republik Indonesia (RI).

Melalui kanal YouTube Sabrang MDP Official, Noe membedakan antara bangsa, negara, dan pemerintah.

Menurut dia, bangsa Indonesia telah ada secara organik jauh sebelum bentuk negara dan pemerintahan saat ini.

Sementara itu, pemerintah bersifat periodik dan lekat dengan dinamika politik lima tahunan.

Sedangkan, negara memiliki kepentingan jangka panjang agar Indonesia terus berjalan dan berkembang.

“Negara, itu concern-nya beda. Negara itu pinginnya agar Indonesia berjalan terus. Sehingga dia harus punya sistem feedback agar pemerintah bisa memperbaiki,” kata Noe dikutip Kompas.com, Kamis (22/1/2026).

Dalam kerangka tersebut, ia menyebut peran pengawasan dan masukan dari masyarakat menjadi penting.

“Jadi posisinya Maiyah itu, yang kita lakukan selama ini adalah mencoba di luar sistem pemerintahan tapi masih di dalam negara. Karena kita masih ngomong cinta Indonesia nih, gimana dandaninya dan seterusnya. Kita sudah melakukan itu puluhan tahun,” ujar dia.

“Kita melakukan forum bulanan untuk kemudian memberi input-input masukan. Yang kalau sekarang, peta terakhir ini bisa enggak didengerin. Kalah sama asymmetric war, kalah sama sosial media, kalah sama buzzer, dan seterusnya,” tambah dia.

Terkait anggapan bahwa dirinya kini masuk ke dalam sistem pemerintahan, Noe menegaskan posisinya berada pada ranah negara, bukan pemerintah.

Ia merujuk pada pandangan ayahnya, budayawan sekaligus cendekiawan muslim Emha Ainun Najib atau Cak Nun, yang sejak lama menekankan pentingnya membedakan secara tegas antara negara dan pemerintah.

Noe mengakui bahwa posisinya saat ini memang berada dalam sistem yang dilahirkan oleh bangsa.

Namun, ia menegaskan bahwa peran tersebut dijalankan dari sudut pandang negara dan rakyat, bukan sebagai bagian dari kepentingan politik pemerintahan.

“Tapi yang kita lakukan sama kok. Bedanya cuman ini ada sebuah kebutuhan tertentu berhubungan dengan eksperimen. Bahwa mau tidak mau harus pakai peci, pakai dasi (saat dilantik),” kata dia.

“Ya males jane. Enggak bisa rokokan. Harus kayak gitu, dasi miring-miring enggak karuan. Well, tapi kalau itu what it takes, ada kans perubahan yang berbeda, itu tentu harus dilakukan juga,” lanjut dia.

Noe menekankan bahwa jabatan tenaga ahli yang kini dia emban di DPN RI tidak membuat peraturan, tetapi memberikan masukan kepada pemerintah.

“Mungkin (memasukkannya) bisa diteruskan ke Presiden, (masukkan tenaga ahli itu) terhadap situasi, risiko, dan rekomendasi. Jadi ini sebagai indra, mata, akal, telinga. Apa sih yang terjadi? Harusnya gimana sih untuk bisa memperbaiki situasi?” kata Noe.

Tag:  #letto #ungkap #alasan #jadi #tenaga #ahli #dewan #pertahanan #nasional

KOMENTAR