BUMN Kuasai Hampir 30 Persen Kapitalisasi Pasar, Ini Peringatan Rosan
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.(KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)
19:36
1 Februari 2026

BUMN Kuasai Hampir 30 Persen Kapitalisasi Pasar, Ini Peringatan Rosan

- Menteri Investasi sekaligus CEO BPI Dnaantara Rosan P Roeslani mengingatkan Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan stakeholder terkait menjaga transparansi pasar modal Indonesia.

Pesan itu Rosan sampaikan menyusul kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami gonjang ganjing selama dua hari berturut-turut pada 28 dan 29 Januari kemarin.

Rosan mengatakan, pemerintah melalui Danantara memiliki kepentingan yang sangat besar di dalam pasar modal karena kontribusi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bursa hampir 30 persen dari total kapitalisasi pasar.

“Kami di Danantara juga mempunyai kepentingan yang sangat besar terhadap pasar modal kita,” kata Rosan dalam konferensi pers di Kantor BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

“Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Danantara itu kontribusinya hampir 30 persen dari total market kapitalisasi di pasar modal kita,” sambung Rosan.

Baca juga: Usai Bertemu Investor Asing, Rosan Optimistis Pasar Saham Rebound Senin

Orang dekat Presiden Prabowo Subianto itu mengingatkan OJK dan pihak terkait bursa untuk menjaga agar situasi pasar modal Indonesia betul-betul mencerminkan kondisi perusahaan.

Valuasi harga saham emiten-emiten di bursa harus selaras dengan kondisi perusahaan secara benar.

“Sehingga memberikan persepsi yang positif terhadap kita semua,” ujar Rosan.

Merespons IHSG yang terguncang selama beberapa hari terakhir, pemerintah menyampaikan sikap tegas agar naik turunnya harga saham di bursa Indonesia murni dibentuk oleh pasar, alih-alih cipta kondisi pihak tertentu.

Pemerintah memperhatikan betul persoalan beberapa hari terakhir dan ingin pasar modal dalam negeri tidak hanya besar namun juga berkualitas dan bisa dipercaya.

“(Pemerintah mau) semua harga pembentukan di dalam pasar modal ini murni adalah pembentukan dari demand dan supply yang ada yang masuk ke dalam pasar modal kita,” tegas Rosan.

Bos Danantara itu mengatakan, berapapun nilai kenaikan dan kemerosotan harga saham di pasar modal tidak akan menjadi persoalan selama dinamika itu murni dibentuk oleh pasar.

Fluktuasi harga saham yang murni dari pasar, kata Rosan, tidak akan menjadi isu kepercayaan publik dalam waktu kedepan.

Naik turunnya harga saham yang alami akan membuat investor dalam negeri maupun luar negeri bisa memutuskan kapan berinvestasi maupun menarik investasinya bursa.

“Mereka bisa keluar juga pada saat knowing bahwa likuiditas kita adalah likuiditas yang ada karena harga-harga yang dibentuk adalah harga-harga yang murni dari demand dan supply,” tutur Rosan.

Sebelumnya, pasar modal Indonesia terguncang setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok hingga diterapkan trading halt.

MSCI atau Morgan Stanley Capital International, sebagai lembaga penyedia indeks global menerbitkan regulasi baru dan mengoreksi IHSG Indonesia.

Selain itu, struktur kepemilikan saham di Indonesia dinilai kurang transparan hingga muncul dugaan praktik perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga wajar atau saham gorengan.

Temuan itu menjadi dasar peringatan MSCI. Indonesia lalu diberi waktu hingga Mei untuk membenahi persoalan tersebut.

Peringatan MSCI tersebut membuat status Indonesia berisiko turun dengan skenario terburuk dari pasar negara berkembang menjadi pasar negara perbatasan.

Hal ini membuat pasar panik dan IHSG anjlok hingga 16,7 persen.

Di tengah gonjang ganjing itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman dengan alasan bentuk tanggung jawab.

Selang beberapa waktu kemudian pejabat strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.

Mereka adalah, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.

Lalu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon I. B. Aditya Jayaantara.

Tag:  #bumn #kuasai #hampir #persen #kapitalisasi #pasar #peringatan #rosan

KOMENTAR