PKB Tak Khawatir Jokowi Kerja Mati-matian untuk PSI
- Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan merespons santai pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan akan bekerja “mati-matian” untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Daniel menegaskan, PKB memiliki basis massa dan kader yang kuat sehingga tidak merasa terancam dengan manuver politik partai lain.
“PKB memiliki akar basis dan kader yang kuat, dan segenap kader senantiasa menjalin komunikasi yang intens dengan basis baik secara program maupun kultural,” kata Daniel kepada Kompas.com, Minggu (1/2/2026). “Kami semua senantiasa bekerja keras bahu-membahu mengawal kepentingan masyarakat,” ucapnya.
Baca juga: Jokowi Mati-matian untuk PSI, PAN: Bukan Lawan, tapi Kawan Politik
Bagi PKB, kata Daniel, seluruh partai politik sebagai sahabat dalam demokrasi. Di sisi lain, selama mesin partai bekerja secara konsisten di lapangan.
Oleh sebab itu, ia menilai tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Termasuk kerja mati-matian Presiden Joko Widodo untuk PSI.
“Semua partai bagi PKB adalah sahabat dan selama struktur dan kader PKB rutin melakukan turun ke bawah (turba), tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Daniel.
Pernyataan Daniel tersebut merespons sikap Jokowi yang secara terbuka menyatakan dukungannya kepada PSI.
Jokowi menyampaikan hal itu saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Mulanya, Jokowi mengatakan akan bekerja keras untuk PSI.
“Saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI,” ujar Jokowi.
Tak lama kemudian, Jokowi menegaskan komitmennya dengan nada lebih keras.
“Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI!” teriak Jokowi yang disambut tepuk tangan peserta Rakernas.
Baca juga: Jokowi Mati-matian untuk PSI, Golkar: Harus Lolos Verifikasi Pemilu Dulu
Jokowi juga menekankan pentingnya keberadaan partai politik yang membawa nilai kebaikan bagi bangsa.
“Inilah yang harus kita kerjakan. Negara ini perlu partai yang baik. Perlu politik kebaikan, politik untuk kebaikan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, PSI secara resmi menetapkan Jokowi sebagai tokoh utama dalam setiap kampanye partai.
Ketua Harian PSI Ahmad Ali mengatakan, keputusan itu merupakan hasil Rakernas PSI.
Baca juga: PSI Menanti Efek Ekor Jas Jokowi, Optimistis Juara 3 di 2029
“Untuk kampanye, DPP telah menetapkan Pak Jokowi sebagai tokoh utama, Pak Jokowi sebagai figur utama kita, sebagai panutan partai ini,” kata Ahmad Ali saat membacakan kesimpulan Rakernas.
Ali menjelaskan, penetapan Jokowi bukan semata-mata karena statusnya sebagai mantan presiden. Menurut dia, PSI memandang Jokowi sebagai teladan sekaligus patron politik bagi partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep tersebut.